Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat

Abstract Views: 1035   PDF Downloads: 832

Authors

  • Fakhrurradhi Luthfi Universitas Teuku Umar, Aceh Barat
  • Veni Nella Syahputri Universitas Teuku Umar, Aceh Barat
  • Dewiana Dewiana Universitas Teuku Umar, Aceh Barat

DOI:

https://doi.org/10.56211/pubhealth.v2i3.465

Keywords:

Keberadaan Perokok; Lingkungan; Pengetahuan; Kejadian ISPA; Puskesmas

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah infeksi saluran pernafasan yang ditandai dengan sesak nafas, nafas cepat dan tidak teratur. Kasus ISPA mengalami peningkatan pada tahun 2016 dibandingkan dengan tahun 2015, dimana dari 372 kasuspada tahun 2015 menjadi 623 kasuspada tahun 2016. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat. Penelitian ini dilaksanakanPuskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Baratpada tanggal 26 Januari- 8 Februari 2017 dengan sampel 86 orang, di analisis dengan menggunakan analisis univariat dan Bivariat. Hasil penelitian adanya hubungan antara faktor keberadaan perokok (Pvalue= 0,000 < α = 0,05), lingkungn (Pvalue= 0,001< α = 0,05), pengetahuan (Pvalue= 0,024< α = 0,05) dengan kejadian ISPA. Kesimpulan dalam penelitian adalah adanya hubungan antara faktor keberadaan perokok, lingkungan, pengetahuan dengan kejadian ISPA. Kepada puskesmas bagian promkes penyakit tidak menular diharapkan agar dapat menjelaskan kepada masyarakat yang mengalami ISPA bahwa penyebab ISPA adalah karena asap rokok, lingkungan yang tidak bersih sehingga diperlukan pengetahuan yang baik terhadap penyakit ISPA ini agar dapat menghindari penyakit tersebut.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almatsier, Sunita, dkk. (2011). Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama.

Budiarto. (2012). Metodologi Penelitian Kedokteran. Jakarta: EGC

Dinkes Aceh Barat. (2013). Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2012. Aceh Barat Daya.

Dinkes Aceh Barat. (2015). Profil Kesehatan Kabupaten Aceh Barat Tahun 2014. Aceh Barat Daya.

Dinkes Aceh. 2014. Profil Kesehatan Provinsi Aceh Tahun 2013. Aceh.

Hurlock, E. B. (2010). Psikologi Perkembangan. Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta: Erlangga.

Indriani, Dian. (2012). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dengan Perilaku Pencegahan pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tirto II Kabupaten Pekalongan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Kemenkes RI. (2011). Penyakit ISPA dan Penaggulangannya. Jakarta.

Kemenkes RI. (2013). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta

Kemenkes RI. (2015). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta.

Masriani. (2016). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Penyakit ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Tangkeh Kecamatan Woyla Timur Kabupaten Aceh Barat. Skripsi : UTU. Aceh Barat.

Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan.Rineka Cipta. Jakarta

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan Perilaku Kesehatan.Jakarta : Rineka cipta

Puskesmas Johan Pahlawan. (2015). Data ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Tahun 2015. Aceh Barat

Puskesmas Johan Pahlawan. (2016). Data ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Tahun 2016 Bulan Januari-Oktober. Aceh Barat

Rizki, S.R. (2014). Analisis Faktor-faktor Risiko Kejadian ISPA pada Pekerja di Bagian Produksi Block Rubber PT. Sri Trang Lingga Indonesia Tahun 2014. Skripsi. Universityas Sriwijaya.

Rusnaini. (2013). Faktor-faktor yang mempengruhi penyakit Ispa pada Masyarakat. Skripsi : UTU. Aceh Barat.

Downloads

Article History

Submitted: 2024-02-12
Published: 2024-02-28
Pages: 105-111

PlumX Metrics

How to Cite

Luthfi, F., Syahputri, V. N., & Dewiana, D. (2024). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian ISPA di Wilayah Kerja Puskesmas Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat . PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 2(3), 105–111. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v2i3.465