Tantangan dan Kendala Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Sejarah: Studi Kasus di MAN 1 Medan
DOI:
https://doi.org/10.56211/toga.v3i2.1947Keywords:
Deep Learning, pembelajaran sejarah, Kurikulum Merdeka, tantangan implementasi, madrasah.
Abstract
Implementasi pendekatan Deep Learning dalam Kurikulum Merdeka menjadi salah satu kebijakan strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif peserta didik. Namun, penerapannya dalam pembelajaran sejarah masih menghadapi berbagai tantangan, khususnya di lingkungan madrasah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan dan kendala implementasi Deep Learning dalam pembelajaran sejarah di MAN 1 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, dua guru sejarah, dan lima belas siswa kelas X yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Deep Learning menghadapi lima tantangan utama, yaitu keberagaman karakteristik dan minat belajar siswa, keterbatasan pemahaman guru terhadap konsep Deep Learning, keterbatasan akses terhadap sumber sejarah autentik, kendala manajemen waktu dan pengelolaan kelas, serta kemampuan berpikir kritis dan literasi sejarah siswa yang masih beragam. Untuk mengatasi kendala tersebut, guru menerapkan pembelajaran kolaboratif, membentuk kelompok belajar heterogen, memvariasikan metode pembelajaran, memanfaatkan media pembelajaran yang relevan, serta mengembangkan kreativitas dalam merancang aktivitas belajar. Keberhasilan implementasi Deep Learning memerlukan sinergi antara kompetensi guru, kesiapan peserta didik, serta dukungan kebijakan dan lingkungan sekolah agar pembelajaran sejarah mampu menghasilkan pengalaman belajar yang bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik.
Downloads
References
Adnyana, I. K. S. (2024). Implementasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia. Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(2), 1–14.
Akmal, A. N., Maelasari, N., & Lusiana, L. (2025). Pemahaman Deep Learning dalam Pendidikan: Analisis Literatur melalui Metode Systematic Literature Review (SLR). JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8(3), 3229–3236.
Annasthasya, D., Alfindoria, I., Rahayu, S., & Khair, O. I. (2025). Metodologi penelitian kualitatif: Tinjauan literatur dalam konteks pendidikan. Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 3(7), 423–429.
Biggs, J., & Tang, C. (2011). Teaching for Quality Learning at University (4th ed.). Open University Press.
Fatmawati, I. (2025). Transformasi Pembelajaran Sejarah dengan Deep Learning Berbasis Digital untuk Gen Z. Revorma: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran, 5(1), 25–39.
Husna, K., Lubis, T., Siregar, F. H., & Nasution, A. F. (2025). Eksplorasi peran guru dalam pemilihan metode pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Realisasi: Ilmu Pendidikan, Seni Rupa Dan Desain, 2(3), 107–118.
Khairani, V., Fitriani, F., Ekowati, E., Daulay, I. R., Darmawan, D., Anggraini, V., & Aslami, S. (2025). Kurikulum Cinta sebagai strategi moderasi beragama dalam dunia pendidikan: Tinjauan literatur. Studia Sosia Religia, 8(2), 75–83.
Martatiyana, D. R., Derlis, A., Aviarizki, H. W., Jurdil, R. R., Andayani, T., & Hidayat, O. S. (2023). Analisis komparasi implementasi kurikulum merdeka dan kurikulum 2013. Muallimuna: Jurnal Madrasah Ibtidaiyah, 9(1), 96–109.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.
Notanubun, Z. (2019). Pengembangan kompetensi profesionalisme guru di era digital (Abad 21). Jurnal Bimbingan Dan Konseling Terapan, 3(2), 54.
Ramadhan, A. (2025). Pengaruh Meaningful, Joyful, dan Mindful Learning Sebagai Pilar Deep Learning terhadap Hasil Belajar: Literature Review. JPT: Jurnal Pendidikan Tematik, 6(2), 151–158.
Sanjaya, W. (2015). Perencanaan dan desain sistem pembelajaran. Kencana.
Sardiman, A. M. (2011). Interaksi dan motivasi belajar mengajar. Raja Grafindo Persada.
Suryana, A., & Djono. (2025). Paradigma Deep Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Abad 21: Upaya Membangun Kemampuan Berfikir Kritis Siswa. Jurnal Pendidikan Sejarah.
Tomlinson, C. A. (2014). The Differentiated Classroom: Responding to the Needs of All Learners (2 ed.). ASCD.
Tyler, R. W. (2013). Basic principles of curriculum and instruction BT - Curriculum studies reader E2 (hal. 60–68). Routledge.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society: The Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Wineburg, S. (2001). Historical Thinking and Other Unnatural Acts: Charting the Future of Teaching the Past. Temple University Press.
Downloads
Article History
Pages: 60-67
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Muhammad Nur Lubis , annisa Vira

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang mempublikasikan naskahnya pada Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyetujui ketentuan berikut:
Hak cipta atas artikel apapun dalam Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan dipegang penuh oleh penulisnya di bawah lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. dengan beberapa ketentuan sebagai berikut:
- Penulis mengakui bahwa Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan berhak sebagai yang mempublikasikan pertama kali dengan lisensi Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License / CC BY SA 4.0
- Penulis dapat memasukan tulisan secara terpisah, mengatur distribusi non-ekskulif dari naskah yang telah terbit di jurnal ini ke dalam versi yang lain (misal: dikirim ke respository institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll), dengan mengakui bahwa naskah telah terbit pertama kali pada Toga Jurnal Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
- Pembaca diperbolehkan mengunduh, menggunakan, dan mengadopsi isi artikel selama mengutip artikel dengan menyebutkan judul, penulis, dan nama jurnal ini. Pengutipan tersebut dilakukan demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan serta tidak boleh melanggar hukum yang berlaku.








