Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah: Studi Kasus di SDN 009 Karang Asam Samarinda

Abstract Views: 823   PDF Downloads: 618

Authors

  • Shafa Minda Maliran Universitas Mulawarman, Samarinda
  • Iriyani K Universitas Mulawarman, Samarinda
  • Ratih Wirapuspita Wisnuwardani Universitas Mulawarman, Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i2.952

Keywords:

Keamanan Pangan; Jajanan Sekolah; Bahan Berbahaya; Higiene; Sekolah Dasar

Abstract

Keamanan pangan jajanan anak sekolah dasar merupakan isu penting dalam kesehatan masyarakat karena melibatkan kelompok usia rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan pangan jajanan di SDN 009 Karang Asam, Samarinda. Metode yang digunakan meliputi survei lapangan, observasi praktik higiene pedagang, serta uji cepat terhadap kandungan bahan tambahan pangan berbahaya, yaitu formalin, boraks, rhodamin B, dan methanil yellow pada jenis jajanan es teh dan melakukan pengamatan hygiene dan sanitasi pada terang bulan mini dan jelly. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa seluruh sampel negatif terhadap bahan berbahaya tersebut. Namun, ditemukan kelemahan dalam aspek penyajian dan kebersihan, seperti makanan disajikan terbuka dan penggunaan air yang tidak terverifikasi kualitasnya. Temuan ini menunjukkan bahwa keamanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kandungan kimia, tetapi juga oleh praktik higiene pedagang, edukasi konsumen, dan pengawasan lingkungan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan rutin bagi pedagang, integrasi edukasi gizi dalam kurikulum, serta penguatan program kantin sehat sebagai upaya preventif dan promotif terhadap risiko pangan tidak aman di sekolah dasar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afriani, R., Yuliana, D., & Kurniawati, D. (2020). Pengawasan keamanan pangan jajanan anak sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 12(1), 56–62.

Apriyanti, E. (2019). Praktik penyajian makanan jajanan pada pedagang di sekitar sekolah dasar. Jurnal Gizi Indonesia, 7(2), 120–128.

Ardiansyah, M., Utami, R., & Permatasari, T. (2021). Kontaminasi mikrobiologis pada jajanan anak sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(3), 102–109.

Astuti, D. Y., Rahmawati, A., & Lestari, I. (2021). Analisis kandungan bahan tambahan pangan pada makanan jajanan. Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 20(1), 33–39.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (2023). Laporan Pengawasan Keamanan Pangan Sekolah Tahun 2023. Jakarta: BPOM RI.

BPOM RI. (2018). Pedoman Pengawasan Bahan Tambahan Pangan Pewarna. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.

Damayanti, F. E., Susanti, N., & Putri, M. (2019). Pengaruh edukasi gizi terhadap pemilihan jajanan sehat. Jurnal Kesehatan Prima, 13(2), 75–80.

FAO & WHO. (2019). Food safety and quality: School food and nutrition. Geneva: FAO/WHO.

Harahap, F. S., Lubis, L. T., Pohan, H. M., Azizah, J., & Nurmi, A. (2022). Test of Borax, Formalin, and Synthetic Dyes in Snacks at Traditional Markets. BioLink Journal.

Kementerian Kesehatan RI. (2022). Pedoman Kantin Sehat di Sekolah Dasar. Jakarta: Direktorat Gizi Masyarakat.

Lestari, A., Widodo, R. M., & Kurniawan, T. (2021). Dampak program kantin sehat terhadap pilihan makanan siswa. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(2), 132–139.

Lestari, D., & Fitriani, R. (2021). Analisis Pewarna Sintetis Rhodamin B dan Metanil Yellow pada Jajanan Sekolah di Kota Bandung. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(2), 112–120.

Maulana, D., Fitriana, H., & Nugraheni, N. (2020). Evaluasi efektivitas pelatihan hygiene sanitasi bagi pedagang sekolah. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(3), 85–93.

Modeong, D. F., Buhari, F., & Arwati, N. L. (2020). Detection of Borax, Formalin, and Synthetic Dyes in Street Foods in Gorontalo City. JHTS

Nuraini, S., Hermawati, D., & Prasetyo, B. (2022). Media edukasi video untuk peningkatan pengetahuan keamanan pangan. Jurnal Edukasi Kesehatan Masyarakat, 8(1), 14–20.

Pramesti, A., & Nugroho, M. (2020). Pengaruh intervensi kantin sehat terhadap perilaku makan anak sekolah dasar. Jurnal Ilmu Gizi dan Pangan, 15(1), 47–54.

Putri, A. D., Pratiwi, S. R., & Kurniasari, D. (2020). Kandungan mikroba pada makanan jajanan sekolah. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 9(2), 97–103.

Rahayu, W., & Mulyani, S. (2021). Pelatihan higiene pangan pada pedagang jajanan sekolah. Jurnal Pengabdian Kesehatan, 5(1), 55–62.

Sari, Y., Ramadhan, A., & Anjani, P. (2022). Higiene penjamah dan sanitasi jajanan anak sekolah. Jurnal Gizi Indonesia, 10(1), 72–78.

Setiawati, S., Hidayati, I., & Hartati, R. (2020). Analisis sanitasi jajanan anak sekolah dasar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 7(1), 33–40.

Sulistyorini, L., & Yuniarti, D. (2018). Media flipchart dan perubahan perilaku pedagang makanan. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 9(2), 101–108.

Widiasih, L., Fauziah, N., & Prasetya, D. (2020). Kualitas mikrobiologi es batu yang digunakan oleh pedagang. Jurnal Teknologi Kesehatan, 4(1), 12–19.

World Health Organization. (2020). Five Keys to Safer Food Manual. Geneva: WHO Press.

Yadano, P. S. W., Malaha, A., & Iolo, A. (2023). Identification of Food Additives (Borax, Formalin, and Synthetic Colorants) in Local Snacks. Journal of Health, Technology and Science (JHTS), 4(3), 188–200

Yuliana, E., & Suprapto, H. (2021). Higiene pangan jajanan anak sekolah dasar di lingkungan urban. Jurnal Pangan dan Gizi, 11(2), 99–106.

Downloads

Article History

Submitted: 2025-06-18
Published: 2025-10-25
Pages: 108-113

PlumX Metrics

How to Cite

Maliran, S. M., K, I., & Wisnuwardani, R. W. (2025). Keamanan Pangan Jajanan Anak Sekolah: Studi Kasus di SDN 009 Karang Asam Samarinda. PubHealth Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(2), 108–113. https://doi.org/10.56211/pubhealth.v4i2.952