Implementasi Metode Certainty Factor untuk Diagnosa Dini Tuberkulosis (TBC) Paru dan Ekstra Paru Berbasis Web
DOI:
https://doi.org/10.56211/sudo.v5i2.1589Keywords:
Certainty Factor; Diagnosa Penyakit; Penyakit TBC; Sistem Pakar
Abstract
Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular akibat bakteri Mycobacterium tuberculosis yang masih menimbulkan beban kesehatan tinggi. Gejala TBC sering tumpang tindih dengan penyakit lain, sehingga tenaga kesehatan maupun masyarakat kerap menemui kendala saat melakukan identifikasi awal, terutama ketika akses ke fasilitas dan tenaga ahli terbatas. Penelitian ini mengembangkan sistem pakar berbasis web untuk membantu diagnosis dini TBC paru dan ekstra paru menggunakan metode Certainty Factor (CF) agar sistem dapat memodelkan ketidakpastian hubungan gejala dan penyakit. Penelitian menyusun basis pengetahuan dari studi literatur dan wawancara tenaga kesehatan, lalu memetakan pengetahuan ke dalam aturan (rule) serta bobot keyakinan yang direpresentasikan melalui nilai measure of belief dan measure of disbelief. Peneliti merancang aplikasi secara terstruktur melalui tahapan akuisisi pengetahuan, perancangan proses dan aliran data (flowchart, context diagram, dan data flow diagram), perancangan basis data, implementasi modul konsultasi, kemudian pengujian. Pengujian mencakup uji fungsional (blackbox) untuk memastikan setiap fitur berjalan sesuai kebutuhan, serta uji akurasi dengan membandingkan hasil perhitungan CF sistem terhadap diagnosis tenaga medis pada data uji. Sistem mengolah input gejala dari pengguna, menghitung tingkat kepastian setiap hipotesis penyakit, dan menampilkan diagnosis dengan nilai keyakinan serta rekomendasi penanganan. Hasil pengujian menunjukkan sistem memberikan hasil diagnosis dengan tingkat akurasi sebesar 85% dibandingkan diagnosis pakar, sehingga sistem dapat berperan sebagai alat bantu skrining awal TBC secara lebih cepat dan sistematis.
Downloads
References
[1] T. Alfianto, U. Kristen, and K. Wacana, “Aplikasi Diagnosa Dini Penyakit Tuberculosis Dengan Menggunakan Metode Certainty Factor,” pp. 121-127, 2018.
[2] N. Aini and H. R. Hatta, “Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Tuberkulosis,” vol. 12, no. 1, pp. 56-63, 2017.
[3] A. Aos and R. Riwanti, “Pelaksanaan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (Siak) Dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Informasi Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon,” CENDEKIA Jaya, vol. 1, no. 1, pp. 1-24, 2019, doi: 10.47685/cendekia-jaya.v1i1.6.
[4] R. Aprilia and R. Wijaya, “Implementasi Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan (Siak) Di Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Bandung Provinsi Jawa Barat,” J. Regist., vol. 2, no. 2, pp. 107-120, 2020, doi: 10.33701/jurnalregistratie.v2i2.2377.
[5] P. Astuti, “Penerapan Metode Waterfall Dalam Pembuatan Sistem Informasi Dana Kas Kecil Pada Pt. Natur Pesona Indonesia,” EVOLUSI J. Sains dan Manaj., vol. 8, no. 1, pp. 36-45, 2020, doi: 10.31294/evolusi.v8i1.7461.
[6] A. U. Bani and F. Nugroho, “Sistem Pakar Dalam Diagnosa Penyakit Tuberkulosis Otak Menggunakan Metode Certainty Factor,” vol. 4, pp. 1170-1174, 2020, doi: 10.30865/mib.v4i4.2507.
[7] Y. Bolo, B. Koten, B. Deta, and A. N. Weking, “Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Tuberkulosis Dengan Metode Fuzzy Tsukamoto Berbasis Web Mobile,” vol. 4, no. 3, pp. 43-52, 2025.
[8] M. H. Botutihe and T. L. Rahman, “Penerapan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Padi Menggunakan Metode Certainty Factor (CF) pada Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato,” vol. 8, no. 3, pp. 1748-1757, 2025.
