Persepsi dan Hambatan Orang Tua dalam Mengikuti Program Pendidikan Pengelolaan DA di Fasilitas Primer: Studi Fenomenologi di Puskesmas Secanggang
DOI:
https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i3.1580Keywords:
Hambatan; Dermatitis Atopic; Fenomenologi; Pendidikan Orang Tua; Persepsi; Puskesmas
Abstract
Dermatitis atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis pada anak yang memerlukan pengelolaan jangka panjang dan keterlibatan aktif orang tua. Program pendidikan orang tua di fasilitas kesehatan primer menjadi strategi penting dalam meningkatkan kemampuan keluarga mengelola DA. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan hambatan orang tua dalam mengikuti Program Pendidikan Pengelolaan DA di Puskesmas Secanggang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 10 orang tua yang memiliki anak usia 0–5 tahun dengan diagnosis DA dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki motivasi tinggi untuk mengikuti program, pengalaman positif selama proses edukasi, serta memaknai program sebagai, meskipun motivai tinggi dan sarana pemberdayaan dalam pengelolaan DA anak banyak hambatan berupa keterbatasan waktu kerja, jarak ke Puskesmas dan kurangnya dukungan keluarga. Program pendidikan berkontribusi terhadap peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku perawatan, dan penurunan kecemasan orang tua.
Downloads
References
Afriyanti, D. S. (2024). Persepsi dan hambatan orang tua dalam mengikuti program pendidikan pengelolaan dermatitis atopik di fasilitas kesehatan primer (Tesis magister, tidak dipublikasikan). Program Pascasarjana, Indonesia.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.
Bieber, T. (2017). Atopic dermatitis. New England Journal of Medicine, 377(11), 1109–1122. https://doi.org/10.1056/NEJMra1604530
Boguniewicz, M., & Leung, D. Y. M. (2018). Atopic dermatitis: A disease of altered skin barrier and immune dysregulation. Immunological Reviews, 242(1), 233–246. https://doi.org/10.1111/imr.12695 DOI: https://doi.org/10.1111/j.1600-065X.2011.01027.x
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa DOI: https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Chiang, C., Chen, Y., & Lee, J. (2021). Parents’ perceptions and engagement in health education programs for children with chronic illness. Journal of Pediatric Nursing, 58, 12–18. https://doi.org/10.1016/j.pedn.2021.02.004 DOI: https://doi.org/10.1016/j.pedn.2021.02.004
Cork, M. J., Danby, S. G., Ogg, G. S., & Ward, S. J. (2020). Atopic dermatitis epidemiology and unmet need in the modern era. Journal of Dermatological Science, 98(2), 75–82. https://doi.org/10.1016/j.jdermsci.2020.03.006 DOI: https://doi.org/10.1016/j.jdermsci.2020.03.006
Creswell, J. W. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Sage Publications.
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.
Hidajat, D. (2020). Peran keluarga dalam pengelolaan penyakit kronis pada anak. Jurnal Keperawatan Anak, 8(1), 45–52.
Irvine, A. D., Mina-Osorio, P., & Murray, P. J. (2021). Patient and caregiver education in atopic dermatitis management. Clinical Dermatology, 39(3), 412–418. https://doi.org/10.1016/j.clindermatol.2021.01.006 DOI: https://doi.org/10.1016/j.clindermatol.2021.01.006
Kim, J. P., Chao, L. X., Simpson, E. L., & Silverberg, J. I. (2018). Educational interventions for parents of children with atopic dermatitis. Annals of Allergy, Asthma & Immunology, 121(5), 615–620. https://doi.org/10.1016/j.anai.2018.08.019 DOI: https://doi.org/10.1016/j.anai.2018.07.019
Kim, D. H. (2020). Quality of life in children with atopic dermatitis and their families. Pediatric Dermatology, 37(2), 343–349. https://doi.org/10.1111/pde.14090 DOI: https://doi.org/10.1111/pde.14090
Nutbeam, D. (2019). Health literacy as a public health goal: A challenge for contemporary health education. Health Promotion International, 34(1), 1–10. https://doi.org/10.1093/heapro/day030 DOI: https://doi.org/10.1093/heapro/day030
Paller, A. S., Kabashima, K., & Bieber, T. (2014). Therapeutic pipeline for atopic dermatitis: End of the drought? Journal of Allergy and Clinical Immunology, 134(4), 1030–1038. https://doi.org/10.1016/j.jaci.2014.08.012 DOI: https://doi.org/10.1016/j.jaci.2014.08.012
Putri, R. A. (2024). Beban ekonomi dan psikososial keluarga dengan anak dermatitis atopik. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 19(2), 134–142.
Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the Health Belief Model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335. https://doi.org/10.1177/109019817400200403 DOI: https://doi.org/10.1177/109019817400200403
Simpson, E. L. (2019). Atopic dermatitis: A review of diagnosis and treatment. BMJ, 367, l6080. https://doi.org/10.1136/bmj.l6080
Spillekom, A. V., van den Ende, C. H. M., & de Jong, E. M. G. J. (2019). Educational programs for parents of children with atopic dermatitis: A systematic review. Journal of Dermatological Treatment, 30(5), 495–501. https://doi.org/10.1080/09546634.2018.1530447
Wasliati, B., Wasliati, N., & Wasliati, W. (2025). PARENTAL EDUCATION PROGRAM ON CHILDHOOD ATOPIC DERMATITIS: A SCOPING REVIEW. JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT, 10(2), 105-114.
Williams, H. C. (2018). Epidemiology of atopic dermatitis. Clinical and Experimental Dermatology, 43(4), 395–399. https://doi.org/10.1111/ced.13392 DOI: https://doi.org/10.1111/ced.13392
World Health Organization. (1986). Ottawa charter for health promotion. WHO.
Downloads
Article History
Pages: 269-277
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dhewi Sri Afriyanti, Balqis Wasliati, Tati Murni Karo–karo, Herlina Herlina, Reni Aprinawaty Sirait

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."
Most read articles by the same author(s)
- Kosmas Mote, Balqis Wasliati, Analisis Persepsi Pasien terhadap Implementasi SPO Alur Pelayanan Fisioterapi: Studi Kualitatif di RSUD BLU Timika , PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat: Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari









