Gambaran Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Penggunaan Obat Cacing pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu
DOI:
https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i4.1662Keywords:
Tingkat Pengetahuan; Ibu; Penggunaan Obat Cacing; Anak; Cacingan
Abstract
Penyakit cacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak-anak di Indonesia. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai penggunaan obat cacing dapat menyebabkan pemberian obat yang tidak tepat dan meningkatkan risiko terjadinya infeksi cacing berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah disusun berdasarkan indikator pengetahuan tentang penggunaan obat cacing. Sampel penelitian berjumlah 78 responden yang merupakan ibu yang memiliki anak usia 3-12 tahun dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis secara univariat dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden kategori baik sebanyak 21 responden (27%), kategori cukup sebanyak 26 responden (33%), dan kategori kurang sebanyak 31 responden (40%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang masih kurang mengenai penggunaan obat cacing pada anak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak di wilayah kerja Puskesmas Muara Bangkahulu Kota Bengkulu masih tergolong kurang sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai penggunaan obat cacing yang benar.
Downloads
References
Arrizky, M. H. I. A. (2021). Faktor risiko kejadian infeksi cacingan. Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.
Arsyam, M., & Tahir, M. Y. (2021). Ragam jenis penelitian dan perspektif. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam, 2(1), 37–47.
Bedah, S., & Syafitri, A. (2018). Infeksi kecacingan pada anak usia 8–14 tahun di RW 007 Tanjung Lengkong Kelurahan Bidaracina, Jatinegara, Jakarta Timur. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 10(1).
Chan, F., Apriliani, Hardani. (2019). The impact of bullying on the confidence of elementary school student. Jurnal Pendas Mahakam, 4(2), 152–157.
Errisya, M. K., Susanti, N., & Suraya, R. (2025). Program pemberian obat cacing pada anak sekolah dasar di Puskesmas Tanjung Selamat. Jurnal Promotif Preventif, 8(3), 460–478.
Fadhila, N. (2015). Kecacingan pada anak. Jurnal Agromed Unila, 2(3), 347–350.
Hastuti, D. (2022). Pengaruh intervensi penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan ibu tentang penyakit kecacingan di Posyandu Baleagung, Grabag, Magelang.
Idayani, S., Trisnadewi, N. W., Pramesti, T. A., Lisnawati, N. K., & Sutrisna, I. G. P. A. F. (2022). Edukasi Bahaya Soil Transmitted Helminths (Sth) Dengan Meningkatkan Pencegahan Kecacingan. Jurnal Pengabdian Mandiri, 1(3), 401-408.
Kamil, R. (2019). Studi deskriptif tingkat pengetahuan ibu tentang ascariasis (cacingan) pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Siwuluh Kabupaten Brebes Tahun 2019. Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada, 10(2), 115–121.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Sejumlah Penyakit Tropis Yang Harus Di Waspadai
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/173/2023 tentang peringatan Hari Neglected Tropical Diseases (NTD) termasuk cacingan. Kementerian Kesehatan RI.
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. (2017). Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2017 tentang penanggulangan Cacingan
Kumala, R., & Yudhastuti, R. (2016). Hubungan pengetahuan ibu dan higiene perorangan dengan kejadian kecacingan pada murid Taman Kanak-kanak Ibnu Husain Surabaya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Media Husada, 5(2), 73–82.
Kunaedi, A., Santana, S. A., Azmi, S. N., Al Fazri, T., Aprillia, A., Permatasari, A., & Fiddiyana, P. A. (2023). Review Jurnal: Gambaran Pengetahuan Masyarakat Terhadap Penggunaan Obat Cacing: Review Journal: Overview Of Public Knowledge About The Use Of Worm Medicine. Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 8(1), 127-134.
Kurniasih, D. A. A., Kurniasari, I. P. A., & Gianti, L. (2023). Gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak. FASKES: Jurnal Farmasi, Kesehatan dan Sains, 1(2), 51–58.
Limbanadi, E. M., Rattu, J. A. M., & Pitoi, M. (2013). Hubungan antara status ekonomi, tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu tentang penyakit kecacingan dengan infestasi cacing pada sisw
Lubis, R., Panggabean, M., & Yulfi, H. (2018). Pengaruh tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap penyakit kecacingan pada balita. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 17(1), 39–45.
Mahanty, S., Kibone, Maoghul. (2021). Safety of anthelmintic drugs in pregnancy: A systematic review. PLoS Neglected Tropical Diseases.
