Analisis Epidemiologi Kasus HIV pada Populasi Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) di Kota Balikpapan Tahun 2022-2025
DOI:
https://doi.org/10.56211/pubhealth.v5i2.1955Keywords:
Epidemiologi; HIV/AIDS; LSL; Pencegahan HIV; Populasi Kunci
Abstract
Kota Balikpapan menghadapi tantangan pencapaian target Ending AIDS 2030 karena kasus HIV baru yang tetap tinggi dan berfluktuasi selama empat tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren epidemiologi kasus HIV di Kota Balikpapan tahun 2022-2025, dengan fokus pada kontribusi populasi Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL) serta implikasinya terhadap penguatan pencegahan dan layanan HIV. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi ekologi (time-series) berbasis data sekunder Sistem Informasi HIV-AIDS dan IMS (SIHA) serta laporan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) HIV Dinas Kesehatan Kota Balikpapan periode 2022-2025, dilengkapi data pembaruan semester I 2026 untuk menggambarkan rangkaian layanan. Hasil menunjukkan kasus HIV baru berkisar 318-357 kasus per tahun, sementara kematian akibat AIDS menurun dari 84 kematian pada 2022 menjadi 23 kematian pada 2025, yang konsisten dengan perbaikan diagnosis dan pengobatan HIV, meskipun penularan baru masih berlangsung. Populasi LSL merupakan penyumbang kasus terbesar setiap tahun, dengan puncak 166 kasus (2024) atau sekitar 47% dari seluruh kasus HIV baru tahun tersebut. Lebih dari 60% kasus terjadi pada kelompok usia produktif 25-49 tahun dan didominasi laki-laki (72-76%). Kesenjangan terbesar rangkaian layanan 95-95-95 terjadi pada tahap pengobatan ARV dan supresi virus. Disimpulkan bahwa epidemi HIV di Kota Balikpapan terkonsentrasi pada populasi kunci, terutama LSL, sehingga diperlukan penguatan intervensi terarah berbasis komunitas, perluasan akses tes dan PrEP, serta layanan yang ramah dan bebas stigma.
Downloads
References
Ajeng, R. H., Kusumah, W., Sastramihardja, H. S., & Andarini, M. Y. (2023). Tingginya Kejadian HIV/AIDS dengan Faktor Risiko Homoseksual di RSUD Dr. Slamet Kab. Garut. Bandung Conference Series: Medical Science, 3, 149–153. https://doi.org/10.29313/bcsms.v3i1.5785
Carolin, B. T., Suprihatin, S., & Maharani, A. P. (2020). Analisis Faktor Risiko Kejadian Human Immunodeficiency Virus (HIV) Pada Lelaki Seks Lelaki (LSL). JURNAL KEBIDANAN, 6(2), 141–147. https://doi.org/10.33024/jkm.v6i2.2379
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan. (2026). Profil Kesehatan Kota Balikpapan 2025.
Hanum, N., Handayani, M., Padmasawitri, A., Zazuli, Z., Anggadiredja, K., Pohan, M. N., Putri, T. A., Rakhmat, F. F., Anggiani, D. S., Afriana, N., Lukitosari, E., Prabowo, B. R., & Wisaksana, R. (2025). HIV incidence and adherence after pre-exposure prophylaxis initiation in key populations in Indonesia: Findings from a real-world pilot program 2021-2023. IJID Regions, 14. https://doi.org/10.1016/j.ijregi.2025.100573
Hasmi, H., Fatiah, M. S., & Muttaqin, M. Z. (2025). Uncovering the Risk of Sexually Transmitted Infections in Men Who Have Sex with Men (MSM) in Indonesia. Iran J Public Health, 54(3), 615–623. https://doi.org/10.18502/ijph.v54i3.18255
Hasnah, & Alang, S. (2019). Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) Versus Kesehatan: Studi Etnografi. Jurnal Kesehatan, 12(1). https://doi.org/10.24252/kesehatan.v12i1.9219
Holifah, K., Hariyati, R. T. S., & Aryani, D. F. (2023). Mobile Health Voluntary Counseling and Testing untuk Pencegahan HIV-AIDS: Literature Review. Journal of Nursing Care, 6, 87–94. https://doi.org/10.24198/jnc.v6i1.43965
Inggariwati, I., & Ronoatmodjo, S. (2019). Faktor Risiko yang Berhubungan Dengan Infeksi HIV pada Pengguna Napza Suntik (Penasun) di DKI Jakarta Tahun 2013 - 2014. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 2(2), 35–41. https://doi.org/10.7454/epidkes.v2i2.3012
Johnston, L. G., Soe, P., Widihastuti, A. S., Camellia, A., Putri, T. A., Rakhmat, F. F., Nurwandani, R. A., Prabhu, S. M., Sulaiman, N., & Pronyk, P. M. (2021). Alarmingly High HIV Prevalence Among Adolescent and Young Men Who have Sex with Men (MSM) in Urban Indonesia. AIDS and Behavior, 25(11), 3687–3694. https://doi.org/10.1007/s10461-021-03347-0
Kartini, P. R. (2021). Analisis Faktor Risiko Kejadian HIV/AIDS Berbasis Perilaku Manusia Di Kabupaten Madiun Tahun 2018. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 6, 280–285. https://doi.org/10.14710/jekk.v6i2.9510
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pengendalian HIV AIDS dan PIMS di Indonesia Tahun 2020-2024.
