Analisis Efektivitas Perbaikan Fondasi Tubuh Bendungan Cijurey dengan Metode Grouting terhadap Keamanan Rembesan dan Penurunan Bendungan

Abstract Views: 29   PDF Downloads: 15

Authors

  • Andrew Kolose Tua Lumban Tobing Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Ekodjati Tunggulgeni Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Okri Asfino Putra Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Sayed Ahmad Fauzan Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Ricky Harianja Universitas Pertahanan Republik Indonesia
  • Suprayogi Universitas Pertahanan Republik Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.56211/blendsains.v5i2.1903

Keywords:

Bendungan; Grouting; Lugeon; Penurunan; Rembesan

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas perbaikan fondasi batuan dasar Bendungan Cijurey pada penampang kritis STA 2+50 menggunakan kombinasi metode consolidation dan curtain grouting. Evaluasi kuantitatif difokuskan pada dua tujuan utama, yaitu analisis karakteristik hidraulis/keamanan rembesan serta analisis respons mekanis/deformasi struktural bendungan. Metodologi yang digunakan mengintegrasikan uji Lugeon lapangan dengan pemodelan numerik elemen hingga 2D memanfaatkan perangkat lunak SEEP/W untuk aliran rembesan dan SIGMA/W untuk analisis tegangan-regangan. Hasil investigasi hidraulis lapangan menunjukkan tren penurunan nilai Lugeon rata-rata yang signifikan dari 4,98 Lu menjadi 0,15 Lu dengan efisiensi rekayasa mencapai lebih dari 91%. Keberhasilan parameter lapangan ini divalidasi oleh simulasi SEEP/W, di mana sistem grouting mampu menekan debit rembesan total hingga mencapai 59% di bawah ambang batas izin ( ). Intervensi tirai kedap air tersebut juga sukses mendongkrak Faktor Keamanan terhadap erosi internal (FK Piping) pada kondisi Muka Air Banjir secara masif dari 2,726 menjadi 6,528, serta mengoptimalkan stabilitas struktur terhadap gaya angkat (uplift pressure). Sementara itu, hasil evaluasi respons mekanis menggunakan SIGMA/W membuktikan perbaikan batuan mampu mengendalikan deformasi dengan memangkas penurunan vertikal total (total settlement) sebesar lebih dari 50%, yaitu dari 0,467 m menjadi hanya 0,216 m. Nilai deformasi akhir ini berada jauh di bawah batas toleransi aman yang diizinkan sebesar 1,825 m, sehingga mampu mengeliminasi risiko keretakan hidraulik (hydraulic fracturing) pada inti bendungan. Secara keseluruhan, integrasi perbaikan fondasi ini terbukti sangat efektif dalam menjamin keselamatan hidraulis dan struktural jangka panjang pada Bendungan Cijurey.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Kementerian Pekerjaan Umum, “Pentingnya Infrastruktur SDA Untuk Ketahanan Pangan Nasional,” Kementian Pekerjaan Umum, 2025.

[2] Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Laporan Akhir Reviu Desain Bendungan Cijurey Kapupaten Bogor. Balai besar Wilayah Sungai Citarum, 2024.

[3] R. Fell, P. MacGregor, D. Stapledon, and G. Bell, Geotechnical Engineering of Dams, 2nd editio. CRC Press, 2015. doi: 10.1201/NOE0415364409.

[4] H. R. Cedergren, Seepage, Drainage, And Flow Nets, Third Ed. John Wiley & Son, 1989.

[5] Dirjen SDA Departemen Pekerjaan Umum, “Pedoman Grouting Untuk Bendungan,” 2005, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. [Online]. Available: http://222.124.202.167/balai_bendungan/file/19) PEDOMAN. GROUTING UNTUK BENDUNGAN.pdf

[6] Soedibyo, Teknik Bendungan. Jakarta: Pranandya Paramita, 2003.

[7] Geoslope Internasional Ltd, Seepage Modeling with SEEP /W, no. February. GEO-SLOPE International, 2013.

[8] Geoslope Internasional Ltd, “Stress-Deformation Modeling with SIGMA/W,” 2012, GEO-SLOPE International.

[9] Badan Standardisasi Nasional, “Metode analisis dan cara pengendalian rembesan air untuk bendungan tipe urugan,” 2016, Badan Standarisasi Nasional. [Online]. Available: www.bsn.go.id

[10] B. M. Das, “Mekanika Tanah 1,” 1995.

[11] Departemen Pemukiman Dan Prasarana Wilayah, “Analisis Stabilitas Bendungan Tipe Urugan Akibat Beban Gempa,” 2004, Departemen Pemukiman Dan Prasarana Wilayah.

[12] Badan Standardisasi Nasional. (2015). Tata Cara Desain Tubuh Bendungan Urugan (SNI 8062-2015). In Badan Nasional Indonesia. http://sispk.bsn.go.id/SNI/DetailSNI/9964

[13] Bureau of Indian Standards (BIS). (1993). IS 11293-2 (1993): Guidelines for the Design of Grout Curtains, Part 2: Masonry and Concrete Gravity Dams. Bureau of Indian Standards (BIS).

[14] Hardiyatmo, H. C. (2003). Mekanika Tanah II (3rd Ed). Gadjah Mada University Press.

[15] International Society for Rock Mechanics. (1978). Rock Characterization Testing And Monitoring. Pergamon Press.

[16] Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 27/PRT/M/2015 tentang Bendungan.

[17] Sosrodarsono, S., & Takeda, K. (1976). Hidrologi Untuk Pengairan.

[18] USBR. (2001). Geology Field Manual: Chapter 17 – Water Testing for Permeability. In Test. U.S. Bureau of Reclamation, Denver, Colorado.

[19] B. M. Das, Principles of Foundation Engineering, 7th ed. Stamford, CT, USA: Cengage Learning, 2011.

[20] U.S. Department of the Interior, Bureau of Reclamation, Design of Small Dams, 3rd ed. Denver, CO, USA: U.S. Government Printing Office, 1987

Downloads

Article History

Submitted: 2026-07-08
Published: 2026-10-20
Pages: 390-406

PlumX Metrics

How to Cite

Tobing, A. K. T. L., Tunggulgeni, E., Putra, O. A., Fauzan, S. A., Harianja, R., & Suprayogi, S. (2026). Analisis Efektivitas Perbaikan Fondasi Tubuh Bendungan Cijurey dengan Metode Grouting terhadap Keamanan Rembesan dan Penurunan Bendungan. Blend Sains Jurnal Teknik, 5(2), 390–406. https://doi.org/10.56211/blendsains.v5i2.1903

Most read articles by the same author(s)