Maldini, C. A., Darmawan, E. H., Rahma P, D. F., Marinda, I. S., Syaharani, N. P., Putri, D. I., & Nita, Y. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Orang Tua terhadap Kepatuhan Pemberian Obat Cacing pada Anak di Surabaya. Jurnal Farmasi Komunitas, 11(2).
Meilani, I. L., Mamuroh, L., & Shalahuddin, I. (2023). Pengetahuan ibu tentang penggunaan obat cacing pada anak usia 1–4 tahun. Jurnal Obsesi, 7(4), 4073–4080.
Murti, D. T. K., Setyorini, R. H., & Triani, E. (2016). Hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan angka kejadian kecacingan pada murid sekolah dasar. Jurnal Kedokteran, 5(2), 25–25.
Nurhayani, Rahma, dan Bestari. (2023). Insidensi kecacingan pada siswa SD negeri.
Nurhayati, L., & Rusminah, R. (2022). Tingkat pengetahuan ibu tentang kecacingan terhadap kejadian kecacingan pada balita. Jurnal Keperawatan Karya Bhakti, 8(2), 57–66.
Prabowo, W. L. (2021). Teori tentang pengetahuan peresepan obat. Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung.
Puteri, P. P., Nuryanto, N., & Candra, A. (2019). Hubungan kejadian kecacingan terhadap anemia dan kemampuan kognitif pada anak sekolah dasar di Kelurahan Bandarharjo, Semarang. Journal of Nutrition College, 8(2), 101.
Rahmadani, & Lestari. (2023). Gambaran pengetahuan ibu tentang pemberian obat cacing pada balita secara berkala di Kampung Petta Barat Kecamatan Tabukan Utara. Jurnal Ilmiah Sesebanua, 2(1), 20–22.
Rahma, N. A., Zanaria, T. M., Nurjannah, N., Husna, F., & Putra, T. R. I. (2020). Faktor risiko terjadinya kecacingan pada anak usia sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 15(2), 29-33.
Rusminah, N. (2022). Tingkat pengetahuan ibu tentang kecacingan terhadap kejadian kecacingan pada balita.
Sari, A. K., & Setianingsih. (2024). Pemberian obat cacing rutin sebagai upaya pencegahan stunting pada anak usia 4–5 tahun. LENTERA, 4(1).
Sari, G. K., Masriah, M. R., & Wulandari, D. (2023). Sosialisasi mengenai kepatuhan minum obat cacing bagi anak-anak SD. JPKM Cahaya Negeriku, 3(1).
Shofi, M., Munawaroh, S., & Malasari, T. N. (2022). Prevalensi infeksi Soil Transmitted Helminths pada feses siswa SDN Plosokerep 2 Kota Blitar setelah pengobatan albendazole. Jurnal Sintesis, 3(1), 8–15.
Subagiyono, S. (2020). Analisis tingkat pengetahuan dan perilaku ibu dalam upaya pencegahan penyakit kecacingan pada anak. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1).
Surahman, B. (2019). Peran ibu terhadap masa depan anak. Jurnal Hawa, 1(2).
Suriani, E., Irawati, N., & Lestari, Y. (2020). Analisis faktor penyebab kejadian kecacingan pada anak sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Andalas, 8(4).
Triyana, R., dkk. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan, sikap, tindakan ibu terhadap infeksi cacing Soil Transmitted Helminth pada siswa SD Negeri 23 Pasir Sebelah tahun 2023. Nusantara Hasana Journal, 4(12), 87–92.
Tumiwa, M. J., Kandou, G. D., & Kepel, B. J. (2021). Aspek nonfarmakologis pengobatan albendazol pada cacingan: Review sistematis. Journal of Public Health and Community Medicine, 2(2), 1–13.
Wawan, A. (2010). Teori dan pengukuran pengetahuan sikap dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
World Health Organization. (2023). Soil-transmitted helminth infections: key facts. Geneva: WHO.
Wulandari, E., & Purhadi, P. (2020). Analisis pengaruh faktor-faktor infeksi cacing pada balita dan anak umur 6-12 tahun di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur dengan metode regresi logistik biner. Jurnal Sains dan Seni ITS, 8(2), D185-D192.
World Health Organization. (2023). Guidelines on deworming and helminth control in at-risk populations.
World Health Organization (WHO). (2017). Guideline: Preventive Chemotherapy to Control Soil- Transmitted Helminth Infections.
Downloads
Article History
Pages: 482-493
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Carissa Ingrid Aurelia, Samwilson Slamet, Dwi Kurnia Putri, Oky Hermansyah, Tika Hardini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."









