Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Balita Usia 24-60 Bulan
DOI:
https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i1.1043Keywords:
Balita; Perkembangan; Pendidikan Ibu; Status Ekonomi; Status Gizi
Abstract
Perkembangan merupakan proses bertambahnya kemampuan tubuh maupun tingkah laku yang lebih matang dan kompleks. Indonesia menjadi negara nomor tiga dengan gangguan perkembangan tertinggi di Asia Tenggara. Faktor penyebab terjadinya gangguan perkembangan pada balita disebabkan oleh tingkat pendidikan orang tua, status ekonomi, status gizi, faktor lingkungan, dan stimulasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan pada balita usia 24-60 bulan. Desain penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) dan observasi yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kemayoran. Analisis data menggunakan spearman rho dengan besar sampel sebanyak 97 responden. Sebagian besar status pendidikan ibu tinggi (75.3%) hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status pendidikan ibu dengan perkembangan balita usia 24-40 bulan p value 0.173, mayoritas status ekonomi otang tua tinggi (72.2%) didapatkan hasil terdapat hubungan antara status ekonomi keluarga dengan perkembangan pada balita usia 24-60 bulan p value 0.001, dan status gizi sebagian besar normal (47,4%) hasil menunjukkan tidak terdapat hubungan antara status gizi (BB/U) berdasarkan z score dengan perkembangan balita usia 24-60 bulan p value 0.349. Faktor-faktor yang berhubungan dengan perkembangan balita usia 24-60 bulan status ekonomi, sedangkan pendidikan ibu dan status gizi tidak termasuk dalam faktor yang berhubungan dengan perkembangan balita usia 24-60 bulan.
Downloads
References
Ahzani, Y., Erika, K. A., Arbianingsih, & Yayah Rokhayah. (2024). Buku Ajar Tumbuh Kembang Anak. Nuansa Fajar Cemerlang.
Aisyiah, A. (2019). Pengaruh Stimulasi Tumbuh Kembang Terhadap Perkembangan Anak Usia Prasekolah di Raudhatul Athfal An-Nur Jagakarsa, Jakarta Selatan. Journal Educational of Nursing(Jen), 2(1), 62–68. https://doi.org/10.37430/jen.v2i1.12 DOI: https://doi.org/10.37430/jen.v2i1.12
Andriani, Y., Raraningrum, V., & Yunita, R. D. (2019). Faktor yang Berhubungan dengan Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah di TK Nurul Husada Kalibaru Banyuwangi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 6(1), 611–618. https://doi.org/10.55500/jikr.v6i1.69 DOI: https://doi.org/10.55500/jikr.v6i1.69
Astuti, R. W., & Damayanti, D. S. (2023). Hubungan Pemberian Mp-Asi Dini Terhadap KejadianStunting Pada Balita Di Masa Pandemi Covid-19 Tahun2022. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), 291–295. DOI: https://doi.org/10.35473/proheallth.v5i1.2121
Baiti, N. (2020). Pola Asuh dan Komunikasi Orang Tua Terhadap Perkembangan Bahasa Anak. PAUD Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol 4, No 1, Oktober 2020, 4(1), 42–50. https://doi.org/10.31849/paud-lectura.v DOI: https://doi.org/10.31849/paud-lectura.v4i01.4959
Chee, R. M., Capper, T. S., & Muurlink, O. T. (2023). The impact of social media influencers on pregnancy, birth, and early parenting experiences: A systematic review. Midwifery, 120. https://doi.org/10.1016/j.midw.2023.103623 DOI: https://doi.org/10.1016/j.midw.2023.103623
Direktorat Statistik Kesejahteraan. (2024). Profil Kesehatan Ibu dan Anak 2024. Badan Pusat Statistik Indonesia. https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/31/a919c55a72b74e33d011b0dc/profil-kesehatan-ibu-dan-anak-2024.html
Emerson, E., & Llewellyn, G. (2025). Using UNICEF’s Early Child Development Index 2030 to Identify Young Children With Significant Cognitive Delay. Journal of Intellectual Disability Research, 621–629. https://doi.org/10.1111/jir.13245 DOI: https://doi.org/10.1111/jir.13245
Hening Prastiwi, M. (2019). Overview of Growth and Development in Children Age 3-6 Years. Jiksh, 10(2), 242–249. https://doi.org/10.35816/jiskh.v10i2.162
K, F. A., Hamsah, I. A., Darmiati, D., & Mirnawati, M. (2020). Deteksi Dini Tumbuh Kembang Balita di Posyandu. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 12(2), 1003–1008. https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.441 DOI: https://doi.org/10.35816/jiskh.v12i2.441
Kementrian Kesehatan RI. (2023). Pedoman Pelaksanaan SDIDTK. In kemenkes RI.
