Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory
<p align="justify"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220823131123636" target="_blank" rel="noopener">ISSN: 2961-953X (Online)</a> | <a href="https://drive.google.com/file/d/1M00fIxmjB1fUKoaDU3BMob-fXdmUT8Zu/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">SK: 0005.2961953X/K.4/SK.ISSN/2022.09</a><br /><a href="https://doi.org/10.56211/factory" target="_blank" rel="noopener">DOI: https://doi.org/10.56211/factory</a></p> <p align="justify">Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri merupakan jurnal yang membahas ilmu dibidang Teknik Industri, jurnal ini sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Teknik Industri. Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri terbit 3 kali dalam setahun yaitu pada bulan <strong>Agustus, Desember </strong>dan <strong>April</strong>. Terbitan pertama adalah bulan Agustus 2022. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian akan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan Double Blind Peer Review.</p> <p align="justify">Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri menerima naskah dengan topik Production Planning and Inventory Control, Design Product and Control Quality, Model Simulasi and Optimasi System, Ergonomic and Work Study, Design Manufacturing Facility, Multi Criteria Decision Making dan Productivity, selengkapnya anda dapat mengetahui Fokus dan Ruang lingkup pada pranala berikut: <a href="https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/jimrestri/FokusdanRuangLingkup" target="_blank" rel="noopener">Fokus dan Ruang Lingkup.</a></p> <p align="justify">Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri sudah terakreditasi <a href="https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/akreditasi" target="_blank" rel="noopener">SINTA 4</a> pada Pemberitahuan <a href="https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/akreditasi" target="_blank" rel="noopener">Hasil Akreditasi Jurnal Ilmiah Periode I Tahun 2025 – 21 Maret 2025, Nomor Surat: 10/C/C3/DT.05.00/2025.</a></p> <p><a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/13917" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://jurnal.ilmubersama.com/public/site/images/oris/sinta-1.png" alt="" width="150" height="52" /></a></p>Ilmu Bersama Centeren-USFactory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri2961-953X<p style="text-align: justify;">Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri menyetujui ketentuan berikut:<br /><strong>Hak cipta atas artikel apapun dalam Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. </strong>dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:<strong><br /></strong></p> <p style="text-align: justify;">"Penulis mengakui bahwa Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi <a href="https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0</a>"</p> <p style="text-align: justify;">"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri."</p> <p style="text-align: justify;">"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."</p>Implementasi Lean Manufacturing dengan Pendekatan Value Stream Mapping untuk Mengurangi pemborosan Produksi Bakso
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1234
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Persaingan industri manufaktur menuntut setiap perusahaan untuk mampu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses produksinya. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan adalah Lean Manufacturing, yang fokus pada upaya mengurangi pemborosan (limbah) dan meningkatkan nilai tambah bagi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aliran proses produksi bakso pada UMKM FA Frozen dengan menggunakan metode Value Stream Mapping (VSM) sebagai alat utama untuk mengidentifikasi aktivitas bernilai tambah (<em>Value Added/VA</em>), aktivitas yang tidak bernilai tambah (<em>Non Value Added/NVA</em>), serta aktivitas yang perlu tetapi tidak menambah nilai (<em>Necessary but NonValue Added/NBVA</em>). Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan pengukuran waktu siklus pada setiap tahapan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aktivitas berklasifikasi VA dengan total waktu 10.620 detik, namun masih terdapat aktivitas NVA sebesar 2.220 detik yang berpotensi menimbulkan pemborosan, seperti penggilingan berlebih, waktu tunggu, dan produk cacat. Selain itu, aktivitas NBVA tercatat sebesar 6.000 detik yang berlangsung, menyerap waktu yang cukup besar dalam proses produksi. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan <em>Lean Manufacturing </em>berbasis VSM mampu mengidentifikasi titik pemborosan sekaligus memberikan peluang perbaikan untuk meningkatkan efisiensi, menekan biaya operasional, serta menghasilkan produk yang lebih konsisten dan kompetitif di pasar.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Erniyani ErniyaniIrin RamdhaniRaodah RaodahNur FuadahSudarmanto Jayanegara
