Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Memilih Varietas Ubi Cilembu

Abstract Views: 1506   PDF Downloads: 2012

Authors

  • Melbi Tanjung Universitas Persatuan Islam, Bandung
  • Risfan Sobari Universitas Persatuan Islam, Bandung

DOI:

https://doi.org/10.56211/tabela.v1i2.263

Keywords:

Keputusan; Petani; Varietas; Cilembu

Abstract

Ubi Cilembu yang disukai oleh masyarakat adalah varietas Neerkom namun dari segi produksi termasuk rendah bila dibandingkan dengan kultivar unggul hasil penelitian. Salah satu penyebab rendahnya produksi ubi varietas Neerkom adalah wilayah yang ditanami membutuhkan kondisi iklim dan tanah yang spesifik. Adanya penurunan produktivitas pada ubi varietas Neerkom menyebabkan munculnya varietas lain yang dikembangkan oleh petani. Keputusan petani yang beragam menyebabkan keragaman dalam pemilihan varietas ubi Cilembu. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam memilih varietas ubi Cilembu. Secara teoritis keputusan petani dipengaruhi oleh faktor ekologi, ekonomi, dan sosial budaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, observasi dan dokumentasi. Faktor-faktor dianalisis dengan menggunakan model analisis jalur (path analysis). Dari hasil analisis jalur, faktor ekologi merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan petani dalam memilih varietas ubi Cilembu. Untuk membantu petani dalam mengembangkan sistem usaha tani harus memahami bagaimana keputusan diambil oleh petani dan alasan apa yang melatarbelakanginya. Jika terjadi perubahan lingkungan ekologis, ekonomis, dan sosial budaya masyarakat maka petani dapat beradaptasi. Dengan demikian pertanian mencakup suatu proses pengambilan keputusan tanpa akhir, baik itu jangka pendek, menengah, dan panjang yang dapat berubah dari waktu ke waktu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Buku:

Agata, W. and T.Takeda, (1982). The Characteristics of Dry Matter and Yield Production in Sweet Potato Under Field Conditions. In R.L. Villareal and T.D. Griggs (ed.), Proc. 1st int. Symp. Sweet Potato. AVEDC, Taiwan. p.119-127.

Gaspersz, V. (1991). Teknik Penarikan Contoh untuk Penelitian Survei. Bandung: Tarsito.

Mosher, A. T. (1987). Menggerakan dan Membangun Pertanian. Cet ke-12. Jakarta: Yasaguna dengan kerjasama Franklin Book Programs, Inc. New York.

Reijntjes, C., B. Havekort, dan W. Bayer. (1999). Pertanian Masa Depan Pengantar untuk Pertanian Berkelanjutan dengan Input Luar Rendah (diterjemahkan oleh Y. Sukoco, SS). Yogyakarta: Kanisius.

Riduwan dan E. A. Kuncoro. (2011). Cara Menggunakan dan Memaknai Path Analysis (Analisis Jalur). Bandung: Alfabeta.

Rogers, E. M. (1985). Komunikasi dan Pembangunan: Perspektif Kritis. Terjemahan Nurdin D. Jakarta: LP3ES.

Rogers E. M. dan Shoemaker. (1981). Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Terjemahan Hanafi. Surabaya: Usaha Nasional.

Rukmana, R. (1997). Ubi Jalar Budidaya dan Pasca Panen. Yogyakarta: Penerbit Kanisisus..

Singarimbun, M. dan S. Effendi. (1995). Metode Penelitian Survai. Jakarta; PT Pustaka Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES).

Soekartawi. (1993). Prinsip Dasar Ekonomi Pertanian Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT RajaGrafindo.

Soekartawi. (2005). Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Jakarta: Universitas Indonesia.

¬

Soemarwoto, O. (2004). Ekologi, Lingkungan Hidup dan Pembangunan. Jakarta: Djambatan.

Winarno, F. G. Dan M. A. Wirakartakusumah. (1981). Fisiologi Pasca Panen. Jakarta: Sastra Hudaya.

Winarno, F.G. (2002). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Jurnal:

Hadiat, M. A., & Herdiani, W. (2023). Partisipasi Masyarakat dalam Pelestarian Kawasan Guha Pawon Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat. ARMADA : Jurnal Penelitian Multidisiplin, 1(4), 302–309. https://doi.org/10.55681/armada.v1i4.489 DOI: https://doi.org/10.55681/armada.v1i4.489

Onggo, T. M. (2006). Perubahan Komposisi Pati dan Gula Dua Jenis Ubi Jalar Nirkum “Cilembu” Selama Penyimpanan. Jurnal Bionatura Vol. 8, No. 2, Juli 2006: 161-170.

