Analisis Risiko Pencampuran Part Asing pada Proses Heat Treatment Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
DOI:
https://doi.org/10.56211/factory.v5i1.1740Keywords:
FMEA; Pareto; Part Asing; Poka-Yoke; Quenching Tempering; Risk Priority Number
Abstract
Pencampuran part asing (foreign part mixing) antara part KOJA dan KIZA pada proses Heat Treatment Quenching Tempering (Q&T) di PT XYZ merupakan kegagalan kritis yang mengakibatkan 8-11 kasus komplain pelanggan per bulan. Kedua part memiliki kemiripan dimensi tinggi (look-alike parts) dan diproses pada mesin Q&T yang sama secara bergantian, sehingga risiko carry-over antar-lot sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi failure mode menggunakan FMEA, memprioritaskan risiko melalui analisis Pareto, menganalisis akar penyebab dengan Fishbone Diagram 4M, serta menyusun rekomendasi perbaikan berbasis Poka-Yoke dan 5S. Sepuluh failure mode teridentifikasi dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi pada proses penerimaan/unloading (RPN=324), penyimpanan WIP (RPN=270), ketiadaan traceability (RPN=252), dan carry-over Q&T (RPN=224). Analisis Pareto menunjukkan empat failure mode dominan berkontribusi 79,4% dari total RPN. Rekomendasi perbaikan meliputi implementasi barcode scan dua titik (gate-in dan gate-out), checklist changeover Q&T berbasis foto dengan tanda tangan operator dan leader, zoning area WIP dengan kode warna merah-biru, dan verifikasi dua orang pada outgoing quality gate. Simulasi menunjukkan total RPN turun dari 2.276 menjadi 340 (penurunan rata-rata 85,1%) dengan proyeksi komplain turun dari 8–11 menjadi 2-4 kasus per bulan.
Downloads
References
[1] D. H. Stamatis, Failure Mode and Effect Analysis: FMEA from Theory to Execution, 2nd ed. Milwaukee, WI: ASQ Quality Press, 2003.
[2] AIAG & VDA, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) Handbook, 1st ed. Southfield, MI: Automotive Industry Action Group, 2019.
[3] C. Carlson, Effective FMEAs: Achieving Safe, Reliable, and Economical Products and Processes Using Failure Mode and Effects Analysis. Hoboken, NJ: Wiley, 2012.
[4] H. C. Liu, L. Liu, dan N. Liu, “Risk evaluation approaches in failure mode and effects analysis: A literature review,” Expert Systems with Applications, vol. 40, no. 2, pp. 828–838, 2013. doi: 10.1016/j.eswa.2012.08.009.
[5] R. K. Sharma dan S. Sharma, “System failure behavior and maintenance decision making using RCA, FMEA and FM,” Journal of Quality in Maintenance Engineering, vol. 16, no. 1, pp. 64–88, 2010.
[6] D. C. Montgomery, Introduction to Statistical Quality Control, 8th ed. Hoboken, NJ: Wiley, 2019.
[7] V. Gaspersz, Total Quality Management. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2005.
[8] K. Ishikawa, Guide to Quality Control. Tokyo: Asian Productivity Organization, 1986.
[9] S. Shingo, Zero Quality Control: Source Inspection and the Poka-Yoke System. Cambridge, MA: Productivity Press, 1986.
[10] R. Gapp, R. Fisher, dan K. Kobayashi, “Implementing 5S within a Japanese context: An integrated management system,” Management Decision, vol. 46, no. 4, pp. 565–579, 2008.
[11] M. Imai, Gemba Kaizen: A Commonsense Approach to a Continuous Improvement Strategy, 2nd ed. New York: McGraw-Hill, 2012.
[12] P. Pyzdek dan P. Keller, The Six Sigma Handbook, 4th ed. New York: McGraw-Hill, 2014.
[13] J. Oakland, Total Quality Management and Operational Excellence: Text with Cases, 4th ed. London: Routledge, 2014.
[14] Z. Wu, W. Liu, dan W. Nie, “Literature review and prospect of the development and application of FMEA in manufacturing industry,” The International Journal of Advanced Manufacturing Technology, vol. 112, no. 5–6, pp. 1409–1436, 2021. doi: 10.1007/s00170-020-06425-0.
[15] J. Fabis-Domagala dan M. Domagala, “A Concept of Risk Prioritization in FMEA of Fluid Power Components,” Energies, vol. 15, no. 17, p. 6180, 2022. doi: 10.3390/en15176180.
[16] H. Razouk dan R. Kern, “Improving the Consistency of the Failure Mode Effect Analysis (FMEA) Documents in Semiconductor Manufacturing,” Applied Sciences, vol. 12, no. 4, p. 1840, 2022. doi: 10.3390/app12041840.
[17] B. Salah, M. Alnahhal, dan M. Ali, “Risk prioritization using a modified FMEA analysis in industry 4.0,” Journal of Engineering Research, vol. 11, no. 4, pp. 460–468, 2023.
[18] G. N. Yücenur, S. Çataltepe, dan İ. Sakin, “An integrated approach by FMEA & fuzzy prioritization method at pharmaceutical industry quality control,” Cumhuriyet Science Journal, vol. 41, no. 1, pp. 106–121, 2020. doi: 10.17776/csj.567601.
Downloads
Article History
Pages: 48-62
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ghina Farhah Azizah, Muhammad Ibrahim Ats-Tsauri, Annisa Syahliantina, Cipto Purwanto, Ian Hermawan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."