Copyright (c) 2025 Erniyani Erniyani, Irin Ramdhani, Raodah Raodah, Nur Fuadah, Sudarmanto Jayanegara
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-012025-12-01429610410.56211/factory.v4i2.1234Peramalan Permintaan Produk Bakso Frozen FA Menggunakan Metode Time Series
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1248
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Peramalan permintaan menjadi aspek penting dalam mendukung keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya pada sektor pangan beku. Fluktuasi permintaan yang tidak menentu seringkali menimbulkan permasalahan dalam perencanaan produksi, baik berupa kelebihan stok yang meningkatkan biaya penyimpanan maupun kekurangan stok yang mengakibatkan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode deret waktu, yaitu <em>Moving Average</em>, <em>Weighted Moving Average</em>, dan <em>Single Exponential Smoothing</em>, untuk meramalkan permintaan produk Bakso Frozen Fatimah Asri. Data yang digunakan berupa catatan penjualan bulanan tahun 2024. Evaluasi akurasi model dilakukan menggunakan tiga ukuran kesalahan, yaitu Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode <em>Single Exponential Smoothing</em> menghasilkan nilai MAD dan MAPE terendah, masing-masing sebesar 46,129 dan 11,216%, sehingga memberikan hasil peramalan yang lebih mendekati data aktual. Sementara itu, metode <em>Weighted Moving Average</em> memiliki nilai MSE terendah sebesar 6636,046, sehingga dapat mengurangi dampak kesalahan besar. Dengan demikian, <em>Single Exponential Smoothing</em> dipandang sebagai metode terbaik untuk digunakan dalam peramalan permintaan jangka pendek produk Bakso Frozen FA. Penerapan metode ini diharapkan mampu membantu UMKM dalam meningkatkan akurasi perencanaan produksi, mengoptimalkan persediaan, serta mendukung pengambilan keputusan strategis yang berorientasi pada kepuasan konsumen dan efisiensi biaya operasional.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Irin RamdhaniRaodah RaodahErniyani Erniyani
Copyright (c) 2025 Irin Ramdhani, Raodah Raodah, Erniyani Erniyani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-12-012025-12-014210511210.56211/factory.v4i2.1248Strategic Knowledge Management terhadap Intellectual Capital dan Innovation Performance UKM Manufaktur di Kota Bandar Lampung
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1477
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>UKM manufaktur di Kota Bandar Lampung menghadapi keterbatasan dalam meningkatkan daya saing akibat pengelolaan pengetahuan yang belum terarah dan pemanfaatan modal intelektual yang belum optimal. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan inovasi dan lemahnya kinerja pasar UKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran <em>Strategic Knowledge Management</em> dalam membentuk <em>Intellectual Capital</em> serta dampaknya terhadap <em>Innovation Performance</em> dan <em>Market Performance</em> pada UKM manufaktur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei dengan instrumen kuesioner. Data dianalisis menggunakan <em>Structural Equation Modeling</em> (SEM) berbasis <em>Partial Least Squares</em> (PLS) untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa <em>Intellectual Capital</em> dipengaruhi secara signifikan oleh kualitas sumber daya manusia (β > 0; p < 0,05), kekuatan hubungan eksternal (β > 0; p < 0,05), dan dukungan struktur organisasi (β > 0; p < 0,05). Selanjutnya, <em>Intellectual Capital</em> terbukti berpengaruh signifikan terhadap <em>Innovation Performance</em> (p < 0,05) dan <em>Market Performance</em> (p < 0,05), yang mengindikasikan peran strategis modal intelektual dalam meningkatkan daya saing UKM. Namun demikian, temuan juga menunjukkan bahwa praktik <em>Strategic Knowledge Management</em> pada UKM masih cenderung bersifat informal sehingga kontribusinya belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pengelolaan pengetahuan yang lebih terstruktur sebagai strategi kunci untuk mendorong inovasi dan keberlanjutan kinerja UKM manufaktur.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Indra Rizky Kurnia HutabaratMuhammad FitriadiAsyh Hadawiyah
Copyright (c) 2026 Indra Rizky Kurnia Hutabarat, Muhammad Fitriadi, Asyh Hadawiyah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-032026-01-034211312810.56211/factory.v4i2.1477Evaluasi Ketidakefektifan Pembagian Tugas pada Warung Makan Ijo dan Perancangan Struktur Organisasi Lini sebagai Solusi Peningkatan Operasional
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1445
