Faktor Risiko Burnout pada Pekerja Bagian Produksi di PT XYZ Tahun 2025

Abstract Views: 10   PDF Downloads: 6

Authors

  • Aisy Riani Awanja Universitas Jambi
  • Willia Novita Eka Rini Universitas Jambi
  • Budi Aswin Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i4.1618

Keywords:

Beban Kerja Fisik; Burnout; Kesehatan Kerja; Pekerja Produksi; Stres Kerja

Abstract

Latar Belakang: Burnout merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak terjadi pada pekerja industri, terutama pada bagian produksi yang memiliki tuntutan kerja tinggi, pekerjaan monoton, serta jam kerja yang panjang. Kondisi ini dapat berdampak pada penurunan produktivitas, peningkatan kesalahan kerja, serta gangguan kesehatan fisik maupun psikologis. Observasi awal di PTXYZ  menunjukkan adanya keluhan kejenuhan dan kelelahan pada pekerja produksi yang mengarah pada risiko burnout.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian burnout pada pekerja bagian produksi di PT XYZ tahun 2025.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 55 responden dari total populasi 60 pekerja produksi yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik responden, Maslach Burnout Inventory (MBI) untuk mengukur burnout, Occupational Stress Inventory–Revised (OSI-R) untuk mengukur stres kerja, serta pengukuran beban kerja fisik menggunakan persentase Cardiovascular Load (%CVL). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% responden mengalami burnout. Mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki (90,9%), berusia >40 tahun (58,2%), dan memiliki masa kerja >5 tahun (78,2%). Sebagian besar responden mengalami stres kerja berat (81,8%) dan beban kerja tinggi (83,6%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara usia dengan burnout (p=0,038), stres kerja dengan burnout (p=0,002) dan beban kerja dengan burnout (p=0,001).

Kesimpulan: Burnout banyak ditemukan pada pekerja bagian produksi di PT XYZ tahun 2025. Variabel usia, stres kerja dan beban kerja fisik merupakan faktor risiko utama yang berhubungan signifikan dengan kejadian burnout. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian stres kerja dan penyesuaian beban kerja untuk menurunkan risiko burnout pada pekerja.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdul Aziz, A. F., & Ong, T. (2024). Prevalence and associated factors of burnout among working adults in Southeast Asia: results from a public health assessment. Frontiers in Public Health, 12(March).

Ansyah, A., & Yani, K. (2022). Hubungan Beban Kerja dan Kejenuhan Kerja Terhadap Stres Kerja Perawat. Citra Delima Scientific Journal of Citra Internasional Institute, 6(1), 64–69.

Arroisi, J., & Afifah, H. (2022). Sindrom Burnout Perspektif Herbert J. Freudenberger. Cakrawala Repositori IMWI, 5(2), 290–302.

Fatah, A. R. S., & Mahachandra, M. (2024). Penilaian Dan Analisis Beban Kerja Fisik Dengan Metode Cardiovascular Load ( Cvl ) Dan Workload Analysis ( Wla ) Pada Divisi Permesinan Dan Divisi Pengelasan Instalasi Industri Logam Semarang. Journal Undip, 1(7), 1–9.

Getie, A., Ayenew, T., Amlak, B. T., Gedfew, M., Edmealem, A., & Kebede, W. M. (2025). Global prevalence and contributing factors of nurse burnout: an umbrella review of systematic review and meta-analysis. BMC Nursing, 24(1).

Maslach, C., & Leiter, M. P. (2016). Understanding the burnout experience: Recent research and its implications for psychiatry. World Psychiatry, 15(2), 103–111.

Montero-Marín, J., Skapinakis, P., Araya, R., Gili, M., & García-Campayo, J. (2011). Towards a brief definition of burnout syndrome by subtypes: Development of the “Burnout Clinical Subtypes Questionnaire” (BCSQ-12). Health and Quality of Life Outcomes, 9(1), 74.

Rosada, R., Fadli, U. M., & Khalida, L. R. (2023). Analysis Of Library And Archives Employee Burnout Analysis Of Karawang Regency. Management Studies and Entrepreneurship Journal, 4(5), 4782–4792.

WHO. (2019). “Burn-out an ‘occupational phenomenon’: International Classification of Diseases.”

Widhianingtanti, L. T., & van Luijtelaar, G. (2022). The Maslach-Trisni Burnout Inventory: Adaptation for Indonesia. Jurnal Pengukuran Psikologi Dan Pendidikan Indonesia, 11(1), 1–21.

Widyastuti, T. T. (2024). Durasi dan Beban Kerja Sebagai Prediktor Burnout Syndrom pada Pekerja Konstruksi. 15(5), 674–677.

Downloads

Article History

Submitted: 2026-02-13
Published: 2026-04-27
Pages: 534-540

PlumX Metrics

How to Cite

Awanja, A. R., Rini, W. N. E., & Aswin, B. (2026). Faktor Risiko Burnout pada Pekerja Bagian Produksi di PT XYZ Tahun 2025 . PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(4), 534–540. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i4.1618

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>