Identifikasi Rembesan dan Lendutan Bendungan Mamak Menggunakan Metode Geolistrik dan Georadar dengan Solusi Penanganannya Menggunakan Geokomposit
Studi Kasus: Bendungan Mamak, Provinsi Nusa Tenggara Barat
DOI:
https://doi.org/10.56211/blendsains.v4i4.1346Keywords:
Bendungan Urugan; Rembesan; Lendutan; Geolistrik; Georadar; Geokomposit
Abstract
Bendungan Mamak di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat merupakan bendungan urugan batu yang mengalami indikasi lendutan pada daerah puncak saddle dam 2 serta rembesan pada bukit tumpuan kanan hilir saddle dam 2. Investigasi lapangan dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi dipole–dipole serta metode Ground Penetrating Radar (GPR) pada lintasan yang berbeda untuk mengidentifikasi sumber permasalahan. Hasil geolistrik menunjukkan zona resistivitas rendah (<25 Ω·m) yang mengindikasikan keberadaan jalur rembesan aktif pada area bukit tumpuan kanan hilir saddle dam 2, sedangkan hasil GPR mendeteksi anomali refleksi berupa blank zone dan reflektor hiperbolik pada puncak saddle dam 2 yang menunjukkan adanya deformasi atau lendutan. Penanganan direncanakan melalui pemasangan lapisan selimut kedap air geokomposit tiga lapis pada area rembesan serta penimbunan kembali pada bagian yang mengalami lendutan. Evaluasi stabilitas dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio (SEEP/W dan SLOPE/W). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum penanganan, nilai Factor of Safety (FK) lereng berada pada kisaran 2,26–2,57 untuk kondisi statik dan 1,36–1,84 untuk kondisi gempa maksimum (MDE). Setelah penerapan geokomposit, nilai FK meningkat menjadi 2,30–3,26 pada kondisi statik dan 1,45–2,16 pada kondisi gempa, yang menunjukkan penurunan tekanan air pori dan peningkatan stabilitas lereng secara signifikan. Dengan demikian, penerapan geokomposit terbukti efektif dalam mengendalikan rembesan serta meningkatkan keamanan struktur bendungan terhadap deformasi dan potensi kegagalan jangka panjang.
Downloads
References
[1] Novak, P., Moffat, A. I. B., Nalluri, C., & Narayanan, R. (2007). Hydraulic Structures (4th ed.). CRC Press. https://www.taylorfrancis.com/books/mono/10.1201/9781315274898/hydraulic-structures-novak-moffat-nalluri- narayanan
[2] R. Rahayu dan S. Permana,(2022). Analisis Kestabilan Lereng Bendungan Akibat Fluktuasi Muka Air, Jurnal Konstruksi, Institut Teknologi Garut.https://jurnal.itg.ac.id/index.php/konstruksi/article/view/916
[3] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Peraturan Menteri PUPR Nomor 27/PRT/M/2015 tentang Bendungan. Jakarta: Kementerian PUPR. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/144525/permen-pupr-no-27prtm2015-tahun-2015
[4] Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2017). Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Bendungan (PD T-02- 2007-B). Jakarta: Kementerian PUPR. https://sda.pu.go.id
[5] Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi. 2017. Modul 12 : Modul Modul Analisa Stabilitas Bendungan : Perhitungan Rembesan Pelatihan Perencanaan Bendungan Tingkat Dasar. Kemeterian PUPR
[6] Amalia, D. R., dkk. (2022). Pemetaan Pola Rembesan Air pada Bendungan Selorejo Menggunakan Metode Geolistrik. Prosiding Seminar Nasional FIS Universitas Negeri Malang. https://conference.um.ac.id/index.php/fis/article/view/160
[7] Sadikin, N. (2020). Penerapan Peralatan Georadar Sebagai Teknologi Pendukung Pemantauan Perilaku Bendungan (Studi Kasus: Bendungan Cacaban, Jawa Tengah). Jurnal Sumber Daya Air, Puslitbang SDA, Kementerian PUPR.https://jurnalsda.pusair-pu.go.id/index.php/JSDA/article/download/375/273
[8] Koerner, R. M. (2012). Designing with Geosynthetics (6th ed.). Xlibris Corporation, United States.Amalia
[9] Loke, M. H. (2004). Tutorial: 2-D and 3-D Electrical Imaging Surveys. Geotomo Software.
[10] Dahlin, T., & Zhou, B. (2006). “Multiple-gradient array measurements for multichannel 2D resistivity imaging.” Near Surface Geophysics, 4(2), 113–123.
[11] Reynolds, J. M. (2011). An Introduction to Applied and Environmental Geophysics (2nd ed.). Wiley- Blackwell.
[12] Sharma, P. V. (1997). Environmental and Engineering Geophysics. Cambridge University Press.
[13] Shukla, S. K. (2017). Introduction to Geosynthetic Engineering. CRC Press.
[14] Rowe, R. K. (2014). “Performance of GCLs in liners for landfills and ponds.” Geosynthetics International, 21(2), 151–175.
[15] Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. (2023). Data Teknis Bendungan Mamak, Kabupaten Sumbawa.
[16] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. https://bwsnt1.pu.go.id/
[17] Arian Barker. 2023. Handbook of Dam Engineering. Larsen and Keller Education.
[18] Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. (2022). Laporan Inspeksi Besar Bendungan Mamak dan Saddle Dam (PPIO/DOISP-2). Nusa Tenggara Barat: Kementerian PUPR. https://sinbad.sda.pu.go.id/doisp2-dok/
[19] Central Water Commission (CWC). 2019. Handbook for Assessing and Managing Reservoir Sedimentation. CWC, India.
[20] Christian Kutzner. 1997. Earth And Rockfill Dams. A.A.BALKEMA.
[21] Dr. Ir. Suyono Sosrodarsono dan Kensaku Takeda. 2016. Bendungan Tipe Urugan. Balai Pustaka.
[22] Desy Rizki Amalia, Abdulloh Fuad, Daeng Achmad Suaidi, Siti Zulaikah, Yoyok Adisetyo Laksono (2017). Pemetaan Pola Rembesan Air pada Bendungan Selorejo Menggunakan Metode Geolistrik.
Downloads
Article History
Pages: 657-677
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ekodjati Tunggulgeni , Prasetyo Oetomo, Sayed Ahmad Fauzan, Ricky Harianja, Suprayogi Suprayogi, Joggi Theophilus Purba, Siulan Bethar Supriyadi, William Mackleva Purba, Bana Aurelya Nandita Putri, Eric Falgano Cristob Siwabessy, Viyantri Agustin, Reyvan Marcel Pasaribu, Muhammad Yuflih Nurhafiyyan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Blend Sains Jurnal Teknik menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam Blend Sains Jurnal Teknik dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa Blend Sains Jurnal Teknik berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Blend Sains Jurnal Teknik."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."
Most read articles by the same author(s)
- Joggi Theophilus Purba, Ronald Marcush Sihite, Pungky Dharma Saputra, Identifikasi Faktor Risiko Keselamatan Pada Konstruksi Rekayasa Berat , Blend Sains Jurnal Teknik: Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Oktober
- Raja N. V. Hutabarat, Okri Asfino Putra, Ekodjati Tunggulgeni, Suprayogi, Analisis Kombinasi Excavator dan Dump Truck pada Pekerjaan Galian Jalan Akses pada STA 0+250 Sampai Sta 0+525 di Proyek Pembangunan Bendungan Cijurey Paket 1 Ditinjau dari Biaya Pekerjaan , Blend Sains Jurnal Teknik: Vol. 4 No. 4 (2026): Edisi April