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan manajerial pada Warung Makan Ijo, khususnya yang berkaitan dengan pembagian tugas, struktur organisasi, dan pengelolaan bahan baku yang belum tertata dengan baik. Ketidakefektifan operasional ditunjukkan oleh tidak adanya struktur organisasi formal, rangkap fungsi pekerjaan, ketiadaan standar operasional prosedur (SOP), serta sistem inventori yang masih berbasis perkiraan pemilik. Kondisi tersebut berdampak pada beban kerja yang tidak seimbang, penurunan kualitas layanan, serta keterlambatan penyajian pesanan dengan durasi rata-rata sekitar 30 menit, yang berpotensi menurunkan kepuasan pelanggan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam terhadap karyawan berpengalaman sebagai informan kunci untuk memperoleh pemahaman komprehensif terhadap permasalahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelemahan dalam pengendalian internal, manajemen sumber daya manusia, dan pengelolaan inventori menjadi faktor utama penyebab ketidakefektifan operasional. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian merekomendasikan penyusunan SOP, pembagian tugas yang lebih terstruktur, pelatihan karyawan, perencanaan pembelian bahan baku secara mingguan, serta kerja sama dengan pemasok tetap. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat menurunkan keterlambatan penyajian, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbaiki kualitas pelayanan secara keseluruhan. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan praktik manajemen yang kontekstual untuk mendukung keberlanjutan UMKM dan dapat menjadi rujukan bagi pelaku usaha maupun pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan UMKM yang lebih adaptif dan berdaya saing.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Muhammad IqbalAzra NabilaHelza Maria UlfaFebi Nissa Saragih
Copyright (c) 2026 Muhammad Iqbal, Azra Nabila, Helza Maria Ulfa, Febi Nissa Saragih
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-044212913810.56211/factory.v4i2.1445Perbaikan Tata Letak Industri Mikro Kecil dan Menengah Tenun Wan Atiqah Kota Dumai Menggunakan Metode Systematic Layout Planning dan Grafik
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1192
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>IMKM Tenun Wan Atiqah merupakan salah satu industri kecil menengah yang bergerak di bidang kerajinan tekstil di Kota Dumai. Permasalahan awal yang dihadapi adalah jarak antar stasiun kerja yang terlalu jauh, alur perpindahan material yang tidak teratur, serta penempatan mesin yang kurang strategis sehingga menghambat kelancaran proses produksi. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan tata letak yang lebih sistematis dan efisien agar proses produksi dapat berjalan lebih efektif dan mendukung peningkatan produktivitas. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, Penulis melakukan penelitian perbaikan tata letak pada IMKM Tenun Wan Atiqah dengan pendekatan SLP dan metode grafik sebagai metode analisis untuk menghasilkan alternatif tata letak yang lebih efisien. Penggunaan metode ini digunakan untuk membandingkan alternatif tata letak yang dapat meminimalkan jarak perpindahan material. Dengan tata letak yang lebih eifisien, diharapkan mampu meminimalkan luas area yang terbuang sia-sia, alur produksi menjadi lebih tertata, dan kapasitas produksi lebih tinggi. Berdasarkan hasil evaluasi, alternatif <em>layout </em>yang terpilih adalah <em>layout </em>dengan jarak perpindahan terkecil yaitu <em>layout </em>dengan pendekatan SLP sebesar 407,5 meter. Sementara itu, <em>layout </em>dengan metode grafik menghasilkan jarak total sebesar 516,2 meter. Hasil ini menunjukkan bahwa metode SLP lebih efektif dalam meminimalkan perpindahan material dan menciptakan alur produksi yang lebih efisien.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Sabila Nur RihasFitra FitraLidya SariEvita Sari
Copyright (c) 2026 Sabila Nur Rihas, Fitra Fitra, Lidya Sari, Evita
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-044213915210.56211/factory.v4i2.1192Penerapan Metode CPM dan Crashing pada Proyek Fabrikasi Jembatan B-60 di PT XYZ
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/846
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Perencanaan dan pengendalian waktu serta biaya adalah faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek, termasuk proyek fabrikasi jembatan B-60 yang dikerjakan oleh PT XYZ. Penelitian ini bertujuan untuk menerapan metode <em>Critical Path Metode (CPM)</em> untuk menentukan jalur kritis dan membandingkan efektivitas strategi crashing dalam mempercepat pekerjaan proyek, dengan dua alternatif strategi crashing yaitu penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja (lembur) selama 4 jam. Analisis ini dilakukan melalui pementaan kegiatan proyek, estimasi biaya dan waktu pada saat pengerjaan normal. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa jalur kritis proyek terdiri dari delapan kegiatan utama yang memiliki kontribusi signifikan terhadap total durasi. Penambahan tenaga kerja menghasilkan durasi pengerjaan proyek selama 86 hari kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp. 156.217.011 Sementara itu, penambahan jam lembur selama 4 jam menghasilkan durasi pengerjaan proyek selama 90 hari kerja dengan total biaya proyek sebesar Rp. 172.013.879. Berdasarkan perbandingan efektivitas waktu dan biaya, alternatif penambahan tenaga kerja dinilai lebih efisien dan dipilih sebagai strategi crashing paling optimal dalam proyek ini</p> </td> </tr> </tbody> </table>Khotibul UmamAhmad SyaugiMuhamad Rasyid SyarifBilla IzzatiYudi Prastyo
