Penanggalan Tradisional Suku Nias Dalam Prespektif Ilmu Astronomi Di Desa Bawodobara
DOI:
https://doi.org/10.56211/buana.v2i1.999Keywords:
Penanggalan Tradisional, Suku Nias, Fase Bulan, Astronomi, Etnoastronomi, Kearifan Lokal
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sistem penanggalan tradisional yang digunakan oleh masyarakat Suku Nias di Desa Bawodobara, serta menganalisisnya dari sudut pandang ilmu astronomi. Penanggalan tradisional ini diwariskan secara turun-temurun dan digunakan sebagai panduan dalam menentukan waktu bercocok tanam, melaut, serta pelaksanaan upacara adat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode etnografi, melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penanggalan masyarakat Nias berbasis pada pengamatan siklus bulan (fase-fase bulan), seperti bulan sabit, bulan penuh, dan bulan mati, yang sangat selaras dengan konsep kalender lunar dalam astronomi. Tokoh adat berperan penting sebagai penjaga waktu tradisional yang memahami tanda-tanda alam secara empiris. Dari perspektif etnoastronomi, praktik ini membuktikan bahwa pengetahuan lokal memiliki dasar observasi yang logis dan dapat dijelaskan secara ilmiah. Temuan ini juga mengungkap bahwa waktu dalam kebudayaan Nias tidak hanya bernilai praktis, tetapi juga sakral dan bermakna sosial. Meskipun mulai tergeser oleh modernisasi, sistem ini tetap menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian kearifan lokal melalui integrasi ilmu pengetahuan modern untuk menjaga warisan budaya yang berakar pada hubungan harmonis antara manusia dan alam semesta.
Downloads
References
Aveni, A. F. (2003). Archaeoastronomy in the New World: American Primitive Astronomy. Cambridge University Press.
Durkheim, E. (1912). The Elementary Forms of Religious Life. (Translated by K. E. Fields, 1995). Free Press.
Gulo, Y. (2018). Waktu dan ritus dalam adat pernikahan masyarakat Nias: Kajian etnografi. Jurnal Kebudayaan Indonesia, 14(2), 87–102.
Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Gramedia.
Purwanto, A. (2013). Pengetahuan lokal: Warisan budaya dan sains yang terlupakan. Jurnal Antropologi Indonesia, 34(1), 45–58.
Ridwan, M. (2017). Etnoastronomi masyarakat Sumba dalam perspektif ilmiah. Jurnal Sains dan Budaya, 6(2), 77–90.
Ruggles, C. L. N. (2015). Handbook of Archaeoastronomy and Ethnoastronomy. Springer.
Suyanto, B. (2020). Ilmu sosial dan integrasi kearifan lokal dalam pembangunan berkelanjutan. Jurnal Sosiologi Reflektif, 14(1), 1–15.
Wibisono, R. (2015). Kalender tradisional masyarakat Baduy dan keterkaitannya dengan astronomi. Jurnal Astronomi dan Kebudayaan Nusantara, 3(1), 34–49.
Zebua, F. (2005). Budaya Nias: Struktur Sosial dan Sistem Kepercayaan Tradisional. Pustaka Nias.
LIPI. (2010). Pengetahuan Tradisional Indonesia. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Hidayat, T. (2006). Astronomi dan Budaya: Perkembangan dan Pengaruhnya di Indonesia. Penerbit ITB.
Lestari, D. (2019). Transformasi penanggalan tradisional di tengah modernisasi: Studi kasus komunitas adat di Sumatera. Jurnal Budaya Nusantara, 5(2), 112–124.
Pranowo, S. (2016). Fase-fase bulan dan implikasinya terhadap sistem pertanian tradisional. Jurnal Geografi dan Kebudayaan, 11(3), 59–68.
Sitorus, T. (2021). Waktu dan Perubahan Musim dalam Kosmologi Masyarakat Adat Indonesia. Yayasan Pustaka Adat.
Downloads
Article History
Pages: 9-14
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Retno Gowasa, Hadiani Fitri, Pulung Sumantri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Buana Jurnal Geografi, Ekologi dan Kebencanaan."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."