Likhar, A., & Patil, M. S. (2022). Importance of Maternal Nutrition in the First 1,000 Days of Life and Its Effects on Child Development: A Narrative Review. Cureus, 14(10), 8–13. https://doi.org/10.7759/cureus.30083 DOI: https://doi.org/10.7759/cureus.30083
Ponidjan, T. S., Batmomolin, A., Ritawati, Kusmiyati, Damayanti, D. S., Andhika, M. R., & Wabula, W. M. (2025). TUMBUH KEMBANG ANAK (La Ode Ali). Media Pustaka Indo.
Pratama, A. A., Ardian, J., Lastyana, W., Jauhari, M. T., & Rahmiati, B. F. (2023). Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Anak Usia 1-5 Tahun Relationship Between Nutritional Status And Child Development Ages 1-5 Years. Nutriology: Jurnal Pangan, Gizi, Kesehatan, Volume 04(Nomor 02), 33–38. DOI: https://doi.org/10.30812/nutriology.v4i2.3239
Saavedra, J. M., & Prentice, A. M. (2023). Nutrition in school-age children: a rationale for revisiting priorities. Nutrition Reviews, 81(7), 823–843. https://doi.org/10.1093/nutrit/nuac089 DOI: https://doi.org/10.1093/nutrit/nuac089
Salsabila, F. I., Widiastuti, S. S., & Argarini, D. D. (2022). Hubungan Pendidikan Dan Pola Asuh Orang Tua Dengan Perkembangan Anak Usia Prasekolah 3-6 Tahun Di TK Nurul Abror Cibinong. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 2(4), 648–658. https://doi.org/10.33024/mahesa.v2i4.6067 DOI: https://doi.org/10.33024/mahesa.v2i4.6067
Setiyani, A. S. E. (2016). Asuhan Kebidanan Neonatus, Bayi, Balita dan Anak Prasekolah. Pusdik SDM Kesehatan Kemenkes RI.
Silawati, V., Nurpadilah, & Surtini. (2020). Deteksi Dini Pertumbuhan Dan Perkembangan Anak Usia Dini Di Pesantren Tapak Sunan Jakarta Timur Tahun 2019. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 88–93. https://doi.org/10.31949/jb.v1i2.249 DOI: https://doi.org/10.31949/jb.v1i2.249
Talango, S. R. (2020). Konsep Perkembangan Anak Usia Dini. Early Childhood Islamic Education Journal, 1(1), 92–105. https://doi.org/10.54045/ecie.v1i1.35 DOI: https://doi.org/10.54045/ecie.v1i1.35
Unicef; WHO. (2018). Nurturing care for early child development. In Medico e Bambino (Vol. 37, Nomor 8). Unicef WHO.
Warseno, A. (2019). Tingkat Pendidikan Ibu Memiliki Hubungan Dengan Status Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Prasekolah. Jurnal Keperawatan Malang, 4(1), 57–66. https://doi.org/10.36916/jkm.v4i1.83 DOI: https://doi.org/10.36916/jkm.v4i1.83
WHO. (2018). -. In Word Health Organization (Vol. 1, Nomor 1).
Yulianda, A. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keterlambatan Berbicara Berbicara Pada Anak Balita. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(2), 12–16. https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/Bahastra/article/view/1137
Downloads
Article History
Pages: 74-80
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Dina Damayanti, Syah Maharatu

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."