Copyright (c) 2026 Khotibul Umam, Ahmad Syaugi, Muhamad Rasyid Syarif, Billa Izzati, Yudi Prastyo
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-044215316010.56211/factory.v4i2.846Perbaikan Tata Letak IMKM Bengkel Las Jaya di Kota Dumai Menggunakan Metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Grafik
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1215
<p>IMKM Bengkel Las Jaya merupakan usaha reparasi <em>body</em> mobil yang menghadapi permasalahan dalam tata letak fasilitasnya. Penempatan area kerja yang tidak terorganisir menyebabkan aliran proses menjadi tidak efisien, meningkatkan waktu tunggu, serta berisiko terhadap keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang tata letak fasilitas menggunakan metode <em>Systematic Layout Planning</em> (SLP) dan metode grafik guna meningkatkan efisiensi proses kerja. Penelitian ini menggunakan metode <em>Systematic Layout Planning</em> (SLP) dan metode berbasis grafik untuk menganalisis dan merancang ulang tata letak fasilitas. Tahapan yang dilakukan mencakup pengumpulan data lapangan, penyusunan <em>operation process chart</em>, <em>from-to chart</em>, <em>activity relationship chart</em>, dan pembuatan <em>relationship diagram</em>. Selanjutnya dilakukan perhitungan kebutuhan ruang dan perancangan alternatif <em>layout</em> berdasarkan kedekatan aktivitas serta evaluasi jarak perpindahan antar stasiun kerja menggunakan metode grafik. <em>Layout</em> terbaik dipilih berdasarkan efisiensi jarak dan alur produksi yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>layout</em> usulan mampu memperpendek jarak perpindahan antar stasiun kerja, memperbaiki alur kerja, serta memanfaatkan ruang secara lebih optimal. Dengan penerapan metode SLP dan grafik, <em>layout</em> usulan yang terpilih adalah <em>layout</em> dengan jarak perpindahan terkecil dengan hasil metode SLP yaitu sebesar 320,2 dan metode grafik 373,1. Hasil <em>layout</em> usulan IMKM Bengkel Las Jaya adalah <em>layout</em> usulan dengan pendekatan metode SLP yang memiliki jarak perpindahan terkecil yaitu sebesar 320,2. Berdasarkan perbandingan jarak perpindahan antar <em>layout</em>, didapat perpindahan menggunakan SLP memiliki total penghematan jarak sebesar 59% lebih rendah daripada menggunakan metode Grafik dengan total penghematan jarak sebesar 69,1%.</p>Gustina RahmawantiFitra FitraFitri MellisaYuniati Putri
Copyright (c) 2026 Gustina Rahmawanti, Fitra Fitra, Fitri Mellisa, Yuniati Putri
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-044216117510.56211/factory.v4i2.1215Analisis Produktivitas pada Departemen Produksi dengan Menggunakan Metode OMAX (Objective Matrix) dan AHP (Analytical Hierarchy Process)
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/928
<p>Produktivitas dari sebuah sistem industri merupakan kunci dari segalanya. Melalui pengukuran produktivitas, sebuah perusahaan akan memiliki standar yang akan digunakan untuk melakukan perbaikan- perbaikan sistem. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas pada departemen produksi PT XYZ menggunakan metode <em>Objective Matrix</em> (OMAX) dan <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas dengan <em>Fishbone</em> Diagram. Latar belakang penelitian didasarkan pada ketidaktercapaian target produksi gas oksigen di beberapa bulan tahun 2024, yang menunjukkan perlunya evaluasi dan perbaikan sistem produksi. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, penentuan kriteria produktivitas melalui wawancara, pembobotan indikator dengan AHP, serta perhitungan indeks produktivitas menggunakan OMAX. Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi produktivitas dengan indeks tertinggi pada Januari (182,67%) dan terendah pada Mei (-86,33%). Faktor utama yang memengaruhi penurunan produktivitas meliputi ketidakefisienan penggunaan bahan baku, ketidakhadiran karyawan, kerusakan mesin, dan <em>loses</em> yang tinggi. Berdasarkan analisis <em>Fishbone</em> Diagram, usulan perbaikan yang diberikan mencakup peningkatan perawatan mesin, penerapan sistem <em>reward</em> dan <em>punishment</em> untuk meningkatkan disiplin karyawan, serta pelatihan kerja yang terstruktur. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi perusahaan dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas departemen produksi. </p> <p> </p>Ageng Deny SetiawanMuriani Emelda IsharyaniRidzky Zul Asdi
Copyright (c) 2026 Ageng Deny Setiawan, Muriani Emelda Isharyani, Ridzky Zul Asdi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-044217618610.56211/factory.v4i2.928Analisis Optimalisasi Biaya Persediaan Multi-Item Single Supplier dengan Kendala Kapasitas Gudang Terbatas
