Identifikasi Waste Pada Proses Produksi Pupuk dengan Pendekatan Lean Manufacturing
Studi Kasus CV Tabita Jaya Medan
DOI:
https://doi.org/10.56211/factory.v1i3.258Keywords:
Lean Manufacturing; Waste; Proses Produksi
Abstract
Lean manufacturing adalah sebuah metodologi manufaktur untuk melakukan tindakan perbaikan secara terus-menerus dengan tujuan mengurangi pemborosan (waste) dan proses yang tidak memberikan nilai tambah (non value added activity) di dalam pabrik untuk meningkatkan produktivitas. Langkah awal yang dilakukan dalam peningkatan produktivitas adalah dengan mengidentifikasi waste yang ada. CV Tabita Jaya Medan merupakan suatu perusahaan manufaktur pembuatan pupuk kimia. Perusahaan ini memproduksi pupuk dengan jenis S-Vit Tabur GB, S-Vit Instant, S-Vit Fungsi Ganda, S-Vit Cair dari proses produksinya sendiri masih ada pemborosan berupa waktu tunggu atau waitting time yang selalu lama terjadi pada lantai produksi yang dalam hal ini mengidentifikasikan bahwa terdapat waste yang terjadi pada sistem produksi di CV Tabita Jaya Medan. Proses produksi yang mengalami waktu tunggu terjadi karena berbagai faktor. Pada CV Tabita Jaya Medan ini waktu tunggu terjadi disebabkan oleh para karyawan terlalu banyak mengobrol sesama karyawan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis jenis pemborosan yang terjadi pada proses produksi pupuk S-Vit Tabur GB, di CV Tabita Jaya Medan, menghitung dan menganalisis waktu total dari aktivitas nilai tambahan dan tidak memberikan nilai tambah, diperlukan tetapi tidak ada nilai tambah. Penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara, hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa waktu tunggu (Lead time) pada setiap proses pencampuran, pencampuran, sebesar 4563,2 detik waktu yang dibutuhkan pada proses penimbangan, 4395,6 detik waktu yang dibutuhkan untuk proses packing, 918 detik. Dengan demikian total waktu lead Time untuk membuat pupuk S-Vit Tabur GB sebanyak 9876,8 detik atau 2,74 jam. Aktivitas nilai tambah (Value added activity) memiliki nilai waktu 5686,8 detik, tidak memberikan nilai tambah (non-value added activity) memiliki waktu sebesar 1255,20 detik dan diperlukan nilai tambah tetapi tidak ada nilai tambah (necessary but non-value added activity) memiliki waktu sebanyak 2934,8 detik. Dalam pelaksanaan pengamatan dilapangan didapat salah satu yang menjadi penyebab terjadinya waktu tunggu yaitu sesama karyawan terlalu banyak mengobrol.
Downloads
References
Damanik, O. R., Afma, V. M., & Siboro, B. A. (2017). Analisis pendekatan lean manufacturing dengan metode VSM (vaue stream mapping) untuk mengurangi pemborosan waktu. Profisiensi, 5:1-6.
Gasperz, V. (2007). Lean Six Sigma for Manufacturing and Servise Industries. Jakarta: PT. Gramedika Pustaka Utama.
Gasperz, V., & Fontana, A. (2011). Lean six sigma for manufacturing and service industries: waste elimination and continuous cost reduction. Bogor: Vinchristo Publication.
Havi, N. F., Lubis, M. Y., & Yanuar, A. A. (2018). Penerapan metode 5s untuk meminimasi waste motion pada proses produksi kerudung instan di CV. XYZ dengan pendekatan lean manufacturing. Jurnal Integrasi Sistem Industri, 5:55-62.
Hines, P., & Rich, N. (1997). The seven Value stream mapping tools. Internasional journal of operation and production management, 17:46-64. DOI: https://doi.org/10.1108/01443579710157989
Hines, P., & Taylor, D. (2000). Going lean. Cardiff: Lean Enterprise Centre.
Kholil, M., & Mulya, R. (2014). Minimasi waste dan usulan peningkatan efisiensi proses produksi MCB dengan pendekatan lean manufacturing (DI PT SCHNEIDER ELECTRIC INDONESIA. Jurnal PASTI, 8:44-70.
Ristrowati, T., Muhsin, A., & Nurani, P. P. (2017). Minimasi waste pada aktivitas proses produksi dengan konsep lean manufacturing. Jurnal OPSI, 10:85-96. DOI: https://doi.org/10.31315/opsi.v10i1.2191
Rohac, T., & Januska, M. (2015). Value stream mapping demonstration on real case study. Procedia Engineering, 100:520-529. DOI: https://doi.org/10.1016/j.proeng.2015.01.399
Sitohang, E. P., & Norita, D. (2015). Analisa gerak dan waktu kerja, sampel inkubasi teh botol sosro kemasan kotak. Jurnal PASTI, 9:83-101.
Tapping, D. (2003). Value stream mapping for the lean office. New York: Productivity Press. DOI: https://doi.org/10.4324/9781482278163
Tishcler, L. (2006). Lean Bringing Lean To the office. Houston: ASQ.
Vincent dan F Avanti , 2011, Lean six sigma for manufacturing and service industries, Penerbit Vinchiristo Publication, Bogor, 2011
Wang, J. X. (2011). Lean Manufacturing: Business botton-line based. CRC Press “(Taylor & Francis Group, LLC)”.
Wignjosoebroto. (1995). Ergonomi Studi Gerak dan Waktu Teknik Analisis untukPeningkatan Produktivitas Kerja. Surabaya: PT. Guna Widya.
Downloads
Article History
Pages: 102-108
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Jepri Pernando Manurung, Abdurrozzaq Hasibuan, Wirda Novarika AK

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."
Most read articles by the same author(s)
- Rahmat Zulfatli, Abdul Bais Lubis, Abdurrozzaq Hasibuan, Peran Manajemen Risiko dalam Meningkatkan Ketahanan Bisnis di Era Digital , Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri: Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Desember









