Analisis Ketercapaian Indikator Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan berdasarkan Kategori Jumlah Jiwa tiap Rukun Tetangga di Kelurahan Rungkut Menanggal

Abstract Views: 183   PDF Downloads: 177

Authors

  • Dyah Septiani Dewi Universitas Respati Yogyakarta, Yogyakarta
  • Nugroho Susanto Universitas Respati Yogyakarta, Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i1.1063

Keywords:

Stop BABS; STBM; Jamban; RT; Jumlah Jiwa

Abstract

 

Pilar Stop buang air besar sembarangan (BABS) dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, sehingga menjadi strategi penting dalam mengubah perilaku dan meningkatkan akses ke fasilitas sanitasi. Namun, ketercapaian indikator pada pilar ini belum banyak dikaji pada tingkat komunitas kecil seperti Rukun Tetangga (RT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian indikator berdasarkan kategori jumlah jiwa tiap RT di Kelurahan Rungkut Menanggal. Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder dari Aplikasi Sayang Warga Surabaya tahun 2023 yang dianalisis secara tabulatif berdasarkan klasifikasi jumlah jiwa (kecil: ≤ 50 jiwa, sedang: 50 – 100, dan besar: > 100 jiwa) terhadap 4 indikator yakni Buang Air Besar di Jamban, Jamban Milik Sendiri, Jamban Kloset Leher Angsa, dan Bangunan Bawah Tangki Septik. Sebagian besar RT telah menunjukkan capaian sempurna pada 3 indikator, sedangkan indikator Jamban Milik Sendiri baru mencapai 94% RT. Selain itu, RT dengan kategori jumlah jiwa kecil dan sedang cenderung belum seluruhnya memiliki jamban milik sendiri, sementara RT dengan kategori jumlah jiwa besar justru telah mencapai seluruh indikator. Temuan ini mengindikasikan bahwa capaian sanitasi tidak hanya dipengaruhi oleh ukuran populasi, tetapi juga oleh faktor pengetahuan dan sikap, persepsi dan norma sosial, serta dalam kasus ini juga dipengaruhi oleh letak spasial geografis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aphirta, S., Buana, C. S., Astono, W., & Farrel, M. (2024). Analisis kondisi infrastruktur sanitasi air limbah di pemukiman padat penduduk Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur. Jurnal Bhuwana, 4(1), 75–86. https://doi.org/10.25105/bhuwana.v4i1.20080 DOI: https://doi.org/10.25105/bhuwana.v4i1.20080

Aulia, I. P., Thohari, I., Sari, E., & Hermiyanti, P. (2024). Kondisi sanitasi dasar rumah dan perilaku masyarakat dalam penggunaan jamban di RW 08 Kelurahan Ampel Kota Surabaya tahun 2023. Ruwa Jurai: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(3), 145–155. https://doi.org/10.26630/rj.v17i3.4003 DOI: https://doi.org/10.26630/rj.v17i3.4003

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Distribusi persentase rumah tangga menurut kabupaten/kota dan penggunaan fasilitas tempat buang air besar di Provinsi Jawa Timur. Dikutip dari https://jatim.bps.go.id/id/statistics-table/1/MzAxMyMx/distribusi-persentase-rumah-tangga-menurut-kabupaten-kota-dan-penggunaan-fasilitas-tempat-buang-air-besar-di-provinsi-jawa-timur--2022.html

Badan Pusat Statistik (BPS). (2022). Jumlah jenis penyakit tetanus. Dikutip dari https://jatim.bps.go.id/id/statistics-table/1/MzAxMyMx/distribusi-persentase-rumah-tangga-menurut-kabupaten-kota-dan-penggunaan-fasilitas-tempat-buang-air-besar-di-provinsi-jawa-timur--2022.html

Badan Pusat Statistik (BPS). (2024). Persentase rumah tangga yang masih mempraktikkan buang air besar sembarangan (BABS) di tempat terbuka menurut provinsi dan klasifikasi desa, 2023–2024. Dikutip dari https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjE3NiMy/persentase-rumah-tangga-yang-masih-mempraktikkan-buang-air-besar-sembarangan--babs--di-tempat-terbuka-menurut-provinsi-dan-klasifikasi-desa--persen-.html

