Hubungan Antara Beban Kerja dan Kelelahan Kerja dengan Kejadian Stres Akibat Kerja pada Pengrajin Kayu di Dusun Rejosari, Desa Jatimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.56211/pubhealth.v5i1.1648Keywords:
Beban Kerja; Kelelahan Kerja; Stres Kerja
Abstract
Stres kerja merupakan kondisi yang muncul dari interaksi antara manusia dan pekerjaannya serta dikarakteristikkan oleh perubahan manusia yang memaksa mereka untuk menyimpang dari fungsi normal mereka. Stres merupakan respon tubuh yang sifatnya non spesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya, penyebab dari stres kerja salah satunya yaitu karena kelelahan kerja dan beban kerja. Kelelahan kerja banyak dirasakan di akhir kerja terutama bagi pengrajin kayu yang sedang banyak pesanan di mana pekerja harus kerja lembur sampai pekerjaan tersebut selesai. Beban kerja yang terkadang tinggi dan terkadang rendah juga dapat menyebabkan kelelahan kerja dan berujung pada stres kerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ada hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan kejadian stres akibat kerja pada pengrajin kayu di Dusun Rejosari, Desa Jatimulyo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian analitik, dengan cross sectional sebagai rancangan sampelnya. Sampel dalam penelitian ini adalah pengrajin kayu di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta yaitu sebanyak 100 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengetahui beban kerja menggunakan stopwatch dengan metode palpasi, yaitu mengukur denyut nadi responden per menit, sedangkan pengukuran terkait perasaan kelelahan kerja menggunakan metode subjective self rating test, dan untuk mengetahui permasalahan terkait stres kerja menggunakan kuesioner industrial fatigue research Committee (IFRC). Data dianalisis dengan menggunakan uji chi square. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara beban kerja dengan kejadian stres akibat kerja karena P value: 0,338>0,05 dengan OR = 1,52, dan tidak ada hubungan antara kelelahan kerja dengan kejadian stres akibat kerja karena P value: 0,872>0,05 dengan OR = 0,92. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara beban kerja dan kelelahan kerja dengan kejadian stres akibat kerja di Desa Jatimulyo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta.
Downloads
References
Chaisurin, P., Tantranon, K., Kaewthummanukul, T., & Songkham, W. (2026). Examining The Relationships Between Occupational Exposures And Health Outcomes Among Informal Wood Furniture Workers In Thailand. NEW SOLUTIONS: A Journal Of Environmental And Occupational Health Policy, 35(4), 424–435.
Chen, Y.-H.; Jong, G.-P.; Yang, C.-W.; Lee, C.-H. (2025). Prolonged Overtime Predicts Worsening Burnout Among Healthcare Workers: A 4-Year Longitudinal Study in Taiwan. Healthcare, 13, 1859.
Diantoro, L. A. T. (2025). Implikasi Stres Kerja dan Strategi Koping Stres Lazarus & Folkman. Buletin Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara, 11(42).
Fatmawati, V., & Khotimah, S. (2015). Hubungan Antara Lama Duduk Dan Sikap Duduk Dengan Keluhan Nyeri Punggung Bawah Pada Pengrajin Batik Kayu Di Desa Wisata Krebet Bantul, Yogyakarta.
Haritsah, F. I. (2023). Kelelahan Kerja dan Cara Mengatasinya. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan RI.
Ilmiati, N., & Indriani, I. (2022). Faktor Resiko Kejadian Muskuloskeletal Disorder (MSDS) Pada Pengrajin Gerabah Di Kasongan Yogyakarta Tahun 2020. Journal Physical Therapy UNISA, 1(2).
International Labour Organization. (2022). Mental Health at Work: Policy Brief.
Kasiuhe, P., Palilingan, R. A., & Manoppo, J. E. (2025). Hubungan Beban Kerja dengan Stres Kerja pada Pegawai Tenaga Kesehatan di Puskesmas Kotabunan. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(3), 1-8.
Kusuma, M. A. P. N., et al. (2025). Determinan Kelelahan Kerja Pada Pekerja Muda di Provinsi Bali. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 14(02), 155–165
Li J, Kaltiainen J and Hakanen JJ (2023) Overbenefitting, underbenefitting, and balanced: Different effort–reward profiles and their relationship with employee well-being, mental health, and job attitudes among young employees. Front. Psychol. 14:1020494.
Maunz LA, De Beer LT, Batinic B, Seubert C, Glaser J. (2026). Revisiting the stressor-burnout relationship: Evidence for reverse causation and conditional change. J Occup Health Psychol. Feb;31(1):42-62.
Menteri Perindustrian (2011) Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No: 90/M-IND/PER/11/2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 119/M-IND/PER/10/2009 Tentang Peta Panduan (Road Map) Pengembangan Klaster Industri Furniture, Jakarta
Putrialif, H., Chairani, A., Bahar, M., & Kristanti, M. (2024). Hubungan Lingkungan Kerja Fisik Terhadap Stres Kerja Perawat Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat, Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 16(2), 45-52.
Saputri, J., Wicaksono, U., & Ridhani, A. (2024). Analisis Pengaruh Faktor Individu dan Kebiasaan Olahraga dengan Kelelahan Kerja. Indonesian Journal of Nursing and Health Sciences, 5(2), 61-70.
Tarwaka (2015). Ergonomi Industri- Dasar- Dasar Pengetahuan Ergonomi dan Aplikasi di Tempat Kerja. Harapan Press Surakarta, Surakarta
Uysal D, Potas N (2026;), "Controlled role of gender and age between work fatigue and job performance in healthcare managers". Management Decision.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 Tentang Perindustrian
World Health Organization. (2022). WHO Guidelines on Mental Health at Work.
Zhu N., et al. (2024). Melanopic Contribution of Display Image to Alertness, Attention, Brightness Perception, and Visual Fatigue. IEEE Photonics Journal, 17 (4), 1-13
Downloads
Article History
Pages: 166-173
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Imaniar Intan Harmawati, M. Sulthon Nurharmansyah Putra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."









