Inovasi Pembuatan Tempat Sampah Terpilah sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Pengelolaan Sampah di Desa Bantan

Abstract Views: 0   PDF Downloads: 0

Authors

  • Rizky Wiranata Kenanto Universitas Alwashliyah
  • Dwi Nopiyani Universitas Alwashliyah
  • Nazwa Dwi Putri Universitas Alwashliyah
  • Hafiz Algi Fari Universitas Alwashliyah
  • Putri Syahri Universitas Alwashliyah

DOI:

https://doi.org/10.56211/wahana.v5i2.1996

Keywords:

Kebersihan Lingkungan; Pemberdayaan Masyarakat; Sampah Rumah Tangga; Tempat Sampah Pilah

Abstract

Masalah sampah di area pedesaan sering kali bersumber dari dua hal utama: kurangnya pemahaman warga dan minimnya tempat sampah yang memadai. Kondisi ini juga terjadi di Desa Pulau Bantan. Sampah rumah tangga yang dibiarkan menumpuk begitu saja tanpa dipilah akhirnya mencemari lingkungan dan mengganggu kesehatan warga. Untuk mengatasi masalah ini, hadir sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengajak warga setempat membuat tempat sampah pilah sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode partisipatif agar warga tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif dari awal sampai akhir. Kegiatan diawali dengan sesi edukasi santai untuk memberi gambaran jelas tentang perbedaan sampah organik dan anorganik beserta dampaknya. Setelah itu, warga diajak langsung mempraktikkan cara membuat tempat sampah pilah menggunakan bahanbahan lokal dan barang bekas yang ada di sekitar rumah agar hemat biaya. Selama prosesnya, tim pendamping juga turun langsung memberikan bimbingan untuk memastikan kebiasaan baru ini berjalan lancar di tingkat rumah tangga. Hasil dari program ini menunjukkan perubahan yang cukup nyata. Warga kini makin paham pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan sudah mampu membuat tempat sampah pilah secara mandiri. Penumpukan sampah liar di sekitar pemukiman mulai berkurang karena warga sudah mulai terbiasa memilah sampah sejak dari dapur. Lewat langkah sederhana namun konsisten ini, Desa Bantan kini bergerak menuju lingkungan yang jauh lebih bersih, rapi, dan sehat untuk ditinggali.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.

Prasetyo, A., Handayani, S., & Nugroho, B. (2020). Edukasi dan efektivitas pembentukan kebiasaan pengolahan sampah rumah tangga di kawasan pedesaan. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 4(2), 145–152.

Rahmah, N. (2021). Evaluasi pemanfaatan fasilitas tempat sampah pilah bantuan pemerintah pada skala pemukiman. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, 8(1), 33–41.

Reason, P., & Bradbury, H. (Eds.). (2008). The SAGE handbook of action research: Participative inquiry and practice (2nd ed.). SAGE Publications.

Suryani, A., & Triana, L. (2019). Penerapan pendekatan Community-Based Waste Management (CBWM) dalam pengurangan volume sampah tingkat RT. Jurnal Ilmu Lingkungan, 17(3), 410–418.

Downloads

Article History

Submitted: 2026-08-26
Published: 2026-10-11
Pages: 172-177

PlumX Metrics

How to Cite

Kenanto, R. W., Nopiyani, D., Putri, N. D., Fari, H. A., & Syahri, P. (2026). Inovasi Pembuatan Tempat Sampah Terpilah sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Pengelolaan Sampah di Desa Bantan. Wahana Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 172–177. https://doi.org/10.56211/wahana.v5i2.1996