Badan Pusat Statistik Kota Surabaya. (2022). Kecamatan Gunung Anyar dalam angka 2022. BPS Kota Surabaya. Dikutip dari https://surabayakota.bps.go.id/id/publication/2022/09/26/d9ac621029365813e45d919d/kecamatan-gunung-anyar-dalam-angka-2022.html

Cameron, L., Olivia, S., & Shah, M. (2019). Scaling up sanitation: Evidence from an RCT in Indonesia. Journal of Development Economics, 138, 1–16. https://doi.org/10.1016/j.jdeveco.2018.12.001 DOI: https://doi.org/10.1016/j.jdeveco.2018.12.001

Colombo, V. P., Chenal, J., Orina, F., Meme, H., Koffi, J. D. A. A., Kone, B., & Utzinger, J. (2023). Environmental determinants of access to shared sanitation in informal settlements: A cross-sectional study in Abidjan and Nairobi. Infectious Diseases of Poverty, 12(1), 34. https://doi.org/10.1186/s40249-023-01078-z DOI: https://doi.org/10.1186/s40249-023-01078-z

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Republik Indonesia. (2023). Laporan tahunan 2022: Stop buang air besar sembarangan di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.

Dzilfiyah, D., Melizza, N., Kurnia, A. D., & Masruroh, N. L. (2022). Determinant factors that influence open defecation behavior in rural communities in Indonesia. Media Keperawatan Indonesia, 5(3), 192–198. https://doi.org/10.26714/mki.5.3.2022.192-198 DOI: https://doi.org/10.26714/mki.5.3.2022.192-198

Fitrianingsih & Wahyuningsih. S. (2020). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku buang air besar sembarangan (BABS) (Studi kasus Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima). Jurnal Sanitasi dan Lingkungan, 1(2), 52–57. https://e-journal.sttl-mataram.ac.id.

Gargita, I. W., Miswan, & Rosnawati. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan jamban setelah pemicuan STBM di Desa Pantolobete wilayah kerja Puskesmas Lalundu Despot Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala. Jurnal Kolaboratif Sains, 3(5), 223–231. https://doi.org/10.56338/jks.v3i5.1718 DOI: https://doi.org/10.56338/jks.v3i5.1718

Gobai, P., Ibrahim, N. S. I., & Pratama, G. (2024). The influence of clean water sources on toilet ownership and waste processing with diarrhea disease incidence in toddlers. The International Science of Health Journal, 2(4), 63–79. https://doi.org/10.59680/ishel.v2i4.1543 DOI: https://doi.org/10.59680/ishel.v2i4.1543

Irawati & Siagian, J. L. (2022). Analisis faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga di Kampung Wainlabat Kabupaten Sorong Papua Barat. Jurnal ILKES (Jurnal Ilmu Kesehatan), 13(2), 143–152. https://doi.org/10.35966/ilkes.v13i2.238 DOI: https://doi.org/10.35966/ilkes.v13i2.238

Irawaty, D. K. (2022). Faktor risiko buang air besar sembarangan di Indonesia. Jurnal Keluarga Berencana, 7(2), 64–74. https://doi.org/10.37306/kkb.v7i2.129 DOI: https://doi.org/10.37306/kkb.v7i2.129

Istiqomah, R. F., Waris, L., & Prihayati. (2024). Determinants of factors associated with community latrine ownership in the working area of Serang City Public Health Center. Health and Technology Journal (HTechJ), 2(3), 232–239. https://doi.org/10.53713/htechj.v2i3.185 DOI: https://doi.org/10.53713/htechj.v2i3.185

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Berita Negara Republik Indonesia Nomor 193. Diundangkan 10 Februari 2014. Diakses dari https://peraturan.bpk.go.id

Nanda, M., Nasution, A. R., Rizqika, I., Munthe, N. U., & Febrina, S. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepemilikan jamban keluarga di Kampung Nelayan Kelurahan Belawan I. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 12(5), 1069–1075. https://doi.org/10.33024/jikk.v12i5.15701 DOI: https://doi.org/10.33024/jikk.v12i5.15701

Nastiti, A., Daniel, D., Oktavia, H., Fathiyannisa, H., & Sudradjat, A. (2025). Contextual and psychosocial factors predicting sanitation behaviours in rural Indonesia. BMC Public Health, 25(1), 633. https://doi.org/10.1186/s12889-025-21893-3 DOI: https://doi.org/10.1186/s12889-025-21893-3

