Pengaruh Umur Panen terhadap Kandungan Protein dan Serat Kasar Polong Muda Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.)

Abstract Views: 0   PDF Downloads: 0

Authors

  • Yuni Nurfiana Universitas Trunojoyo Madura
  • Eko Setiawan Universitas Trunojoyo Madura
  • M. Amien Rais Universitas Trunojoyo Madura

DOI:

https://doi.org/10.56211/tabela.v4i2.1846

Keywords:

Kecipir; Protein; Serat Kasar; Umur Panen

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman polong-polongan tropis yang memiliki kandungan protein dan serat setara kedelai, namun informasi mengenai umur panen optimal untuk konsumsi polong muda masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh umur panen terhadap panjang buah, bobot buah, kandungan protein, dan kandungan serat kasar polong muda kecipir, serta menentukan umur panen optimal untuk konsumsi. Penelitian dilaksanakan di Desa Laden, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, dan Laboratorium Dasar Universitas Trunojoyo Madura, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tujuh taraf umur panen (3, 6, 9, 12, 15, 18, dan 21 hari setelah bunga mekar) dan empat kelompok. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5%, dilanjutkan uji Beda Nyata Jarak Duncan (BNJD) apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen berpengaruh nyata terhadap panjang buah, bobot buah, kandungan protein, dan kandungan serat kasar. Kandungan protein dan serat kasar meningkat seiring bertambahnya umur panen, dengan nilai tertinggi pada umur panen 21 hari setelah bunga mekar, yaitu protein 7,1 g/100 g dan serat kasar 2,0 g/100 g. Berdasarkan analisis regresi korelasi dan pertimbangan keseimbangan antara ukuran polong, kandungan protein, dan kandungan serat kasar, umur panen 18 hari setelah bunga mekar merupakan umur panen yang paling optimal untuk konsumsi polong muda kecipir sebagai sayuran, karena polong sudah mencapai ukuran yang baik dengan kandungan protein yang memadai sebelum terjadinya peningkatan serat kasar yang tajam sehingga akan menyebabkan tekstur polong yang keras.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bepary, H., Hossain, R., & Sarker, S. C. (2023). Biochemical composition, bioactivity, processing, and food applications of winged bean (Psophocarpus tetragonolobus): A review. Legume Science, 5(3), e187. https://doi.org/10.1002/leg3.187

Carlsen, H., & Pajari, A.-M. (2023). Dietary fiber: A scoping review for Nordic Nutrition Recommendations 2023. Food & Nutrition Research, 67. https://doi.org/10.29219/fnr.v67.9979

Hardiyanti, & Nisah, K. (2021). Analisis kadar serat pada bakso bekatul dengan metode gravimetri. AMINA, 1(3), 103–107. https://doi.org/10.22373/amina.v1i3.42

Ho, W. K., Tanzi, A. S., Sang, F., Tsoutsoura, N., Shah, N., Moore, C., Bhosale, R., Wright, V., Massawe, F., & Mayes, S. (2024). A genomic toolkit for winged bean Psophocarpus tetragonolobus. Nature Communications, 15(1), 1901. https://doi.org/10.1038/s41467-024-45048-x

Ishthifaiyyah, S. A., Syukur, M., Trikoesoemaningtyas, & Maharijaya, A. (2021). Agro-morphological traits and harvest period assessment of winged bean (Psophocarpus tetragonolobus) genotypes for pods production. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 22(2), 1069–1075. https://doi.org/10.13057/biodiv/d220264

Ishthifaiyyah, S. A., Syukur, M., Trikoesoemaningtyas, Maharijaya, A., & Marwiyah, S. (2023). Yield-related traits and proximate content of winged bean for seed production purpose. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 24(6), 3609–3615. https://doi.org/10.13057/biodiv/d240654

Krisnawati, A. (2010). Keragaman genetik dan potensi pengembangan kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) di Indonesia. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 29(3), 113–119.

Maulana, F., Fajri, F., Febrina, B. P., Ali, A. M., Jannah, N., & Norazizah, S. (2023). Pengaruh umur panen berbeda terhadap kandungan nutrisi dan analisa kelayakan usaha jangkrik alam budidaya di Kalimantan Selatan. Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), 25(2), 194–205. https://doi.org/10.25077/jpi.25.2.194-205.2023

Rahmawati, D., Gunawan-Puteri, M. D., & Santosa, E. (2021). Non-soy legumes as alternative raw ingredient for tempe production in Indonesia with additional health benefits: A review. Journal of Functional Food and Nutraceutical, 3(1), 23–38. https://doi.org/10.33555/jffn.v3i1.73

Susanti, D., Melati, M., & Kurniawati, A. (2022). Yield and quality of two varieties of winged bean (Psophocarpus tetragonolobus L.) with different harvest ages of young pods. Advances in Biological Sciences Research, 23, 423–432. https://doi.org/10.2991/978-94-6463-028-2_44

Tanzi, A. S., Eagleton, G. E., Ho, W. K., Wong, Q. N., Mayes, S., & Massawe, F. (2019). Winged bean (Psophocarpus tetragonolobus (L.) DC.) for food and nutritional security: Synthesis of past research and future direction. Planta, 250(3), 911–931. https://doi.org/10.1007/s00425-019-03141-2

Warsame, A. O., Michael, N., O’Sullivan, D. M., & Tosi, P. (2022). Seed development and protein accumulation patterns in faba bean (Vicia faba, L.). Journal of Agricultural and Food Chemistry, 70(30), 9295–9304. https://doi.org/10.1021/acs.jafc.2c02061

Widodo, H. S., Susanto, J., Subagyo, Y., Syamsi, A. N., & Ifani, M. (2022). Study of formol titration method on protein quantification of fresh milk by analytical method validation. ANGON: Journal of Animal Science and Technology, 4(3), 218–225.

Downloads

Article History

Submitted: 2026-06-24
Published: 2026-07-06
Pages: 40-51

PlumX Metrics

How to Cite

Nurfiana, Y., Setiawan, E., & Rais, M. A. (2026). Pengaruh Umur Panen terhadap Kandungan Protein dan Serat Kasar Polong Muda Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.). Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 4(2), 40–51. https://doi.org/10.56211/tabela.v4i2.1846

Issue

Section

Articles