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1317
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Pengendalian persediaan sangat krusial untuk menjaga kelancaran operasional perusahaan, kepuasan pelanggan dan efisiensi biaya. Banyak perusahaan menghadapi tantangan dalam mengelola banyak item yang bersumber dari satu pemasok, khususnya ketika terbatasnya kapasitas penyimpanan. Hampir semua perusahaan mengelola lebih dari satu jenis item dari satu pemasok saja agar memperoleh efisiensi pesanan terpusat. Namun, hal ini menimbulkan tantangan dalam menentukan kuantitas pemesanan optimal dan menjaga tingkat layanan tanpa melebihi batas Gudang. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sistem persediaan m<em>ultiitem single supplie</em>r dengan kendala keterbatasan luas gudang, sehingga diperoleh kebijakan optimal karena metode tersebut dapat menurunkan total biaya persediaan lebih dari 30%. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dengan 4 skenario (EOQ; EOQ kendala luas Gudang; Model <em>Inventory Multi Item</em>; Model EOQ dengan Metode <em>Multi Item Single Supplie</em>r dan luas kebutuhan yang dibutuhkan) dengan tujuan menganalisis dan membandingkan beberapa model pengelolaan persediaan dengan mempertimbangkan kendala-kendala nyata seperti luas gudang dan kebijakan pemesanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pendekatan memiliki keunggulan dan keterbatasannya masing-masing. Skenario 1 menunjukkan efisiensi biaya tertinggi namun tidak dapat diterapkan karena kebutuhan ruang yang melebihi kapasitas gudang. Skenario 2 berhasil menekan kebutuhan ruang hingga di bawah batas maksimum, tetapi menyebabkan lonjakan biaya yang signifikan. Skenario 3 menawarkan efisiensi biaya yang lebih baik dibanding skenario 2, namun masih belum <em>feasible</em> karena kebutuhan ruang yang besar. Sementara itu, Skenario 4 yang mengintegrasikan pendekatan <em>multi-item single supplier</em> dengan kendala ruang terbukti menjadi solusi paling seimbang, karena mampu memenuhi batasan fisik gudang sekaligus mempertahankan efisiensi logistik. Skenario 4 direkomendasikan sebagai model yang paling realistis dan aplikatif untuk diterapkan dalam pengelolaan persediaan di Gudang Material 2.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Nisa IsrofiNi Made Cyntia Utami
Copyright (c) 2026 Nisa Isrofi, Ni Made Cyntia Utami
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-044218719910.56211/factory.v4i2.1317Penerapan Metode Statistical Quality Control (SQC) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai Upaya Pengendalian Kualitas pada Produk Amplang
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/939
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Pengendalian kualitas merupakan faktor penting dalam menjaga mutu produk dan meningkatkan daya saing industri makanan ringan, termasuk produk amplang. UD Taufik Jaya Makmur menghadapi permasalahan tingginya tingkat produk cacat antara lain cacat remuk, tidak mengembang, dan gosong. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan penyebab cacat, menentukan tingkat risiko tertinggi, serta merumuskan usulan perbaikan guna meminimalkan kecacatan. Metode yang digunakan adalah <em>Statistical Quality Control</em> (SQC) untuk menganalisis jenis dan penyebab cacat melalui lembar pemeriksaan, histogram, peta kendali P, dan diagram sebab-akibat. Analisis lanjutan dilakukan menggunakan metode <em>Failure Mode and Effect Analysis</em> (FMEA) untuk memperoleh nilai <em>Risk Priority Number</em> (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total cacat sebesar 27.937 gram dari total produksi 700.000 gram dalam periode Maret 2025 hingga Mei 2025. Terdapat 18 penyebab cacat dengan 3 risiko prioritas kritis, yaitu cacat remuk disebabkan oleh penanganan kasar saat pemindahan produk dari prnggorengan hingga pengemasan (RPN 240), cacat tidak mengembang disebabkan komposisi bahan baku tidak sesuai standar resep (RPN 216), dan cacat gosong disebabkan pekerja lalai memantau suhu dan waktu pada saat penggorengan (RPN 144) yang disebabkan oleh faktor manusia dan faktor material, yang kemudian dilanjutkan dengan pembuatan rekomendasi usulan perbaikan dengan pendekatan 5W+1H. Usulan perbaikan meliputi penyusunan SOP penanganan produk dan penimbangan bahan baku, pelatihan berkala bagi pekerja, pengawasan rutin, serta penggunaan alat bantu seperti <em>timer</em> dan termometer otomatis untuk memastikan suhu dan waktu penggorengan sesuai standar, guna menjaga kualitas dan konsistensi produk.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Fitria DianiSuwardi Gunawan Ridzky Zul Asdi
Copyright (c) 2026 Fitria Diani, Suwardi Gunawan , Ridzky Zul Asdi
