Konflik Islam dan Kristen dalam Perubahan Sosial, Geografi, Ekologi, dan Kebencanaan di Aceh Singkil
Keywords:
Konflik agama, Aceh Singkil, perubahan sosial, geografi, ekologi, bencana.
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konflik antara komunitas Islam dan Kristen di Aceh Singkil dengan pendekatan multidimensi yang mencakup aspek sosial, geografis, ekologis, dan kebencanaan. Pendekatan kualitatif digunakan melalui metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik tidak semata-mata dilatarbelakangi oleh perbedaan agama, melainkan juga oleh perubahan struktur sosial akibat migrasi, ketimpangan akses terhadap sumber daya, kerusakan lingkungan, serta penanganan bencana yang tidak merata. Identitas keagamaan yang kuat, ditambah dengan minimnya ruang dialog dan lemahnya kebijakan inklusif, memperparah ketegangan antar kelompok. Rumah ibadah menjadi simbol resistensi dan representasi eksistensi kelompok, sehingga sering kali menjadi titik rawan konflik. Temuan ini sejalan dengan teori konflik sosial Coser dan teori identitas sosial Tajfel, serta diperkuat oleh teori ekologi politik Bryant & Bailey. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui pendekatan lintas sektor yang melibatkan dialog antaragama, pembangunan berbasis keadilan sosial, dan penguatan peran masyarakat lokal. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi akademik sekaligus masukan kebijakan bagi pemangku kepentingan dalam merancang solusi jangka panjang yang lebih inklusif dan berkelanjutan di wilayah multikultural seperti Aceh Singkil.
Downloads
References
Agnew, J. (2003). Geopolitics: Re-visioning World Politics. Routledge.
Bryant, R. L., & Bailey, S. (1997). Third World Political Ecology. Routledge.
Coser, L. A. (1956). The Functions of Social Conflict. Free Press.
Dahrendorf, R. (1959). Class and Class Conflict in Industrial Society. Stanford University Press.
Eck, D. L. (2001). A New Religious America: How a “Christian Country” Has Become the World’s Most Religiously Diverse Nation. HarperSanFrancisco.
International Crisis Group. (2016). Indonesia: The Dark Side of Church Burnings in Aceh. ICG Report.
Lederach, J. P. (1997). Building Peace: Sustainable Reconciliation in Divided Societies. United States Institute of Peace Press.
Oliver-Smith, A. (1996). Anthropological Research on Hazards and Disasters. Annual Review of Anthropology, 25, 303–328.
Soekanto, S. (2006). Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Pers.
Tajfel, H., & Turner, J. C. (1986). The Social Identity Theory of Intergroup Behavior. Dalam S. Worchel & W. G. Austin (Eds.), Psychology of Intergroup Relations (hlm. 7–24). Nelson-Hall.
Woodward, M. R. (2012). Java, Indonesia and Islam. Springer.
Wahid Institute. (2015). Laporan Tahunan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan di Indonesia. Wahid Foundation.
Kusuma, A. H. (2019). Konflik Keagamaan di Aceh Singkil: Analisis atas Ketegangan Sosial dan Ketimpangan Hukum. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 22(2), 101–117.
Syamsuddin, A. R. (2017). Peran Tokoh Agama dalam Penyelesaian Konflik Antarumat Beragama di Aceh. Jurnal Harmoni, 16(1), 1–12.
Yanuarti, S. (2015). Resolusi Konflik Antaragama di Indonesia: Studi Kasus Aceh Singkil. Jurnal Analisis CSIS, 44(2), 85–102.
Downloads
Article History
Pages: 15-20
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Siti Sardiana, Pulung Sumantri, Muhammad Adika Nugraha

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."








