Efektivitas Pijat Oksitosin oleh Suami dan Bidan dalam Meningkatkan Kelancaran ASI pada Ibu Nifas
DOI:
https://doi.org/10.56211/pubhealth.v2i2.370Keywords:
Pijat Oksitosin; Suami; Kelancaran ASI
Abstract
Pendahuluan: Selama proses menyusui keadaan emosional ibu sangat berpengaruh terhadap kelancaran pengeluaran ASI. Salah satu terapi pengganti yang lebih aman sebagai terapi non farmakologis untuk mengatasi ketidaklancaran ASI tersebut adalah dengan pijat oksitosin. Pijat oksitosin ini biasanya dilakukan oleh tenaga kesehatan, namun boleh dilakukan oleh suami ataupun keluarga yang sudah terlatih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan pojat oksitosin oleh suami dan bidan teradap kelancaran ASI pada ibu nifas. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Quasi Eksperimental Design. Populasinya adalah seluruh ibu nifas yang melahirkan secara spontan pervaginam di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor periode Februari dan Maret 2023. Teknik pengambilan sampel dengan Consecutive Sampling sebanyak 18 orang pada masing-masing kelompok intervensi. Hasil: Hasil penelitian ini diperoleh pelaksanaan pijat oksitosin oleh suami (p-value=0,000) dan bidan (p-value=0,000) efektif terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas, dan tidak ada perbedaan efektivitas pelaksanaan pijat oksitosin oleh suami dan bidan terhadap kelancaran ASI pada ibu nifas (p-value=0,151) dengan nilai α = 0,05. Pembahasan: Pijat oksitosin ini tidak harus dilakukan oleh petugas kesehatan namun boleh dilakukan oleh suami yang sudah terlatih. Tujuannya adalah meningkatkan pengeluaran hormon oksitosin. Keterlibatan suami juga memberikan dukungan secara psikologis, membangkitkan rasa percaya diri ibu serta mengurangi cemas, sehingga dapat membantu pengeluaran hormon oksitosin. Kesimpulan dan Saran: Pijat oksitosin dapat dilaksanakan oleh suami dan Bidan, dengan tindakan yang tepat serta dukungan suami dalam bentuk pijat oksitosin dan keterlibatan dalam keluarga diharapkan dapat menanggulangi permasalahan ketidaklancaran ASI secara optimal.
Downloads
References
Anggraeni, F. P. (2019). Hubungan Intensitas Nyeri Dengan Produksi Asi Pada Ibu Post Sectio Caesaria Di Rumah Sakit ’Aisyiyah Muntilan. http://eprintslib.ummgl.ac.id/id/eprint/1251
Apreliasari, H., & Risnawati. (2020). Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Peningkatan Produksi ASI. JIKA, Volume 5, Nomor 1. DOI: https://doi.org/10.52221/jurkes.v5i2.37
Bahriyah, F., Jaelani, A. K., & Putri, M. (2017). Hubungan Pekerjaan Ibu Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Di Wilayah Kerja Puskesmas Sipayung. Jurnal Endurance, 2(2), 113. https://doi.org/10.22216/jen.v2i2.1699 DOI: https://doi.org/10.22216/jen.v2i2.1699
Doko, T. M., Aristiati, K., & Hadisaputro, S. (2019). Pengaruh Pijat Oksitosin oleh Suami terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Nifas. Jurnal Keperawatan Silampari, 2(2), 66–86. https://doi.org/10.31539/jks.v2i2.529 DOI: https://doi.org/10.31539/jks.v2i2.529
Hartiningtiyaswati, S., Nuraini, I., & Setiawandari. (2015). Efektifitas Kombinasi IMD dan Pijat Oksitosin pada Awal Masa Menyusui terhadap Keberhasilan ASI Eksklusif di BPM Istiqomah Surabaya. Jurnal Kebidanan, VII.
Kemenkes RI. (2021). Profil Kesehatan Indo-nesia. In Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.