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-044220021010.56211/factory.v4i2.939Analisis Structural Equation Modeling Kualitas Pelayanan dan Keandalan Pasokan terhadap Kepuasan Pelaku Usaha (UMKM) dengan Citra Lembaga Pengelolaan Air Bersih sebagai Serial Mediasi Berbasis SmartPLS
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1298
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Air bersih merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, termasuk sektor UMKM yang sangat bergantung pada pasokan air dalam menjalankan aktivitas usaha. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan keandalan pasokan air terhadap kepuasan UMKM dengan citra lembaga pengelola air bersih sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 50 pelaku UMKM di Kota Bekasi dan dianalisis melalui <em>Structural Equation Modeling</em> berbasis SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model memiliki daya jelaskan yang tinggi dengan nilai R² sebesar 0,784 untuk citra lembaga dan 0,730 untuk kepuasan UMKM. Temuan menarik dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh negatif terhadap citra lembaga. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan aspek teknis pelayanan air bersih tidak secara otomatis memperbaiki persepsi UMKM terhadap lembaga penyedia, terutama ketika ekspektasi pelaku UMKM terhadap konsistensi layanan, komunikasi, dan respons kelembagaan belum terpenuhi. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya perbaikan kinerja pasokan dan pelayanan yang konsisten serta pengelolaan ekspektasi pelanggan melalui komunikasi yang transparan guna menjaga kepuasan dan memperkuat kepercayaan pelaku usaha. Oleh karena itu, pengelola layanan air bersih disarankan untuk tidak hanya berfokus pada peningkatan aspek teknis distribusi air tetapi juga memperkuat strategi komunikasi, transparansi informasi serta mekanisme penanganan keluhan UMKM.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Ade Irpan SabilahJasan Supratman
Copyright (c) 2026 Ade Irpan Sabilah, Jasan Supratman
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-044221121910.56211/factory.v4i2.1298Analisis Efektivitas Mesin Palletizer D dalam Upaya Meminimalisasi Downtime Area Dispatch pada Perusahaan Produsen Semen di Indonesia
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1103
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Penelitian ini dilakukan pada salah satu perusahaan yang memproduksi semen tersebar di Indonesia dan Asia Tenggara. Pada area <em>Dispatch</em>, terdapat 4 mesin <em>palletizer</em> yang beroperasi selama 24 jam tanpa henti dan berperan penting dalam proses pengemasan akhir. Berdasarkan data historis, mesin <em>palletizer</em> D tercatat memiliki durasi <em>downtime</em> tertinggi, sehingga menjadi fokus penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk meminimalkan <em>downtime</em> mesin dengan menggunakan perhitungan <em>Overall Equipment Effectiveness </em>(OEE) dan <em>Six Big Losses</em>. Berdasarkan hasil penelitian pada mesin <em>palletizer</em> D menghasilkan nilai rata-rata <em>Overall Equipment Effectiveness </em>(OEE) pada periode Juni hingga Oktober 2024 sebesar 74%. Analisis <em>Six Big Losses</em>, ditemukan bahwa kategori kerugian yang paling dominan adalah <em>breakdown losses</em> dengan persentase sebesar 15%. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa permasalahan utama yang terjadi disebabkan oleh kerusakan pada komponen motor, sehingga diperlukan penggantian komponen dengan unit yang baru untuk mengurangi potensi terjadinya kerugian serupa di masa mendatang.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Nazhira Alya ZevanaFany Apriliani
Copyright (c) 2026 Nazhira Alya Zevana, Fany Apriliani
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-044222023210.56211/factory.v4i2.1103Analisis Green Lean Manufacturing untuk Reduksi Waste dan Dampak Lingkungan pada Proses Pembuatan Tas
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1412
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>UD Hidayah Abadi merupakan usaha kecil menengah (UKM) yang bergerak di bidang produksi tas dan menghadapi tantangan berupa tidak tercapainya target produksi serta tingginya volume limbah produksi. Limbah utama yang dihasilkan berupa kain perca, sisa benang, dan oli bekas mesin yang berpotensi mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas penyebab pemborosan (waste), mengukur efisiensi proses produksi berdasarkan nilai tambah, serta mengevaluasi dampak lingkungan yang ditimbulkan dari limbah tersebut. Pendekatan Green Lean Manufacturing digunakan dengan metode Value Stream Mapping (VSM), Process Activity Mapping (PAM), serta simulasi Life Cycle Assessment (LCA) menggunakan metode ReCiPe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total waktu siklus produksi berhasil dikurangi dari 231,52 menit menjadi 195,82 menit, menghasilkan efisiensi sebesar 15,43%. Evaluasi dampak lingkungan menunjukkan bahwa kain denim mendominasi dengan emisi 748.8 kg CO₂-eq, hampir 1.5 kali lipat lebih tinggi dibandingkan kain kanvas yang menghasilkan 520.5 kg CO₂-eq. Kain parasut dan furing polyester menghasilkan emisi masing-masing 143.0 kg CO₂-eq dan 103.8 kg CO₂-eq. Keempat material tekstil ini secara kolektif menyumbang lebih dari 95% total emisi gas rumah kaca dari seluruh bahan yang dianalisis. Usulan perbaikan disusun menggunakan pendekatan kaizen, dengan fokus pada faktor manusia, mesin, material, metode, dan lingkungan untuk mendukung efisiensi dan keberlanjutan proses produksi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Marcel Albert HendrawanAswan MunangKhikmatul Aliyah