Solihin, M.A., Sitorus, S.R.P, Sutandi, A. and Widiatmaka. (2017). Karakteristik Lahan dan Kualitas Kemanisan Ubi Jalar Cilembu. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), Volume 7(3): 251-259, doi:http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.7.3.251-259. DOI: https://doi.org/10.29244/jpsl.7.3.251-259

Sutoro & Minantyorini (2003) Karakterisasi ukuran dan bentuk ubi plasma nutfah ubi jalar. Buletin Plasma Nutfah, 9 (2), 1–6. doi: 10.21082/blpn.v9n2.2003. p. 1–6.

Tanjung, M. (2023). Proses Pergantian Varietas Ubi Cilembu sebagai Bentuk Adaptasi Petani terhadap Penurunan Produksi Varietas Neerkom. Jounal Of Enviromental Science Sustainable, 4(1), PDF 8 - 14. doi:10.31331/envoist.v4i1.2474

Tanjung, M & Nida Amani Nurfadliela. (2023). Strategy of Development Cilembu Sweet Potato Farming Sustainably. Jendela ASWAJA, 4(01), 21-36. Retrieved from http://journal.unucirebon.ac.id/index.php/jeas/article/view/398

Vriest, C. A., J. D. Ferwerda, and Flach. (1967). Choice of food crop in relation to actual and potential production in the tropics. Neth. J. Agric. Sci. 15: 240-248.] DOI: https://doi.org/10.18174/njas.v15i4.17429

Wulan, S. R., (2022). Pengelolaan Lingkungan Perdesaan melalui Wisata Perdesaan. EnviroSan: 5(1). Retrieved from https://e-jurnal.ukri.ac.id/index.php/envirosan/article/view/3153

Skripsi/ Tesis/ Disertasi:

Chandria, W. (2011). Keragaman Genetik dan Stabilitas Hasil 37 Aksesi Plasma Nutfah Ubi Jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam) Eksotik Asal Jawa Barat. [Tesis] Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung

Hartati, A. (2002). Pengambilan Keputusan Petani Kentang dalam Memilih Benih dan Hubungannya dengan Peningkatan Pendapatan Usaha Tani Kentang (Studi di Dataran Tinggi Dieng Jawa Tengah). [Disertasi] Universitas Padjadjaran, Bandung.

Maulana, H., B. Waluyo, dan A. Karuniawan. 2011. Status Budidaya Varietas Neerkom dan Eno di Sentra Produksi Ubi Jalar Cilembu Kabupaten Sumedang. Dalam [Kumpulan Makalah Hasil Penelitian Ubi Jalar dan Kerabat Liar Ubi Jalar]. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung. Seminar Nasional PERIPI Komda Banyumas 8-9 Juli 2011.

Solihin, M.A. (2017). Model Penentuan Kriteria Kesesuaian Lahan Ubi Jalar Cilembu Varietas Rancing Berbasis Karakteristik Spesifik Lokasi. Disertasi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Waluyo B., S. L. Rahmannisa, dan A. Karuniawan. (2011). Diversitas Morfologi dan Fenologi serta Ancaman terhadap Varietas Lokal Ubi Jalar Asal Cilembu. [Kumpulan Makalah Hasil Penelitian Ubi Jalar dan Kerabat Liar Ubi Jalar]. Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Bandung

Suek, J. (1994). Faktor-Faktor Penentu Keputusan Petani Memilih Pola Agroforestri Tradisional Antar Zona di Kawasan Timor Barat. [Tesis] Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Suraji. (2006). Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Keputusan Inovasi Pengrajin dalam Proses Adopsi Instalasi Pengolahan Air Limbah Biogas Industri Tahu di Kabupaten Boyolali. [Tesis] Universitas Padjadjaran, Bandung.

Widjojoko, T. (2002). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Petani Berusahatani Melati Gambir (Jasminum multiflorum) di Kabupaten Purbalingga. [Tesis] Universitas Padjadjaran, Bandung.

Situs Internet

Badan Pusat Statistik, dalam web : https://www.bps.go.id/.

National Geographic Indonesia. (2019). Kepunahan Biodiversitas Tertinggi, Indonesia Peringkat Ke-6. https://nationalgeo¬graphic.grid.id/read/131833161/kepunahan-biodiver¬sitas-tertinggi-indonesia-peringkat-ke-6

Downloads

Article History

Submitted: 2023-05-09
Published: 2023-05-12
Pages: 32-44

PlumX Metrics

How to Cite

Tanjung, M., & Sobari, R. (2023). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keputusan Petani dalam Memilih Varietas Ubi Cilembu. Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 1(2), 32–44. https://doi.org/10.56211/tabela.v1i2.263

Issue

Section

Articles