Dampak Alih Fungsi Lahan terhadap Perubahan Aspek Sosial dan Aspek Ekonomi (Studi Kasus Warga RW 10, Kebonagung, Kaliwates, Jember)

Abstract Views: 0   PDF Downloads: 0

Authors

  • Iyus Nita Mawaddah Universitas Jember
  • Lisana Oktavisanti Mardiyana Universitas Jember
  • Irmadatus Sholekhah Universitas Jember
  • Muthmainnah Muthmainnah Universitas Jember
  • Putri Wulandari Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.56211/tabela.v4i2.1873

Keywords:

Alih Fungsi Lahan; Aspek Sosial; Aspek Ekonomi

Abstract

Indonesia terus mengalami pertumbuhan penduduk mengakibatkan peningkatan tutupan hutan dan non-hutan. Peningkatan populasi manusia menjadi penyebab meningkatnya permintaan akan kawasan pemukiman yang menjadi faktor konversi lahan. Kondisi ini terjadi pada warga RW 10, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak konversi lahan terhadap aspek sosial meliputi adaptasi sosial, stratifikasi sosial, perubahan sosial, dan mobilitas sosial serta aspek ekonomi meliputi pekerjaan, pendapatan, dan aset kepemilikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Proses Pengumpulan data penelitian melalui observasi dan wawancara dengan partisipan pada Desember 2025. Wawancara dilakukan secara mendalam baik sebelum maupun saat penelitian kepada subjek penelitian berjumlah 29 orang meliputi petani dan non-petani. Partisipan dipilih sesuai kriteria berdasarkan tujuan penelitian yaitu warga terdampak adanya konversi lahan, warga yang menempati wilayah baru setelah disediakan oleh pihak pelaku konversi lahan dan warga yang merupakan petani pemilik sawah di daerah konversi lahan. Wawancara dilakukan dengan cara tanya jawab oleh partisipan penelitian secara langsung menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun oleh peneliti terkait aspek sosial dan aspek ekonomi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya alih fungsi lahan dinilai berdampak positif dan negatif jika dilihat dari aspek sosial karena banyak gagasan baru dan fasilitas publik yang sebelumnya belum ada. Sementara itu, dalam aspek ekonomi, terjadinya konversi lahan dinilai berdampak negatif, terutama bagi buruh tani yang tidak dapat berkembang dalam kegiatan yang menghasilkan pendapatan. Selain itu, aset yang dimiliki warga atas nama sendiri sebelum konversi lahan terjadi, saat ini tidak lagi mereka miliki.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik. (2025, January 19). Rekapitulasi luas penutupan lahan Indonesia. https://www.bps.go.id/assets/statistics-table/1/MjA4NCMx/luas-penutupan-lahan-indonesia-di-dalam- dan-di-luar-kawasan-hutan-tahun-2014-2023-menurut-kelas--ribu-ha-.html

Badan Pusat Statistik. (2025, June 30). Jumlah penduduk pertengahan tahun (ribu jiwa). https://www.bps.go.id/id/statistics- table/2/MTk3NSMy/jumlah-penduduk-pertengahan-tahun--ribu-jiwa-.html

Bungin, B. (2013). Metodologi penelitian sosial dan ekonomi: Format-format kuantitatif dan kualitatif untuk studi sosiologi, kebijakan publik, komunikasi, manajemen, dan pemasaran. Kencana.

Desmawan, D. (2024). Dampak pengalihan fungsi lahan pertanian menjadi lahan pemukiman dan industri di kawasan Kabupaten Bekasi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 3(2), 115–121.

Dirgantara, A. E. (2021). Dinamika perubahan sosial dalam syndrom hyperrealitas. Jurnal Dialektika, 2(1), 1–9.

Hossaimah. (2017). Dekonstruksi hukum dalam pengaturan alih fungsi lahan untuk menjamin kepastian hukum. Untag Press Indonesia.

Lambin, E. F. (2021). From land-use/land-cover to land system science. Ambio, 50, 1291–1294.

Meisartika, R. (2021). Karakteristik gaya kepemimpinan terhadap kinerja kerja pegawai Kantor Camat Meureubo Kabupaten Aceh Barat. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 4(2), 507–518.

Ningsih, K. (2022). Dampak alih fungsi lahan pertanian terhadap sosial ekonomi rumah tangga petani padi. Jurnal Cemara, 19(2), 47–60.

Pattinasarany, I. R. I. (2016). Stratifikasi dan mobilitas sosial. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Rahmadewi, R., & Kurniati, E. (2025). Dampak alih fungsi lahan terhadap pembangunan daerah: Studi kasus di Kabupaten Kendal. Jurnal Ilmu Ekonomi, 4(1), 298–322.

Rozci, F. (2023). Analisis faktor alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian di Jawa Timur. Jurnal Ilmiah Sosio Agribis, 23(1), 35–42.

Rusdi, R. R. (2023). Perubahan struktur sosial ekonomi masyarakat akibat alih fungsi lahan di Desa Transmigrasi Batang Pane, Kecamatan Halonggonan Timur Kabupaten Padang Lawas Utara. Jurnal Sibatik, 2(5), 1589–1608.

Rustam, A., Hendriana, T. I., & Hartono, P. G. (2025). Bisnis dan keuangan. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Shahpari, S., & Eversole, R. (2024). Planing to ‘Hear The Farmer’s Voice’: An agent-based modelling approach to agricultural land use planning. Applied Spatial Analysis and Policy, 17, 115-138.

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Toni Nasution, L. Y. (2024). Perubahan sosial masyarakat Desa Sundutan Tigo. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 1163–1170.

Usman, H., & Akbar, P. S. (2009). Metodologi penelitian sosial. Bumi Aksara.

Downloads

Article History

Submitted: 2026-07-02
Published: 2026-07-18
Pages: 71-80

PlumX Metrics

How to Cite

Mawaddah , I. N., Mardiyana, L. O., Sholekhah, I., Muthmainnah, M., & Wulandari, P. (2026). Dampak Alih Fungsi Lahan terhadap Perubahan Aspek Sosial dan Aspek Ekonomi (Studi Kasus Warga RW 10, Kebonagung, Kaliwates, Jember). Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 4(2), 71–80. https://doi.org/10.56211/tabela.v4i2.1873

Issue

Section

Articles