Copyright (c) 2026 Marcel Albert Hendrawan, Aswan Munang, Khikmatul Aliyah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-052026-01-054223324510.56211/factory.v4i2.1412Indentifikasi Jalur Kritis pada Proses Pemindahan Sarana Produksi Krimer Retail dengan Metode CPM pada PT X
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1382
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Industri manufaktur global menghadapi tantangan kompleks dalam mengelola proyek pemindahan fasilitas produksi, dimana keterlambatan dapat mengakibatkan kerugian finansial signifikan dan gangguan operasional berkepanjangan, khususnya dalam industri makanan dan minuman yang memiliki kompleksitas peralatan tinggi dan standar keamanan pangan ketat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi aktivitas jalur kritis, menentukan durasi optimal penyelesaian proyek, dan menganalisis aktivitas dengan float time dalam pemindahan sarana produksi krimer retail di PT X menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal, pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur dengan 8 responden (manajer proyek, technical engineer, maintenance staff, logistics coordinator, quality assurance, external mover, dan safety officer), serta dokumentasi perusahaan mencakup work breakdown structure dan laporan progres. Analisis data dilakukan melalui tahapan identifikasi 12 aktivitas proyek, penentuan dependensi, estimasi durasi, pembuatan diagram jaringan activity-on-node, perhitungan forward pass dan backward pass, serta identifikasi jalur kritis dan float time. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek pemindahan sarana produksi krimer retail di PT X dijadwalkan selesai dalam waktu optimal selama 36 hari kerja berdasarkan perhitungan CPM denga mengidentifikasi sembilan aktivitas kritis (A→B→C→E→F→H→J→K→L) yang merepresentasikan 83,3% dari keseluruhan aktivitas dengan durasi optimal 36 hari kerja atau 7,2 minggu. Aktivitas dengan durasi terpanjang meliputi persiapan pondasi dan utilitas (7 hari), pembongkaran mesin line 1 (6 hari), dan instalasi mesin (6 hari). Dua aktivitas non-kritis teridentifikasi memiliki float time yaitu pembongkaran mesin line 2 (1 hari) dan koneksi listrik dan pendingin (6 hari), memberikan fleksibilitas strategis dalam alokasi sumber daya. Penelitian merekomendasikan penerapan monitoring intensif pada aktivitas kritis, implementasi teknik fast-tracking, dan pemanfaatan float time sebagai buffer temporal untuk mengantisipasi kendala teknis guna meminimalkan risiko keterlambatan dan memastikan kelancaran transisi operasional.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Bily PrasiskoMuhamad Abdul Jumali
Copyright (c) 2026 Bily Prasisko, Muhamad Abdul Jumali
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-052026-01-054224625710.56211/factory.v4i2.1382A Systematic Review of Affordance Theory in Digital Transformation Research: Evidence from 2020–2025
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1351
<p>This study presents a Systematic Literature Review (SLR) of research applying Affordance Theory in the context of digital technology from 2020 to 2025. A total of 49 peer-reviewed studies were analyzed to identify dominant constructs, mediating mechanisms, boundary conditions, and research gaps. The findings show that <em>perceived</em>, <em>actualized</em>, and <em>technological affordances</em> serve as core constructs explaining how digital features enable or constrain user behavior. Mediating factors such as trust, engagement, and learning orientation influence how affordances translate into digital outcomes, while contextual conditions such as organizational culture and technological complexity shape their effectiveness. Despite its growing application, the literature remains fragmented, with limited theoretical integration and methodological diversity. Future research should adopt process-oriented, longitudinal, and mixed-method approaches to enhance the explanatory power of Affordance Theory. This review contributes to a clearer theoretical understanding of how digital affordances drive behavioral and organizational transformation in the evolving digital era.</p>Yolanda Noviasari MaramisSambas Ade KesumaFirman SyarifIskandar Muda
Copyright (c) 2026 Yolanda Noviasari Maramis, Sambas Ade Kesuma, Firman Syarif, Iskandar Muda