Kementerian Kesehatan RI. (2023). Laporan eksekutif perkembangan HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) triwulan I tahun 2023.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Survei Terpadu Biologis & Perilaku (STBP) Populasi Kunci Tahun 2024.
Lazarus, G., Kawi, N. H., Luis, H., Rahmawati, D. P., Sihotang, E. P., Oktaviani, M., Januraga, P. P., Suwarti, Sukmaningrum, E., Yunihastuti, E., Dijkstra, M., Sanders, E. J., Wignall, F. S., Gedela, K., Irwanto, & Hamers, R. L. (2026). A Four-Item Risk Score to Target Acute HIV Infection Testing Among Men Who Have Sex With Men in Indonesia: Development and Validation in the INTERACT Prospective Cohort. Journal of the International AIDS Society, 29(4), 1–9. https://doi.org/10.1002/jia2.70111
Nevendorff, L., Pedrana, A., Bourne, A., Traeger, M., Sindunata, E., Reswana, W. A., Alharbi, R. M., & Stoové, M. (2024). Characterizing Socioecological Markers of Differentiated HIV Risk Among Men Who Have Sex with Men in Indonesia. AIDS and Behavior, 28(2), 657–668. https://doi.org/10.1007/s10461-023-04253-3
Prameswari, D. A. N. (2024). Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan HIV/AIDS di Indonesia : Literature Review. Jurnal Kesehatan Tambusai, 5(3), 7324–7334. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i3.31350
Rahma, G., Yulia, Y., & Handiny, F. (2024). Determinan Kejadian HIV AIDS pada Populasi Kunci di Indonesia : Systematic Review. JIK JURNAL ILMU KESEHATAN, 8(1), 158. https://doi.org/10.33757/jik.v8i1.1084
Rohmatullah, D., & Fikriyah, D. (2021). Faktor Risiko Kejadian HIV Pada Kelompok Usia Produktif di Indonesia. Jurnal Biostatistik, Kependudukan, Dan Informatika Kesehatan, 2(1). https://doi.org/10.7454/bikfokes.v2i1.1022
Sumini, Hadisaputro, S., Anies, Laksono, B., & Sofro, M. A. (2017). Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian HIV/AIDS pada Pengguna Napza Suntik (Studi Epidemiologi Di Kota Pontianak). JEKK Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 2(1), 36–45. https://doi.org/10.14710/jekk.v2i1.3993
Wardhani, B. D. K., Grulich, A. E., Kawi, N. H., Prasetia, Y., Luis, H., Wirawan, G. B. S., Pradnyani, P. E., Kaldor, J., Law, M., Ronoatmodjo, S., Sihotang, E. P., Januraga, P. P., & Bavinton, B. R. (2024). Very high HIV prevalence and incidence among men who have sex with men and transgender women in Indonesia: a retrospective observational cohort study in Bali and Jakarta, 2017-2020. Journal of the International AIDS Society, 27, 26386. https://doi.org/10.1002/jia2.26386/full
Downloads
Article History
Pages: 174-182
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Niken Dayu Anggraini, I Dewa Gede Dony Lesmana, Setiasi Uamulya, Angger Pangesti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."