Odagiri, M., Muhammad, Z., Cronin, A. A., Gnilo, M. E., Mardikanto, A. K., Umam, K., & Asamou, Y. T. (2017). Enabling factors for sustaining open defecation-free communities in rural Indonesia: A cross-sectional study. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(12), 1572. https://doi.org/10.3390/ijerph14121572 DOI: https://doi.org/10.3390/ijerph14121572

Paladiang, R., Haryanto, J., & Has, E. M. M. (2020). Determinan perilaku buang air besar sembarangan (BABS) di Desa Kiritana Kecamatan Kambera. Indonesian Journal of Community Health Nursing, 5(1), 33–40. https://doi.org/10.20473/ijchn.v5i1.17545 DOI: https://doi.org/10.20473/ijchn.v5i1.17545

Rahmatillah, N., Abdullah, A., & Arlianti, N. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan jamban umum oleh masyarakat di wilayah Kemukiman Lamteuba Kecamatan Seulimuem Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 4988–4995. https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.19920 DOI: https://doi.org/10.31004/jkt.v4i4.19920

Ramadhanty, N. A., Purwaningrum, P., & Marendra, S. M. P. (2024). Perencanaan sistem sanitasi di daerah permukiman padat penduduk di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Jurnal Serambi Engineering, IX(1), 8349–8358.

Sembiring, E. T. J & Safithri, A. (2023). Permasalahan sanitasi di pemukiman pesisir Jakarta serta rekomendasi teknologi pengelolaannya. Environmental Occupational Health and Safety Journal, 3(2), 199–214. https://doi.org/10.24853/eohjs.3.2.199-214 DOI: https://doi.org/10.24853/eohjs.3.2.199-214

Sinambela, N. D., Saragih, E. F., Susilawati., Rahmadanty, D. A., Sabina, R., Dalimunthe, H. S., & Putri, D. A. (2024). Pengaruh akses sanitasi terhadap perilaku stop BABS pilar pertama STBM di Kecamatan Medan Labuhan dan Medan Perjuangan di Kota Medan. PREPOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 6915–6922. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.36469 DOI: https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i3.36469

Suryani, D., Rudi, A., Akbar, H., Hizriansyah., Maretalinia., & Suyitno. (2022). Ownership of latrine in the household in Indonesia: A review. International Journal of Public Health Science (IJPHS), 11(1), 149–156. https://doi.org/10.11591/ijphs.v11i1.20973 DOI: https://doi.org/10.11591/ijphs.v11i1.20973

Suryani., Has, D. F. S., Inayah, Z., & Mindiharto, S. (2024). Dominant factors affecting the level of awareness of sanitation hygiene implementation in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs). Ahmar Metastasis Health Journal, 3(4), 190–200. https://doi.org/10.53770/amhj.v3i4.243 DOI: https://doi.org/10.53770/amhj.v3i4.243

UNICEF Indonesia. (n.d.). Water, sanitation and hygiene. UNICEF Indonesia. Diakses 8 Juli 2025. Dikutip dari https://www.unicef.org/indonesia/water-sanitation-and-hygiene?

Wijayanti, D. P., Sutikno, F.R., & Surjono. (2023). Factors influencing sanitation management in slums on the riverbank of Kotalama Urban Village. International Journal Of Humanities Education and Social Sciences (IJHESS), 3(2), 2808–1765. https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i2.702 DOI: https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i2.702

Yulinawati, H., Riatno, P. P., Tazkiaturrizki., & Pangaribowo, R. (2022). Sanitasi untuk lahan terbatas di Kelurahan Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat. ADI Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 75–82. https://doi.org/10.34306/adimas.v2i2.513 DOI: https://doi.org/10.34306/adimas.v2i2.513

Downloads

Article History

Submitted: 2025-07-09
Published: 2025-07-30
Pages: 62-73

PlumX Metrics

How to Cite

Dewi, D. S., & Susanto, N. (2025). Analisis Ketercapaian Indikator Pilar Stop Buang Air Besar Sembarangan berdasarkan Kategori Jumlah Jiwa tiap Rukun Tetangga di Kelurahan Rungkut Menanggal. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(1), 62–73. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i1.1063

Issue

Section

Articles