Identifikasi Rembesan dan Lendutan Bendungan Mamak Menggunakan Metode Geolistrik dan Georadar dengan Solusi Penanganannya Menggunakan Geokomposit

Studi Kasus: Bendungan Mamak, Provinsi Nusa Tenggara Barat

Abstract Views: 153   PDF Downloads: 117

Authors

  • Ekodjati Tunggulgeni Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Prasetyo Oetomo Konsultan Tenaga Ahli Geokomposite
  • Sayed Ahmad Fauzan Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Ricky Harianja Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Suprayogi Suprayogi Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Joggi Theophilus Purba Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Siulan Bethar Supriyadi Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • William Mackleva Purba Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Bana Aurelya Nandita Putri Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Eric Falgano Cristob Siwabessy Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Viyantri Agustin Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Reyvan Marcel Pasaribu Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Muhammad Yuflih Nurhafiyyan Universitas Pertahanan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56211/blendsains.v4i4.1346

Keywords:

Bendungan Urugan; Rembesan; Lendutan; Geolistrik; Georadar; Geokomposit

Abstract

Bendungan Mamak di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat merupakan bendungan urugan batu yang mengalami indikasi lendutan pada daerah puncak saddle dam 2 serta rembesan pada bukit tumpuan kanan hilir saddle dam 2. Investigasi lapangan dilakukan menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi dipole–dipole serta metode Ground Penetrating Radar (GPR) pada lintasan yang berbeda untuk mengidentifikasi sumber permasalahan. Hasil geolistrik menunjukkan zona resistivitas rendah (<25 Ω·m) yang mengindikasikan keberadaan jalur rembesan aktif pada area bukit tumpuan kanan hilir saddle dam 2, sedangkan hasil GPR mendeteksi anomali refleksi berupa blank zone dan reflektor hiperbolik pada puncak saddle dam 2 yang menunjukkan adanya deformasi atau lendutan. Penanganan direncanakan melalui pemasangan lapisan selimut kedap air geokomposit tiga lapis pada area rembesan serta penimbunan kembali pada bagian yang mengalami lendutan. Evaluasi stabilitas dilakukan menggunakan perangkat lunak GeoStudio (SEEP/W dan SLOPE/W). Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum penanganan, nilai Factor of Safety (FK) lereng berada pada kisaran 2,26–2,57 untuk kondisi statik dan 1,36–1,84 untuk kondisi gempa maksimum (MDE). Setelah penerapan geokomposit, nilai FK meningkat menjadi 2,30–3,26 pada kondisi statik dan 1,45–2,16 pada kondisi gempa, yang menunjukkan penurunan tekanan air pori dan peningkatan stabilitas lereng secara signifikan. Dengan demikian, penerapan geokomposit terbukti efektif dalam mengendalikan rembesan serta meningkatkan keamanan struktur bendungan terhadap deformasi dan potensi kegagalan jangka panjang.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Novak, P., Moffat, A. I. B., Nalluri, C., & Narayanan, R. (2007). Hydraulic Structures (4th ed.). CRC Press. https://www.taylorfrancis.com/books/mono/10.1201/9781315274898/hydraulic-structures-novak-moffat-nalluri- narayanan

[2] R. Rahayu dan S. Permana,(2022). Analisis Kestabilan Lereng Bendungan Akibat Fluktuasi Muka Air, Jurnal Konstruksi, Institut Teknologi Garut.https://jurnal.itg.ac.id/index.php/konstruksi/article/view/916

[3] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2015). Peraturan Menteri PUPR Nomor 27/PRT/M/2015 tentang Bendungan. Jakarta: Kementerian PUPR. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/144525/permen-pupr-no-27prtm2015-tahun-2015

[4] Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. (2017). Pedoman Operasi dan Pemeliharaan Bendungan (PD T-02- 2007-B). Jakarta: Kementerian PUPR. https://sda.pu.go.id

[5] Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Air dan Konstruksi. 2017. Modul 12 : Modul Modul Analisa Stabilitas Bendungan : Perhitungan Rembesan Pelatihan Perencanaan Bendungan Tingkat Dasar. Kemeterian PUPR

[6] Amalia, D. R., dkk. (2022). Pemetaan Pola Rembesan Air pada Bendungan Selorejo Menggunakan Metode Geolistrik. Prosiding Seminar Nasional FIS Universitas Negeri Malang. https://conference.um.ac.id/index.php/fis/article/view/160

[7] Sadikin, N. (2020). Penerapan Peralatan Georadar Sebagai Teknologi Pendukung Pemantauan Perilaku Bendungan (Studi Kasus: Bendungan Cacaban, Jawa Tengah). Jurnal Sumber Daya Air, Puslitbang SDA, Kementerian PUPR.https://jurnalsda.pusair-pu.go.id/index.php/JSDA/article/download/375/273

[8] Koerner, R. M. (2012). Designing with Geosynthetics (6th ed.). Xlibris Corporation, United States.Amalia

[9] Loke, M. H. (2004). Tutorial: 2-D and 3-D Electrical Imaging Surveys. Geotomo Software.

[10] Dahlin, T., & Zhou, B. (2006). “Multiple-gradient array measurements for multichannel 2D resistivity imaging.” Near Surface Geophysics, 4(2), 113–123.

[11] Reynolds, J. M. (2011). An Introduction to Applied and Environmental Geophysics (2nd ed.). Wiley- Blackwell.

[12] Sharma, P. V. (1997). Environmental and Engineering Geophysics. Cambridge University Press.

[13] Shukla, S. K. (2017). Introduction to Geosynthetic Engineering. CRC Press.

[14] Rowe, R. K. (2014). “Performance of GCLs in liners for landfills and ponds.” Geosynthetics International, 21(2), 151–175.

[15] Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. (2023). Data Teknis Bendungan Mamak, Kabupaten Sumbawa.

[16] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. https://bwsnt1.pu.go.id/

[17] Arian Barker. 2023. Handbook of Dam Engineering. Larsen and Keller Education.

[18] Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara I. (2022). Laporan Inspeksi Besar Bendungan Mamak dan Saddle Dam (PPIO/DOISP-2). Nusa Tenggara Barat: Kementerian PUPR. https://sinbad.sda.pu.go.id/doisp2-dok/

[19] Central Water Commission (CWC). 2019. Handbook for Assessing and Managing Reservoir Sedimentation. CWC, India.

[20] Christian Kutzner. 1997. Earth And Rockfill Dams. A.A.BALKEMA.

[21] Dr. Ir. Suyono Sosrodarsono dan Kensaku Takeda. 2016. Bendungan Tipe Urugan. Balai Pustaka.

[22] Desy Rizki Amalia, Abdulloh Fuad, Daeng Achmad Suaidi, Siti Zulaikah, Yoyok Adisetyo Laksono (2017). Pemetaan Pola Rembesan Air pada Bendungan Selorejo Menggunakan Metode Geolistrik.

Downloads

Article History

Submitted: 2025-10-28
Published: 2026-02-28
Pages: 657-677

PlumX Metrics

How to Cite

Tunggulgeni , E., Oetomo, P., Fauzan, S. A., Harianja, R., Suprayogi, S., Purba, J. T., … Nurhafiyyan, M. Y. (2026). Identifikasi Rembesan dan Lendutan Bendungan Mamak Menggunakan Metode Geolistrik dan Georadar dengan Solusi Penanganannya Menggunakan Geokomposit: Studi Kasus: Bendungan Mamak, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Blend Sains Jurnal Teknik, 4(4), 657–677. https://doi.org/10.56211/blendsains.v4i4.1346

Issue

Section

Articles