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-062026-01-064225826910.56211/factory.v4i2.1351Task Technology Fit and Financial Technology Adoption: A Systematic Literature Review on E-Money Contexts (2020-2025)
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1349
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>The rapid advancement of financial technology has positioned electronic money (e-money) as a critical innovation in modern payment systems, making the alignment between technological capabilities and user requirements essential for successful adoption. This study conducts a systematic literature review to examine the application of Task–Technology Fit (TTF) theory in e-money and digital payment research published between 2020 and 2025, with the aim of synthesizing empirical evidence and identifying theoretical and methodological gaps in the existing literature. Following the systematic review protocol proposed by Kitchenham and Charters, a comprehensive search was conducted in the Scopus database using predefined keywords related to TTF and fintech, yielding 1,424 articles that were subsequently filtered through inclusion and exclusion criteria to obtain 26 primary studies. Quality assessment was performed using five predefined criteria, and data extraction addressed five research questions concerning TTF model types, research focus, theoretical integration, methodological approaches, and knowledge gaps. The findings indicate that 80.8% of the reviewed studies employed extended or hybrid TTF models integrated with behavioral theories, particularly UTAUT/UTAUT2 and TAM. Most studies focused on technology adoption, followed by utilization and fit-related analyses, with quantitative approaches dominating the literature and SEM-PLS emerging as the most frequently used analytical technique. Geographically, research was concentrated in European countries, notably the United Kingdom, the Netherlands, and Switzerland, with a marked increase in publications observed in 2024. Despite the robustness of TTF in explaining e-money adoption, the review identifies persistent gaps related to contextual factors such as digital literacy and trust, limited cross-cultural perspectives, and a lack of longitudinal and experimental designs, highlighting the need for stronger theoretical integration and broader methodological approaches to advance fintech adoption research across diverse socio-economic contexts.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Nanda ChairunnisaSambas Ade KesumaFirman SyarifIskandar Muda
Copyright (c) 2026 Nanda Chairunnisa, Sambas Ade Kesuma, Firman Syarif, Iskandar Muda
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-062026-01-064227028610.56211/factory.v4i2.1349Perbandingan Metode Holt-Winters dan SARIMA untuk Memprediksi Permintaan Produk Fashion pada PT XYZ
https://jurnal.ilmubersama.com/index.php/factory/article/view/1401
<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="374"> <p>Permintaan produk <em>fashion</em> yang bersifat musiman dan dipengaruhi oleh tren sering menimbulkan ketidaksesuaian antara jumlah produksi dan penjualan. Kondisi tersebut terjadi di PT XYZ khususnya pada produk <em>casual jeans</em>, di mana volume produksi secara konsisten melebihi penjualan dan terus meningkat setiap tahun. Ketidakseimbangan tersebut menunjukkan perlunya sistem peramalan yang mampu menggambarkan pola permintaan secara lebih akurat untuk mendukung perencanaan produksi dan pengendalian persediaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan komparatif untuk membandingkan performa metode Holt-Winters dan <em>Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average</em> (SARIMA) dalam memprediksi permintaan produk <em>casual jeans. </em>Penelitian ini menggunakan data sekunder penjualan bulanan dari Januari 2022 hingga Desember 2024 yang dianalisis menggunakan perangkat lunak RStudio. Akurasi kedua model diukur menggunakan <em>Mean Absolute Scaled Error </em>(MASE) dan <em>Mean Absolute Percentage Error</em> (MAPE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Holt-Winters <em>Additive </em>menghasilkan nilai MASE sebesar 0,399 dan MAPE 2,97%, sedangkan metode Holt-Winters <em>Multiplicative</em> memiliki nilai MASE 0,228 dan MAPE 1,55%. Sementara itu, model SARIMA (0,1,1) (1,1,0) [12] menunjukkan kinerja terbaik dengan nilai MASE 0,216 dan MAPE 1,43%, yang merupakan tingkat kesalahan terendah dibandingkan metode lainnya. Dengan demikian, metode SARIMA lebih sesuai digunakan untuk memprediksi permintaan produk <em>casual jeans</em> dengan pola musiman, serta dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan produksi yang lebih efisien di PT XYZ.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Fauzan FirdausMumu KomaroVina Dwiyanti
Copyright (c) 2026 Fauzan Firdaus, Mumu Komaro, Vina Dwiyanti
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-122026-01-124228730810.56211/factory.v4i2.1401