Perancangan Aerator Tenaga Surya Berbasis IoT Menggunakan Metode Value Engineering untuk Mengoptimalkan Kualitas Air Tambak
DOI:
https://doi.org/10.56211/blendsains.v5i2.1934Keywords:
Aerator; Internet of Things (IoT); Tenaga Surya; Tambak; Value Engineering
Abstract
Tujuan penelitian ini adalah merancang aerator yang digerakkan oleh energi surya dan berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan pendekatan Value Engineering (VE). Penelitian menggunakan metode Value Engineering dengan tahapan informasi, analisis fungsi, kreativitas, evaluasi, dan pengembangan. Hasil penelitian menunjukkan desain aerator tenaga surya memiliki biaya pembuatan yang lebih murah dibandingkan aerator konvensional. Pengembangan aerator tambak menggunakan motor listrik satu fase yang dipadukan dengan panel surya 20 Wp. Biaya pembuatan aerator tenaga surya sebesar Rp4.413.600, sedangkan aerator konvensional sebesar Rp5.500.000, sehingga terdapat penghematan sekitar 19,8%. Penelitian ini berdampak positif terhadap pengelolaan tambak, efisiensi biaya, dan peningkatan kesejahteraan petambak. Aerator cerdas berbasis IoT dan tenaga surya dengan pendekatan Value Engineering terbukti lebih efisien, ramah lingkungan, dan adaptif terhadap kondisi air tambak dibandingkan sistem konvensional. Inovasi ini berpotensi menjadi solusi berkelanjutan dalam peningkatan budidaya perikanan di Indonesia.
Downloads
References
[1] M. A. Marfai, D. Mardiatno, A. Cahyadi, and F. Nucifera, "Pemodelan spasial bahaya banjir rob berdasarkan skenario perubahan iklim dan dampaknya di pesisir Pekalongan," Bumi Lestari, vol. 13, no. 2, pp. 244–256, 2017.
[2] M. N. Khaqiqi and Syamsuddin, "Dampak banjir rob terhadap perekonomian dan strategi pengembangan wisata," Forum Ekonomi, vol. 23, no. 2, pp. 295–301, 2021.
[3] M. Alfian Mizar, et al., "Implementasi splash aerator energi angin bagi petani tambak udang di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur," in Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian kepada Masyarakat, no. 1, 2019.
[4] P. Mahadi Sihombing, et al., "Prototipe pengawasan dan pengontrolan aerator untuk budidaya udang berbasis IoT," Jurnal Vorteks, vol. 4, no. 1, pp. 264–271, 2023. https://doi.org/10.54123/vorteks.v4i1.265.
[5] I. Hasyim Rosma, et al., "Penerapan aerator jenis kincir untuk keberlanjutan suplai oksigen terlarut pada pertanian tambak udang," Jurnal Sinergitas PKM & CSR, vol. 5, no. 1, p. 392, 2021. https://doi.org/10.19166/jspc.v5i1.1759.
[6] R. Amirillah, et al., "Rancang bangun sistem pompa aerator tenaga surya untuk suplai oksigen kolam lele metode algoritma incremental conductance," pp. 31–32, 2023.
[7] D. Ansarullah and H. Nurwarsito, "Monitoring kualitas air pada tambak udang berbasis Internet of Things dengan protokol komunikasi ZigBee," Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer, vol. 6, no. 2, pp. 615–624, 2022.
[8] A. Lestari and A. Zafia, "Penerapan sistem monitoring kualitas air berbasis Internet of Things," LEDGER: Journal Informatic and Information Technology, vol. 1, no. 1, pp. 17–24, 2022. https://doi.org/10.20895/ledger.v1i1.776.
[9] Y. P. Wijayanti, M. Wijayaningtyas, and M. Erfan, "Analisis rekayasa nilai (value engineering) pada proyek Jembatan Pelayangan Kecamatan Longkip Kota Subulussalam," Student Journal Gelagar, vol. 5, no. 1, pp. 57–62, 2023.
[10] M. Hastarina, A. A. Masruri, and S. A. Saputra, "Perancangan mesin peleleh biji plastik sebagai alternatif pengolahan limbah plastik dengan penerapan metode value engineering," vol. 2, 2019.
[11] G. Djoyowasito, A. Ahmad, and A. Khasanah, "Rancang bangun sistem aerator tambak udang bertenaga bayu," Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis dan Biosistem, vol. 7, no. 2, 2019.
[12] N. P. A. Nugraha, M. Agus, and T. Y. Mardiana, "Rekayasa kincir air pada tambak udang vannamei (Litopenaeus vannamei) di Tambak Unikal Slamaran," Jurnal Pena Akuatika, vol. 16, no. 1, pp. 103–115, 2017.
[13] Nuryanti, B. Dwiartomo, and A. Ruswandi, "Analisis daya yang dihasilkan turbin angin tipe windmill pada sistem aerasi tambak udang," Jurnal Teknologi dan Rekayasa Manufaktur, vol. 1, no. 1, pp. 47–58, 2019.
[14] H. Muyasaroh, I. R. Islamy, A. S. R. Fakhry, and M. Ismail, "Sistem pendeteksi kualitas air berbasis IoT pada budidaya tambak di Desa Karangrejo, Kabupaten Demak," Jurnal Informatika dan Teknik Elektro Terapan, vol. 13, no. 1, 2025.
[15] S. Melangi, M. Asri, and S. A. Hulukati, "Sistem monitoring informasi kualitas dan kekeruhan air tambak berbasis Internet of Things," Jambura Journal of Electrical and Electronics Engineering, vol. 4, no. 1, pp. 77–82, 2022. https://doi.org/10.37905/jjeee.v4i1.12061.
