Kadar Kalium pada Tanah dan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) pada Lahan Aplikasi dan Tanpa Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit

Abstract Views: 976   PDF Downloads: 1448

Authors

  • Hasan Wirayuda Institut Teknologi Sawit Indonesia, Medan
  • Sakiah Sakiah Institut Teknologi Sawit Indonesia, Medan
  • Tuty Ningsih Institut Teknologi Sawit Indonesia, Medan

DOI:

https://doi.org/10.56211/tabela.v1i1.168

Keywords:

Kalium; Defisiensi; Daun; Tanah

Abstract

Kalium merupakan unsur hara makro bagi tanaman yang berperan penting dalam proses metabolisme, mulai dari fotosintesis, translokasi asimilat hingga pembentukan pati, protein, dan aktivator enzim. Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) merupakan limbah pabrik kelapa sawit yang jumlahnya sangat melimpah. Pada setiap ton tandan kosong kelapa sawit mengandung unsur hara 1,5% N, 0,5% P, 7,3% K, dan 0,9% Mg yang dapat digunakan sebagai pupuk pengganti tanaman kelapa sawit. Penelitian ini dilaksanakan di Afdeling IV Kebun Sei Silau PT. Perkebunan Nusantara III. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskripsi, keadaan hara kalium pada dua macam perlakuan pada tanah dan tanaman pada lahan aplikasi tanpa aplikasi tandan kosong kelapa sawit di Afdeling IV Kebun Sei Silau PT. Perkebunan Nusantara III. Hasil penelitian menunjukkan kadar K total pada lahan aplikasi TKKS adalah 2830,50 ppm sedangkan pada lahan tanpa aplikasi TKKS adalah 2054,15 ppm. Kandungan K dapat ditukar pada lahan aplikasi TKKS yaitu 2,41 me/100 g sedangkan pada lahan tanpa aplikasi TKKS memiliki angka yaitu 0,84 me/100 g. Serapan hara K Tanaman pada lahan aplikasi TKKS adalah 0,77% dan serapan hara K Tanaman di lahan tanpa aplikasi TKKS adalah 0,69%. Serapan hara K tanaman pada kedua sampel dikategorikan kurang (defisiensi).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus, F. 1999. Kontribusi Bahan Organik Untuk Meningkatkan Produksi Pangan pada Lahan Kering Bereaksi Masam. Jurnal agro vol 19 (5): 8 18. Bogor.

Darmosarkoro, W. 2001. Penggunaan TKS dan Kompos TKS untuk Meningkatkan Pertumbuhn dan Produksi Tanaman. Lahan dan Pemupukan Kelapa Sawit, Vol. 1. Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan.

Gillot C. 2005. Perbandingan Unsur Hara Kalium pada Lahan Primer dan Lahan Gambut. Jurnal Agrikultura Vol 30 (7) 1 3. Kalimantan Barat.

Helmke, P.A. and D.I. Sparks. 1996. Lithium, sodium, potassium, rubidium and cesium. In Methods of Soil Analysis. Part 3 Chemical Methods – SSSA Book Series No. 5

Karama, A.S. 1992. Pengelolaan Jerami dan Pupuk Kalium pada Tanaman Padi di Lahan Sawah Tadah Hujan Kahat K. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan Vol 21 (1): 13 15. Jakarta.

Khaswarina, 2001. Peranan Kelapa Sawit (Elaesis guinensis Jacq) pada Sektor Pekebunan Indonesia. Jakarta.

Mutscher, H. 1985. Mineral nutrition of higher plant. Second Edition. Academic Press. Harcourt Brace& Company, Publisher. London.

Othman, A, Mohd Sukri, H.I, Wong, C.C, Eng P.K, Chen C.P., 1989. Integrasi Lembu daging di ladang-ladang kelapa Sawit. Teknologi Ternakan 1:105- 110. Serdang, Selangor.

Runhayat, A. 1995. Peranan unsur hara kalium dalam meningkatkan hasil dan daya tahan. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian. XIV (1):10-15

Soepardi, G. 1983. Sifat Dan Ciri Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian. IPB.

Syahbuddin, H.Y et al., 1998. Serapan Hara Nitrogen, Posfor dan Kalium Tanaman Kedelai (Glycine max, L. Merili) di Rumah Kaca pada Tiga taraf Intensitas Radiasi Surya dan Kadar Air Tanah Latosol. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Hlm. 20-35.

Downloads

Article History

Submitted: 2022-12-11
Published: 2022-12-11
Pages: 19-24

PlumX Metrics

How to Cite

Wirayuda, H., Sakiah, S., & Ningsih, T. (2022). Kadar Kalium pada Tanah dan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) pada Lahan Aplikasi dan Tanpa Aplikasi Tandan Kosong Kelapa Sawit. Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 1(1), 19–24. https://doi.org/10.56211/tabela.v1i1.168