Variasi Dosis Pupuk Bioneensis pada Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L) Merril) yang Ditanam Secara Tumpang Sari di Areal Tanaman Karet

Abstract Views: 826   PDF Downloads: 1027

Authors

  • Muhammad Hanafi Institut Teknologi Sawit Indonesia, Medan
  • Aries Sukariawan Institut Teknologi Sawit Indonesia, Medan
  • Suroso Rahutomo Pusat Penelitian Kelapa Sawit, Medan
  • Sakiah Sakiah Institut Teknologi Sawit Indonesia, Medan

DOI:

https://doi.org/10.56211/tabela.v3i1.758

Keywords:

Pupuk Hayati; Bioneensis; Mikroba; Edamame

Abstract

Memanfaatkan areal di gawangan karet dapat menambah penghasilan pada satuan luas areal tanah sebelum tanaman karet menghasilkan, yaitu dengan tumpang sari tanaman kedelai edamame. Bioneensis salah satu pupuk hayati yang mampu memperbaiki kesuburan tanah, didalamnya mengandung lebih dari 108 bakteri penambat N, pelarut P, dan penghasil IAA yang berfungsi sebagai plant growth promoting rhizobacteria (PGPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis bioneensis yang optimal untuk pertumbuhan kedelai edamame yang ditanam secara tumpang sari pada areal tanaman karet. Penelitian dilaksanakan di kebun praktek komoditas karet, Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) pada bulan April hingga Agustus 2022. Penelitian disusun secara acak kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri atas empat taraf dan empat ulangan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun majemuk dan indeks luas daun yang diamati pada minggu ke 4, 6 dan 8 setelah tanam. Data dianalisis menggunakan ANOVA pada α 5%, bila F hitung > F tabel, maka dilanjutkan dengan Uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan variasi dosis bioneensis berpengaruh nyata terhadap diamater batang pada 6 dan 8 minggu setelah tanam serta indeks luas daun yang diukur pada masa panen. Pemberian bioneensis dosis 2,5 Kg/m2, 5 Kg/m2 dan 10 Kg/m2 tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata pada semua parameter, dengan demikian dianjurkan menggunakan dosis bioneensis 2,5 Kg/m2 guna meningkatkan pertumbuhan edamame yang ditanam pada sela tanaman karet.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Departemen Pertanian. (2012). Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Tanaman Kedelai.http://deptan.go.id/docupload/isipedomantekniskedelai2012. Diakses 13 mei 2023.

Dharmawangsa, L., Nujanah, U., Pujiwati, H., Setyowati, N., & Prasetyo, P. (2020). Nilai Kesetaraan Lahan dan Hasil Jagung Manis Tumpangsari Dengan Kacang-kacangan di Pertanian Organik. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal Ke 8, 978–979.

Iswiyanto, A., Abdurrahman, T., & Agroteknologi, P. S. (2023). Pengaruh nitrogen dan fosfor terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai edamame pada tanah gambut. Jurnal Sains Pertanian Equator, 12(1), 95–102. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.60354 DOI: https://doi.org/10.26418/jspe.v12i1.60354

Latif, M.F., Elfarisna dan Sudirman. (2017). Efektifitas Pengurangan Pupuk NPK dengan Pemberian Pupuk Hayati Provibio terhadap Budidaya Tanaman Kedelai Edamame. Jurnal Agrosains dan Teknologi, Vol. 2 No. 2. Hal : 16

Mufriah, D., & Sulistiani, R. (2020). Pengaruh Berbagai Pupuk Organik Padat Dan Pupuk Hayati Bioneensis Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kedelai Edamame (Glycine Max L. Merill) Di Dataran Rendah. Al Ulum Seri Saintek, VIII(1), 12–19. DOI: https://doi.org/10.47662/alulum.v8i1.90

Nugroho, C dan Hidayah. (2010). Penyisihan Logam Chrom Menggunakan Konsorsium Mikroorganisme. Ilmiah Teknik Lingkungan. 1: 16-19.

Nurhidayah, S. (2018). Respons Kedelai Edamame ( Glycine Max L. Merill) Terhadap Berbagai Jarak Tanam Dan Jumlah Benih Per Lubang Tanam.

Permanasari, I., & Kastono, D. (2012). Pertumbuhan tumpangsari jagung dan kedelai pada perbedaan waktu tanam dan pemangkasan jagung. Jurnal Agroteknologi, 3(1), 13–20.

Ridiah. (2010). Edamame 1 (Serak-Serak Skripsi Bagian Pertama). [Online] Available at: http://ridiah.wordpres.com/category/kampoeng-tani/. Diakses pada tanggal 18 agustus 2022

Septiatin, A. (2008). Apotik Hidup dan Rempah-Rempah, Tanaman Hias, dan Tanaman Liar. Bandung: Yrama Widya

Umami, N., Wijayanti, H. M., Nurdani, D. A. M., Utomo, R., Soetrisno, R. D., Suhartanto, B., Suwignyo, B., & Wulandari, C. (2012). Penambahan Inokulum Dalam Meningkatkan Kualitas Jerami Kedelai Edamame ( Glycine max var Ryokhoho ) Sebagai Pakan Ternak. Pastura, 2(1), 25–29.

Wahyuni, M., & Sakiah, S. (2019). Buku Ajar Jenis Pupuk dan Sifat-Sifatnya. USU Press.

Warman, G. R., & Kristiana, R. (2009). Mengkaji Sistem Tanam Tumpangsari Tanaman Semusim. 15, 791–794.

Widati, F dan Hidayat, M (2012). Kedelai Sayuran (Edamame max (L) Merill) sebagai Tanaman Pekarangan. J iptek hortikultura. 517:25-28

Downloads

Article History

Submitted: 2025-01-26
Published: 2025-01-31
Pages: 32-37

PlumX Metrics

How to Cite

Hanafi, M., Sukariawan, A., Rahutomo, S., & Sakiah, S. (2025). Variasi Dosis Pupuk Bioneensis pada Tanaman Kedelai Edamame (Glycine max (L) Merril) yang Ditanam Secara Tumpang Sari di Areal Tanaman Karet. Tabela Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 3(1), 32–37. https://doi.org/10.56211/tabela.v3i1.758

Most read articles by the same author(s)