[16] G. Wiranto and I. D. P. Hermida, "Pembuatan sistem monitoring kualitas air secara real time dan aplikasinya dalam pengelolaan tambak udang," Teknologi Indonesia, vol. 33, no. 2, pp. 107–113, 2010.
[17] P. Kusrini, G. Wiranto, I. Syamsu, and L. Hasanah, "Sistem monitoring online kualitas air akuakultur untuk tambak udang menggunakan aplikasi berbasis Android," Jurnal Elektronika dan Telekomunikasi, vol. 16, no. 2, p. 25, 2016. https://doi.org/10.14203/jet.v16.25-32.
[18] G. A. Pauzi, M. A. Syafira, A. Surtono, and A. Supriyanto, "Aplikasi IoT sistem monitoring kualitas air tambak udang menggunakan aplikasi Blynk berbasis Arduino Uno," Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika, vol. 5, no. 2, pp. 1–8, 2017.
[19] Z. Zainuddin, A. Azis, and R. Idris, "Sistem monitoring kualitas air pada budidaya udang vannamei berbasis wireless sensor network di Dusun Taipa Kecamatan Mappakasunggu Kabupaten Takalar," Jurnal Techno Entrepreneur Acta, vol. 1, no. 2, pp. 1–6, 2015.
[20] A. R. Hakimi, M. Rivai, and H. Pirngadi, "Sistem kontrol dan monitor kadar salinitas air tambak berbasis IoT LoRa," Jurnal Teknik ITS, vol. 10, no. 1, 2021.
[21] H. A. Yanti, D. A. Putri, and S. Z. Fajriyah, "Simulasi sistem monitoring oksigen terlarut (DO) pada budidaya udang vaname berbasis Internet of Things (IoT)," Jurnal Informatics and Communication Technology, vol. 5, no. 1, pp. 57–67, 2023.
[22] A. Kusumastuti Hendrawan, "Penerapan value engineering pada pengembangan produk sepatu running artikel Alfieri untuk efisiensi biaya material," in Prosiding Seminar Nasional Edusainstek, 2019, pp. 95–103.
[23] M. I. Thurmudhi and B. I. Putra, "Analisa biaya pembuatan alat pengemasan tempe dengan metode value engineering," Matrik: Jurnal Manajemen dan Teknik Industri Produksi, vol. 24, no. 2, p. 143, 2024. https://doi.org/10.30587/matrik.v24i2.6352.
[24] M. R. Armayanda and M. F. Pasaribu, "Penerapan value engineering untuk menghemat biaya produksi sapu ijuk pada UD. Maju Jaya," JURUTERA – Jurnal Umum Teknik Terapan, vol. 4, no. 2, pp. 7–11, 2019.
[25] A. A. D. P. Dewi, N. M. Jaya, and N. P. E. Trisnayanthy, "Analisis penerapan rekayasa nilai (value engineering) pada proyek pembangunan Villa Holly Pecatu," Jurnal Spektran, vol. 12, no. 1, 2024.
[26] K. Bahri and R. Indryani, "Penerapan rekayasa nilai (value engineering) pekerjaan arsitektural pada proyek pembangunan Transmart Carrefour Padang," Jurnal Teknik ITS, vol. 7, no. 1, pp. 1–6, 2018.
[27] Harmoko, Y. I. Tachriri, M. Al'amin, H. Harinugroho, and Z. Ma'arif, "Pemberdayaan masyarakat tambak melalui inovasi aerator cerdas berbasis IoT dan energi surya di daerah pesisir," Jurnal SOLMA, vol. 14, no. 3, pp. 4776–4783, 2025. https://doi.org/10.22236/solma.v14i3.20918.
[28] R. S. Wahyuni, R. Rahmi, and H. Hamsah, "Efektivitas oksigen terlarut terhadap pertumbuhan dan sintasan udang vaname (Litopenaeus vannamei)," Jurnal Perikanan Unram, vol. 12, no. 4, pp. 536–543, 2022.
[29] Supriatna, M. Mahmudi, M. Musa, and Kusriani, "Model of pH and its relationship with water quality parameters in intensive vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) ponds in Banyuwangi, East Java," Journal of Fisheries and Marine Research, vol. 4, no. 3, pp. 368–374, 2020.
[30] Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 15 Tahun 2022 tentang Pedoman Umum Pembesaran Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), 2022.
[31] H. Ariadi, A. Wafi, and B. D. Madusari, Dinamika Oksigen Terlarut (Studi Kasus pada Budidaya Udang). Jawa Barat: Penerbit Adab, 2021.
[32] S. Akbar, "Monitoring automatic transfer switch dan baterai berbasis IoT menggunakan mikrokontroler AVR dan ESP32," Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, vol. 11, no. 2, pp. 51–60, 2022. https://doi.org/10.14710/transient.v11i2.51-60.
Downloads
Article History
Pages: 500-510
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Harmoko Harmoko, Risal Ngizudin, Melita Khairina, Amanda Fitri Noviyani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Blend Sains Jurnal Teknik menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam Blend Sains Jurnal Teknik dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
"Penulis mengakui bahwa Blend Sains Jurnal Teknik berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0"
"Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Blend Sains Jurnal Teknik."
"Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku."
Most read articles by the same author(s)
- Harmoko Harmoko, Risal Ngizudin, Ahmudi Ahmudi, Nur Muhammad Rosyid, Sheilla Amtilyani, Analisis Pengaruh Komposisi Perekat Porang terhadap Kadar Air dan Ketahanan Mekanik Briket Biomassa Arang Kayu , Blend Sains Jurnal Teknik: Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juli









