Efektifitas Batu Karang Jahe dalam Menaikkan Kadar pH Air Minum Depot di Wilayah Kecamatan Kulim

Abstract Views: 44   PDF Downloads: 51

Authors

  • Alda Ardila Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
  • Jufenti Ade Fitri Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

DOI:

https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i4.1593

Keywords:

Kualitas Air; Batu Karang Jahe; Depot Air Minum; pH

Abstract

Air minum yang layak dan aman untuk dikonsumsi harus memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh WHO, termasuk tingkat keasaman (pH) pada rentang 6,5–8,5. Namun, hasil survei menunjukkan sebagian besar depot air minum isi ulang di Kecamatan Kulim masih memiliki kadar pH di bawah standar tersebut, sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan konsumen. Upaya perbaikan kualitas air perlu dilakukan dengan metode yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan. Batu karang jahe diketahui memiliki kandungan mineral kalsium dan magnesium yang mampu menetralkan keasaman air sehingga dapat digunakan sebagai alternatif bahan alami untuk meningkatkan kadar pH. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen kuantitatif dengan purposive sampling pada 33 depot air minum isi ulang yang memiliki pH awal <6,5. Perlakuan dilakukan dengan merendam batu karang jahe ke dalam sampel air, kemudian dilakukan pengukuran kadar pH sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan pH meter digital. Analisis data dilakukan dengan uji paired sample t-test untuk mengetahui signifikansi perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kadar pH. Nilai rata-rata pH sebelum perlakuan adalah 4,04 dan meningkat menjadi 7,50 setelah perlakuan, dengan nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Hal ini membuktikan bahwa batu karang jahe efektif dalam menaikkan pH air hingga memenuhi standar kesehatan air minum yang berlaku. Kesimpulannya, penggunaan batu karang jahe dapat menjadi solusi alternatif yang alami, ekonomis, dan ramah lingkungan dalam meningkatkan kualitas air minum depot di Kecamatan Kulim, serta berpotensi diterapkan secara luas pada wilayah lain yang menghadapi permasalahan serupa.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A. (2024). Hubungan Jenis dan Kondisi Sarana Air Minum dengan Kualitas Air Minum di Kabupaten Lampung Selatan (Doctoral Dissertation, Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang).

Agung, I. M. (2016). Aplikasi spss untuk penelitian psikologi. Pekanbaru: Al-Mujtahadah.

Alfin, E., Rahmatulloh, R., & Suendarti, M. (2022). Infrastruktur air dan tantangan di Indonesia. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 1(2), 382-391.

Asiah, N. (2013). Air dan Gangguan Fungsi Kognitif. Majalah Kesehatan Pharmamedika, 5(1).

Gandasari, M. F. (2023). Dampak Kehilangan Cairan Terhadap Aktivitas lari 5 Putaran Sebelum dan Sesudah Dehidrasi. Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training), 7(3), 661-672.

Imran, A. M. (2023). Pengantar Geologi Batuan Karbonat. Penerbit K-Media.

Mufida, E., Anwar, R. S., Khodir, R. A., & Rosmawati, I. P. (2020). Perancangan alat pengontrol ph air untuk tanaman hidroponik berbasis arduino uno. Jurnal Khatulistiwa Informatika, 1(1), 13-19.

Nyolo, C. (2022). Pengaruh Mengkonsumsi Air Yang Mengandung Kapur Terhadap Skor Karang Gigi (Doctoral dissertation, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

Rahmani, S. (2022). Hubungan Karakteristik Umum Pasien Di Ruang Isolasi Covid-19 Dengan Kejadian Depresi Studi Obervasional Analitik tehadap Pasien yang Dirawat di Ruang Isolasi Covid-19 Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang (Doctoral dissertation, Universitas Islam Sultan Agung).

Rijal, M., Mulyawati, N. Y., Hiariej, A., & Leasa, M. (2025). Air, Kualitas Dan Pengujiannya. Uwais Inspirasi Indonesia.

Sabri, L. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Prenadamedia Group.

Sitanggang, P. Y. (2016). Sistem Pengolahan Air Minum Terdesentralisasi dengan Teknologi Membran. Teknik Kimia ITB, 10.

Wijaya, C. (2021). Studi Pemanfaatan Pecahan Terumbu Karang Jahe Pasir Putih Sebagai Pengganti Material Agregat Halus Terhadap Kuat Tekan Beton (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS HASANUDDIN).

World Health Organization. (2017). Guidelines for drinking-water quality (4th ed.). WHO Press.

World Water Council. (2003). The 3rd World Water Forum: Final Report. Kyoto, Japan. Marseille: World Water Council.

Downloads

Article History

Submitted: 2026-02-01
Published: 2026-03-06
Pages: 365-371

PlumX Metrics

How to Cite

Ardila, A., & Fitri, J. A. (2026). Efektifitas Batu Karang Jahe dalam Menaikkan Kadar pH Air Minum Depot di Wilayah Kecamatan Kulim. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(4), 365–371. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i4.1593

Issue

Section

Articles