[9] N. S. Fatonah, F. I. Komputer, and U. E. Unggul, “METODE CERTAINTY FACTORY DALAM MENDIAGNOSA,” vol. 2, no. 2, pp. 3030-3040.
[10] H. R. Hidayat and W. Wiguna, “Aplikasi Diagnosa Penyakit Tuberculosis Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Android,” vol. 3, no. 1, pp. 20-29, 2021.
[11] S. S. Ismail Ismail, Nursakti Nursakti, U. Lamappapoleonro, S. S. Selatan, P. Mata, and F. Chaining, “Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Mata Menggunakan Metode Forward Chaining Pada Rusd Latemmamala Soppeng,” vol. 1, no. 1, pp. 1-6, 2024, doi: 10.25126/Rister.
[12] J. Matematika, U. Medan, and F. Chaining, “Dengan Menggunakan Metode Forward,” vol. 8, no. 3, pp. 1-15, 2022.
[13] A. A. Nabila and A. Desiani, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tuberkulosis Dengan Metode Certainty,” pp. 1-7.
[14] S. Pakar and M. Penyakit, “Peqguruang: Conference Series,” vol. 3, no. April, 2021.
[15] S. F. Ramadhan, “Sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit tbc dengan metode certainty factor laporan tugas akhir,” 2023.
[16] A. Sari et al., “Sistem Informasi Layanan Kependudukan Berbasis Web Di Desa Pannai Makmur Kecamatan Semidang Aji Menggunakan PHP & MySQL,” vol. 12, no. 2, pp. 1-9, 2021.
[17] E. D. Sidqiyah, H. Mustafidah, M. A. Fitriani, and M. Hamka, “Jurnal Informatika: Jurnal pengembangan IT Pengembangan Sistem Pakar untuk Skrining Awal Penderita Penyakit Tuberkulosis Menggunakan Forward Chaining,” vol. 10, no. 2, pp. 348-358, 2025, doi: 10.30591/jpit.v10i2.8621.
[18] A. Sindar, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pohon Karet dengan Metode Certainty Factor,” vol. 4, no. 2, pp. 94-100, 2019.
[19] U. Sutisna, A. Fiorenza, D. Sofia, S. Fitri, P. Studi, and T. Informatika, “Sistem Pakar Diagnosa Penyakit TBC Menggunakan Algoritma Forward Chaining dan Certainty Factor Berbasis Android di Puskesmas Kedaung Barat,” vol. 8, no. 2, 2025.
[20] M. R. Syahwana and R. M. Simanjorang, “Analisa Sistem Pakar Metode Bayes Dalam Mendiagnosa Penyakit Tubercolosis,” vol. 1, pp. 57-66, 2022.
[21] I. Syamsudin et al., “Penerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Mendiagnosa Penyakit Tuberculosis (Tb) Paru Berbasis Web,” vol. 7, no. 2, pp. 126-135, 2022.
[22] M. A. Tahir, P. Studi, S. Informasi, U. Lamappapoleonro, K. Soppeng, and S. Selatan, “Sistem Informasi Rekam Medis Pasien Pada Puskesmas Sewo Dengan Metode Waterfall,” vol. 6, pp. 120-131, 2023.
[23] W. Wirdawati, R. Sovia, and B. Hendrik, “Diagnosa Penyakit Tuberkulosis Paru Menggunakan Metode Forward Chaining dan Certainty Factor,” pp. 5-8, 2025.
[24] D. S. Wulandari and M. G. Rohman, “Implementasi Metode Naïve Bayes Pada Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tuberculosis,” vol. 7, no. 3, pp. 64-76, 2023.
Downloads
Article History
Pages: 135-149
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ismail Ismail, Avrilia Qaudy Cindy, Putri Dewi Ramadani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada sudo Jurnal Teknik Informatika menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam sudo Jurnal Teknik Informatika dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa sudo Jurnal Teknik Informatika berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada sudo Jurnal Teknik Informatika."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."
Most read articles by the same author(s)
- Ismail Ismail, Wahyulis Hersya, Muh. Ajwa Suhail, Diagnosa Gangguan Mata pada Manusia Berbasis Web Menggunakan Metode Fuzzy Expert System , sudo Jurnal Teknik Informatika: Vol. 4 No. 4 (2025): Edisi Desember