Kurniawati, S., & Srianingsih. (2021). Hubungan Teknik Menyusui dengan Produksi Asi pada Ibu Primipara. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 8(1), 53–60. https://doi.org/10.55500/jikr.v8i1.133 DOI: https://doi.org/10.55500/jikr.v8i1.133
Latifah, J., Wahid, A., & Agianto. (2015). Perbandingan Breast Care Dan Pijat Oksitosin. 3(1), 34–43.
Maimunah et al. (2021). Peran Suami dan Nutrisi pada Produksi ASI. Solok : Yayasan Pendidikan Cendekia Muslim.
Ouyang, Y. Q., & Nasrin, L. (2021). Father’s knowledge, attitude and support to mother’s exclusive breastfeeding practices in bangladesh: A multi-group structural equations model analysis. Healthcare (Switzerland), 9(3). https://doi.org/10.3390/healthcare9030276 DOI: https://doi.org/10.3390/healthcare9030276
Panahi, F., Rashidi Fakari, F., Nazarpour, S., Lotfi, R., Rahimizadeh, M., Nasiri, M., & Simbar, M. (2022). Educating fathers to improve exclusive breastfeeding practices: a randomized controlled trial. BMC Health Services Research, 22(1), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12913-022-07966-8 DOI: https://doi.org/10.1186/s12913-022-07966-8
Priscilla, V., & Novrianda, D. (2014). Dukungan Suami Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Kilangan Kota Padang Tahun 2011. NERS Jurnal Keperawatan, 10(2), 197. https://doi.org/10.25077/njk.10.2.197-209.2014 DOI: https://doi.org/10.25077/njk.10.2.197-209.2014
Puspasari, A. Y. (2019). Hubungan karakteristik, pengetahuan, dan sikap suami dengan pemberian asi eksklusif pada ibu muda di kabupaten boyolali. 1–16. DOI: https://doi.org/10.32504/sm.v16i1.412
Rahayu, A. P. (2016). Panduan Praktikum Keperawatan Maternitas. Yogyakarta : Deepublish.
Rahmawati, A., & Bisepta, P. (2018). Asuhan Keperawatan Manajemen Laktasi dengan Pendekatan Berbasis Bukti(Evidence Based Approach). Malang : Media Nusantara Creative.
Syahruni, Abdullah, M. T., & Prawirodihardjo, L. (2012). Faktor Determinan Pemberian ASI Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Jumpandang Baru Kecamatan Tallo Kota Makassar. Jurnal Kebidanan Dan Keperawatan, 8(1), 63–71.
UNICEF. (2018). Breastfeeding: A mother’s gift, for every child - UNICEF DATA. Unicef, 1–13. https://data.unicef.org/resources/breastfeeding-a-mothers-gift-for-every-child/
WHO. (2021). Infant and young child feeding. World Health Organization. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding
World Health Organization. (2016). WORLD HEALTH STATISTICS - MONITORING HEALTH FOR THE SDGs. World Health Organization, 1.121. DOI: https://doi.org/10.7591/9780801463921-002
Yulianto, A., Safitri, N. S., Septiasari, Y., & Sari, S. A. (2022). Frekuensi Menyusui Dengan Kelancaran Produksi Air Susu Ibu. Jurnal Wacana Kesehatan, 7(2), 68. https://doi.org/10.52822/jwk.v7i2.416 DOI: https://doi.org/10.52822/jwk.v7i2.416
Zamzara, R. F., Ernawati, D., & Susanti, A. (2015, August). PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP WAKTU PENGELUARAN KOLOSTRUM IBU POST PARTUM SECTIO CAESARIA. Jurnal Ilmiahh Kesehatan, Vol. 8, No. 2. https://journal2.unusa.ac.id/index.php/JHS/article/view/210/202
Downloads
Article History
Pages: 79-89
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Christ Evelyn Gultom, Jasmawati Jasmawati, Lukman Nulhakim

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."









