Pengaruh Edukasi Higiene Sanitasi terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pengelola Kantin Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya

Abstract Views: 30   PDF Downloads: 23

Authors

  • Sri Wahyunda Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah
  • Nofri Hasrianto Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

DOI:

https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i4.1667

Keywords:

Edukasi; Higiene; Kantin Sekolah; Penjamah Makanan; Sanitasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh edukasi higiene sanitasi terhadap penerapan kebersihan di kantin sekolah dasar wilayah kerja Puskesmas Tenayan Raya, yang mencakup empat aspek utama yaitu kebersihan lingkungan kantin, pengetahuan pengelola kantin, sikap pengelola kantin, dan kebersihan pribadi penjamah makanan. Penelitian menggunakan pendekatan kuasi eksperimen dengan desain pretest dan posttest tanpa kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah pengelola kantin yang dipilih dengan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi, sedangkan analisis data menggunakan uji statistik untuk melihat perbedaan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi higiene sanitasi mampu meningkatkan kebersihan lingkungan kantin, meningkatkan pengetahuan pengelola, dan memperbaiki praktik kebersihan pribadi penjamah makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi higiene sanitasi mampu meningkatkan kebersihan lingkungan kantin, meningkatkan pengetahuan pengelola, dan memperbaiki praktik kebersihan pribadi penjamah makanan. Namun, perubahan pada aspek sikap tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan karena nilai mean pretest dan posttest sama, sehingga uji statistik tidak dapat dihitung. Hal ini mengindikasikan bahwa edukasi berperan penting dalam meningkatkan aspek kognitif dan praktik, sedangkan perubahan sikap memerlukan intervensi tambahan seperti pengawasan berkelanjutan dan pembinaan intensif. Kesimpulan penelitian ini adalah edukasi higiene sanitasi efektif sebagai upaya pencegahan penyakit bawaan makanan melalui perbaikan kebersihan lingkungan, peningkatan pengetahuan, dan penerapan kebersihan pribadi penjamah makanan. Diperlukan kolaborasi antara pihak sekolah dan puskesmas untuk melakukan pembinaan, pengawasan, dan pemberian motivasi secara berkesinambungan agar penerapan higiene sanitasi dapat berlangsung secara konsisten.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriani, R. (2021). Manajemen kebersihan makanan dan minuman di kantin sekolah. Jurnal Gizi Indonesia, 44(1), 11–18

Ismainar, H., Harnani, Y., Puspita Sari, N., Zaman, K., Hayana, & Hasmaini. (2022). Hygiene dan Sanitasi Pada Pedagang Makanan Jajanan Murid Sekolah Dasar di Kota Pekanbaru, Riau. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 27–33. https://doi.org/10.14710/jkli.21.1.27-33

Julhija, J., Purnamasari, N., & Hidayat, A. (2015). Analisis higiene sanitasi dan kualitas mikrobiologi makanan jajanan di sekolah dasar. Jurnal Gizi dan Kesehatan, 7(1), 18–25.

Kementerian kesehatan RI 2021 pedoman pengawasan higiene sanitasi pangan berbasis resiko

Lusiana, E. D., & Mahmudi, M. (2020). Teori dan Praktik Analisis Data Univariat dengan PAST. Universitas Brawijaya Press. Purnamasari, I.,

Rachmawati, W. C. (2019). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Malang: Wineka Media.

Rahmayani, R. D., & Simatupang, M. M. (2019). Analisis pengaruh higiene penjamah dan sanitasi makanan terhadap kontaminasi E. coli pada jajanan sekolah. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 3(2), 164-178.

Rulen, B. N., & Intarsih, I. (2021). Analisis keberadaan bakteri dan higiene sanitasi peralatan makan di rumah makan wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga Pekanbaru. Ensiklopedia of Journal, 3(2), 179–188. http://jurnal.ensiklopediaku.org

Sumakul, Y. E., & Mesra, R. (2025). Peran Pengembangan Kantin Sehat di SD Inpres Poopo Barat Kec. Ranoyapo, Kab. Minahasa Selatan. COMTE: Journal of Sociology Research and Education, 2(4), 217-233.

Susanna (2015) Menyatakan Bahwa Penjamah Perlu Memiliki Pengetahuan Tentang Makanan Sebagai Media Penyakit Agar Dapat Mengurangi Risiko Terjadinya Kontaminasi Escherichia Coli

WHO. (2020). Five Keys to Safer Food. World Health Organization.

Yulia, Y. (2016). Higiene sanitasi makanan, minuman dan sarana sanitasi terhadap angka kuman peralatan makan dan minum pada kantin. Jurnal Vokasi Kesehatan, 2(1), 55-61.

Yuniatun, T., Martini, M., Purwantisari, S., & Yuliawati, S. (2017). Hubungan Higiene Sanitasi Dengan Kualitas Mikrobiologis Pada Makanan Gado-Gado Di Kecamatan Tembalang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 5(4), 491-499.

Yunus, Y., & Zubaidah, E. (2015). Pengaruh Konsentrasi Sukrosa Dan Lama Fermentasi Terhadap Viabilitas L. Casei Selama Penyimpanan Beku Velva Pisang Ambon. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 3(2), 303-312.

Yuniatun, Y., & Susanna, S. (2017). Hubungan higiene penjamah dengan kualitas mikrobiologis makanan. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 11(4), 203–209

Downloads

Article History

Submitted: 2026-04-02
Published: 2026-04-26
Pages: 513-524

PlumX Metrics

How to Cite

Wahyunda, S., & Hasrianto, N. (2026). Pengaruh Edukasi Higiene Sanitasi terhadap Pengetahuan, Sikap, dan Praktik Pengelola Kantin Sekolah di Wilayah Kerja Puskesmas Tenayan Raya. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(4), 513–524. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i4.1667

Issue

Section

Articles